Dolar AS Lanjut Lesu Usai Rilis Data Inflasi Inggris dan Kanada

Dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut lesu di sesi New York, Rabu (20/10), setelah sebelumnya melemah 5 hari beruntun.

Hingga pukul 21:26 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.13% di kisaran level 96.66.

Adapun pada perdagangan Selasa (19/10), Indeks Dolar ditutup melemah 0.17% ke posisi 93.78.

Data inflasi Inggris yang dirilis tadi siang (WIB) menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) melambat ke 3,1% yoy (year-over-year) di bulan September. Angka itu meleset dari ekspektasi 3,2% yoy.

Core CPI juga melambat ke 2,9% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,1% yoy dan lebih kecil dari ekspektasi 3,0% yoy.

Dari Kanada, CPI berakselerasi ke 4,4% yoy di bulan September. Angka itu naik dari bulan Agustus (4,1% yoy) dan melebihi ekspektasi 4,3% yoy. Ini adalah kenaikan inflasi yang tercepat sejak 2003. Di luar harga energi, CPI naik 0,3% yoy.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.