Dolar AS Berlanjut Lesu di Sesi New York

Dolar AS masih terlihat melemah di awal perdagangan sesi New York hari ini, Selasa (19/10).

Sebagian besar pelemahan USD adalah terhadap mata uang komoditas dan negara berkembang. Kiwi (dolar Selandia Baru) masih menanjak versus Dolar AS setelah rilis data inflasi September yang lebih tinggi dari ekspektasi. Data tersebut mendorong spekulasi bahwa bank sentral Selandia Baru akan segera menaikkan suku bunga acuan.

Sementara itu, komoditas masih cukup panas lantaran harga tembaga, timah, minyak dan batu bara semuanya diperdagangkan dengan premi yang signifikan untuk pengiriman relatif segera terhadap pasar berjangka.

Selain itu, Dolar AS juga terbebani turunnya imbal hasil (yield) obligasi (US Treasury) setelah gagal menembus level tertinggi Juni. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 1,57%.

Hingga pukul 22:09 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.24% di kisaran level 93.72.

Adapun pada perdagangan Senin (18/10), Indeks Dolar ditutup turun tipis 0.01% ke posisi 93.95.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.