Trading dengan Candle Pattern Inside Bar

Pola Inside Bar adalah aksi harga (price action) yang kerap muncul pada periode waktu tertentu. Trader profesional sering memanfaatkan candle pattern ini untuk menyusun strategi berikutnya.

Inside Bar terbentuk setelah sebuah candlestick “terjebak” High/Low dari candle sebelumnya.

Dalam banyak kasus, Inside Bar menyiratkan fase konsolidasi setelah tren bullish/bearish dalam jangka pendek/menengah. Tapi juga tidak jarang pola ini menjadi indikasi awal dari terjadinya perubahan tren.

Berikut di bawah ini adalah ilustrasi dari terbentuknya Inside Bar sebelum tren berlanjut (time frame Daily):

Apa yang bisa ditarik kesimpulan dari contoh ilustrasi di atas? Ketika tren jangka pendek/menengah cenderung naik, konsolidasi pasca Inside Bar terkadang bisa berlangsung hanya beberapa hari saja. Kadang-kadang malah cukup lama, bisa lebih dari 1 minggu.

Itu sebabnya, swing trader umumnya tidak mau mengambil risiko untuk menahan posisi setelah Inside Bar terbentuk. Exit dari posisi dianggap lebih bijak sembari menata ulang strategi mereka.

Sisi lain yang bisa kita ambil manfaatnya adalah terbentuknya level Resistance/Support. Ketika konsolidasi yang cukup panjang berakhir, dari contoh ilustrasi di atas, level resistance kembali diuji.

Lantas, bagaimana mengantisipasi berakhirnya konsolidasi? Ada beberapa cara untuk men-setup hal ini. Yang pertama, cobalah untuk melihat kemungkinan menarik trendline dari time frame (TF) yang lebih kecil, misalnya TF H1.

Yang kedua, perhatikan kemungkinan terbentuknya Inside Bar pada TF H1. Berikutnya, waspadai Bullish/Bearish Engulfing pada TF H1. Selanjutnya, perhatikan breakout terhadap Resistance/Support pada time frame H1.

Baca juga:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *