Dolar AS Menguat Terbatas Usai Rilis Data PMI, NFP Jadi Fokus Pasar

Dolar AS terlihat menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada Selasa (05/10). Penguatannya masih terbatas sejauh ini. Investor cenderung berhati-hati jelang laporan tenaga kerja AS (NFP, data pengangguran dan tingkat upah) yang akan dirilis Jumat (08/10).

Hingga pukul 21:57 WIB, Indeks Dolar terpantau menguat 0.20% di kisaran level 93.98.

Adapun pada perdagangan Senin (04/10), Indeks Dolar ditutup melemah 0.29% ke posisi 93.80. Ini adalah pelemahan 3 hari beruntun.

Pergerakan pasar mata uang sebagian besar cenderung terbatas hingga menjelang akhir pekan karena investor menunggu data terbaru pasar tenaga kerja AS.

Sejumlah analis berpendapat bahwa data tersebut akan menjadi konfirmasi apakah Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan memulai tapering sebelum akhir tahun.

John Doyle, vice president Tempus Inc., mengatakan: “NFP hampir selalu menjadi penggerak pasar. Hasil NFP yang positif, karena disertai naiknya inflasi, akan memberikan tekanan pada The Fed untuk mulai mengurangi program pembelian aset.”

Jajak pendapat Reuters menyebutkan, data NFP pada Jumat diperkirakan berlanjut meningkat dengan angka 488K tenaga kerja ditambahkan untuk periode September.

Sementara itu, ISM (Institute for Supply Management) melaporkan hasil survei terbaru di sesi New York hari ini. Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor jasa AS berekspansi dengan angka 61.9 pada bulan September, melebihi ekspektasi 59.9. Bulan lalu data tersebut menunjukkan angka 61.7.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.