Strategi Day Trading dengan Pivot Point

Strategi perdagangan forex dengan Pivot Point untuk perdagangan harian (day trading atau intraday) cukup bisa diandalkan. Setidaknya bisa menjadi pendamping untuk menentukan berapa target yang hendak dicapai.

Termasuk, mengitung berapa risiko yang siap dikorbankan apabila pergerakan harga tidak sesuai harapan. Itu sebabnya, Pivot Point menjadi pilihan oleh banyak day trader dalam beberapa dekade.

Pivot Point (PP) adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan tren pasar secara keseluruhan dalam kerangka waktu (time frame) yang berbeda.

PP itu sendiri merupakan rata-rata dari intraday high dan low, dan harga penutupan (close) dari perdagangan kemarin.

Untuk hari berikutnya, pergerakan harga di atas PP mengindikasi sentimen bullish yang sedang berlangsung. Sebaliknya, pergerakan harga di bawah PP menunjukkan sentimen bearish.

PP juga memproyeksikan level support dan resistance (S/R) berdasarkan perhitungan tertentu. Semua level ini membantu trader untuk menentukan level S/R yang bisa dijadikan target atau pun menepatkan posisi Stop Loss (SL).

Formula Pivot Point Standar

Pivot point (PP) = (High + Low + Close) / 3
First support (S1) = (2 x PP) – High
Second resistance (R2) = PP + (High – Low)
Second support (S2) = PP – (High – Low)
Third resistance (R3) = High + 2 (PP – Low)
Third support (S3) = Low – 2 (High – PP)

PP standar adalah berdasarkan high-low-close candlestick Daily sebelumnya. Apabila PP mingguan dan bulanan juga dibutuhkan, perhitungannya adalah berdasarkan acuan high-low-close candlestick candlestick Weekly dan Monthly sebelumnya.

Indikator MT4: All Pivot Points

Jika platform perdagangan Anda menggunakan Metatrader 4 (MT4), “All Pivot Points” adalah indikator yang mudah diimplementasikan. Indikator ini membantu Anda untuk segera melihat level Pivot Point tanpa perlu repot menghitungnya sendiri.

Anda dapat mengunduhnya secara gratis di situs MQL5, melalui link ini: All Pivot Points – indicator for MetaTrader 4

Indikator tersebut menyediakan berbagai model Pivot antara lain Classic”, “Camarilla”, “Woodie”, “Floor”, “Fibonacci”, atau “Fibonacci_Retracement”.

Model Pivot yang digunakan dalam artikel ini adalah Pivot Standar, atau “floor”.

Strategi Perdagangan

Strategi perdagangan dengan Pivot Points sebenarnya cukup sederhana yakni hanya dengan mengambil acuan atau mengamati/mencatat perdagangan satu atau dua hari sebelumnya.

Jika harga cenderung bertahan di atas Pivot atau bahkan di atas R1 dalam 1 atau 2 hari terakhir, sentimen bullish masih mungkin akan berlanjut.

Sebaliknya, jika harga cenderung bertahan di bawah Pivot atau bahkan di bawah S1 dalam 1 atau 2 hari terakhir, sentimen bearish masih ada kemungkinan untuk berlanjut.

Mari perhatikan contoh di bawah ini, ketika sentimen bullish masih berlanjut setelah pergerakan harga dalam dua hari terakhir cenderung bertahan di atas Pivot:

Dari gambar di atas, pergerakan harga dalam dua hari terakhir masih tetap bertahan di atas level Pivot. Kondisi ini mengindikasi kecenderungan sentimen bullish.

Posisi buy di letakkan sedekat mungkin dengan level Pivot, atau dalam hal ini adalah kurang lebih sepertiga dari jarak antara Pivot dengan R1.

Sedangkan posisi Stop Loss (SL) diletakkan beberapa pips di bawah level Pivot. Target profit berada di posisi R1 hingga R2. Yang cukup moderat adalah di tengah-tengah, di antara R1 dan R2.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *