Siklus Pergerakan Harga

Pergerakan harga dari pasangan mata uang, tentu saja termasuk major pair (pasangan mata uang utama dalam perdagangan forex misalnya EUR/USD dan GBP/USD), selalu dipengaruhi sentimen pasar terhadap beberapa data ekonomi atau faktor-faktor fundamental antara lain: inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, produk domestik bruto, dan stabilitas/situasi politik.

Statistik perjalanan/pergerakan harga selalu berada dalam siklus yang bisa terlihat atau tergambar lewat grafik, terutama dalam kerangka waktu (time frame) jangka menengah hingga jangka panjang. Sehingga, selalu dianjurkan oleh para profesional yang memiliki jam terbang tinggi di dunia forex, bahwa pemetaan jangka menengah hingga jangka panjang sebaiknya selalu dilakukan secara teratur untuk memastikan arah tren, karena hal ini akan menjadi salah satu faktor penentu bagi keberhasilan seorang trader.

Ilustrasi di atas menjelaskan bahwa akan selalu ada 3 fase utama dalam sebuah siklus pergerakan harga, yakni fase tren bullish atau bearish yang kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi/koreksi atau sideways. Kemudian, akan disusul dengan berlanjutnya tren (trend continuation), atau sebaliknya, malah berbalik arah (reversal) untuk membentuk tren yang baru.

Di bawah ini adalah contoh dari uptrend – consolidationcontinuation dalam jangka menengah hingga jangka panjang:

Di bawah ini adalah contoh dari downtrendconsolidationreversal (uptrend) dalam jangka menengah hingga jangka panjang:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *