web statistics



NFP vs ADP

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by nevido, Mar 4, 2008.

  1. tehbotols

    tehbotols New Member

    yup
    karena USD udah ambruk . makanya NFP kemarin .
    malah ngasih tenaga ke US pas berita setelah nfp nya keluar
     
  2. touch_the_sky

    touch_the_sky New Member

    US resesi ...... kekekekeke..mungkinkah krismon dateng lagi ke indo?
     
  3. nevido

    nevido New Member

    biasanya kita trade setelah news release karena pengaruh dari hasil terakhir urutan nya, dalam hal ini, Unemployment rate yang berpengaruh besar. Jadi sebelumnya sudah diprediksi kalo NFP nya bakal jatuh (dari data ADP). Trend akan selalu mengikuti berita terakhir yang direlease.
     
  4. Goen

    Goen New Member

    Ok, jadi saya salah asumsi kalo saya bilang Unemploment rate (meskipun jg high impact) mampu melawan NFP tapi lebih didasarkan urutan news keluarnya. Thanks atas penjelasannya. :)
     
  5. angie

    angie New Member

    mm apa mungkin kebangkitan Us menunggu pemilihan selesaii.. akankah obamamampu menaikan us lagi:D heheheee
     
  6. nevido

    nevido New Member

    Jika actual release Unemployment rate sesuai dengan forecastnya, trend akan mengikuti actual NFP nya. Nah yang suka bikin loss itu sebetulnya news release Unemployment rate. Dulu NFP berdiri sendiri, sekarang digabung dengan UR. Saya pribadi tidak recommend utk trade sblm news2 tersebut release. Tetapi setelah release baru kita bisa analisa lagi apakah trend akan sesuai atau tidak.
     
  7. Goen

    Goen New Member

    Sesuai derngan forcast itu bisa tolong diperjelas, maklum saya nubie abesss :)
    kala news keluarnya antara prev dan forcast akan spt apa ? kalau melewati forecast gmn ? kondisi spt yg dikatakan sesuai dgn forecast, apakah angkasa sama persis ?
     
  8. nevido

    nevido New Member

    Good question :D. Terlebih dulu kita lihat contoh kasus kemarin, Previous -17k vs Forecast 3k dan kemudian Actual releasenya -65k, berarti actual release jauh lebih jelek dari forecast bukan? Jika actual release lebih bagus daripada forecast tapi lebih buruk dari previous maka yang berlaku adalah penguatan dollar, sebab market tidak terlalu memperhatikan previous data lagi tetapi focus mereka adalah forecast dgn actualnya. Keadaan ini juga berlaku sebaliknya jika actual release lebih buruk dari forecast dan lebih baik dari previous. Perbedaan forecast dan previous apakah lebih baik atau buruk itu hanya mencerminkan keadaan kecenderungan market sebelum news release, setelah news release, yang berlaku hanya actual dengan forecast. Mudahan2 ini dapat membantu anda2 yang senang trading news di NFP ini.
     
  9. Goen

    Goen New Member

    ^
    OK bro jelas banget penjelasannya, penjelasan yg perfect - bisa saya resap dan mengerti :) Saya rasa semua news cara bacanya sama kan, cuman mesti lihat impactnya high atau low aja, kalau low impact boleh dibilang tidak ada pengaruhnya kan ? tolong dibetulkan kalau salah bro.
    thanks.
     
  10. budi

    budi New Member

    Perkiraan dari sebagian besar pemain market data ini akan menunjukkan angka sekitar 107K sampai 110K saja. Data ini turun jauh bila dibandingkan dengan data bulan lalu yang menunjukkan peningkatan tajam sebesar 180K. Non-Farm Payroll adalah data penting yang dirilis setiap awal bulan yang menceritakan kepada kita mengenai kondisi ketenagakerjaan diluar sector pertanian. Dengan semakin besarnya lapangan kerja yang tersedia akan menyebabkan semakin banyak tenaga kerja yang bisa direkrut sehingga menurunkan angka pengangguran begitu pula sebaliknya. Semakin kecil jumlah lapangan kerja yang tersedia akan menyebabkan semakin sedikit tenaga kerja yang bisa direkrut sehingga meningkatkan angka pengangguran. Semakin banyak tenaga kerja akan berdampak terhadap naiknya upah pegawai / buruh dan naiknya upah ini bisa menaikkan belanja konsumen. Akibat lebih lanjut terhadap kenaikan belanja konsumen ini nantinya akan memicu kenaikan inflasi karena bertambahnya jumlah uang yang beredar. Inflasi yang tinggi akan menyebabkan sebuah Bank Sentral berusaha untuk mengendalikan tingkat inflasi yang salah satu kebijakannya adalah dengan menaikan tingkat suku bunga. Begitu pula sebaliknya, tingkat inflasi yang rendah menyebabkan sebuah Bank Sentral berpikir untuk menurunkan tingkat suku bunganya.
     

Share This Page