web statistics



Data Ekonomi Penting yang Berpengaruh pada Pasar Forex

Discussion in 'Artikel Belajar Forex, Strategi dan Tips Trading' started by p373r, Mar 21, 2010.

  1. p373r

    p373r Moderator

    Data-data ekonomi dirilis dengan jadwal-jadwal yang hampir sama setiap harinya, berikut adalah jadwal-jadwal berdasarkan negara:

    * Australia - AUD — 5:30 WIB hingga 7:30 WIB
    * Jepang - Yen — 6:30 WIB hingga 11:30 WIB
    * Swiss - CHF — 13:30 WIB hingga 17:30 WIB
    * Jerman, Italia, Prancis (Eropa) – Euro — 14:00 WIB hingga 18:00 WIB
    * Inggris - GBP — 14:00 WIB hingga 18:00 WIB
    * Canada - CAD — 19:00 WIB hingga 20:30 WIB
    * Amerika - USD – 19:30 WIB hingga 22:00 WIB

    Berita-berita yang dirilis tidak semuanya berdampak pada pergerakan harga, kami akan mencoba merangkum beberapa berita yang biasanya menimbulkan pergerakan ekstrim pada perilisan:

    1. NFP (Non Farm Payroll) — Data ini menunjukkan jumlah total gaji yang dilaporkan oleh US Buearu of Labor Statistic, tidak termasuk pegawai negeri dan juga pekerja di bidang pertanian. Data ini diperkirakan bisa memberikan gambaran tingkat gaji dari 80% pekerja di Amerika. Non Farm Payroll dianggap penting karena bisa menunjukkan naik turunnya tingkat pengangguran dan juga memprediksi GDP, selain itu juga akan menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan ekonomi di waktu-waktu mendatang.
    2. Interest Rate / Bank Rate — Kenaikan suku bunga bank biasanya akan menimbulkan efek yang baik bagi mata uang negara terkait, karena dengan naiknya suku bunga, diharapkan investor akan masuk untuk berinvestasi dan artinya permintaan mata uang semakin tinggi.
    3. GDP (Gross Domestic Product) — GDP adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya bersifat annual atau per tahun. Data ini sangat penting karena akan mengukur seluruh aspek dalam suatu negara, meliputi pengeluaran pemerintah, selisih ekspo dan impor, serta konsumsi masyarakat. GDP menjadi indikator utama mengukur kesehatan ekonomi negara, termasuk standar kehidupan warganya. Nilai GDP yang negatif akan menunjukkan perlambatan ekonomi, bahkan perrtanda resesi.
    4. Retail Sales — Data ini menunjukkan jumlah barang yang terjual pada level ritel. Angka ini sangat penting karena akan menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat, angka yang terus naik menunjukkan ekonomi yang bergairah, sebaliknya angka yang terus turun akan menunjukkan ekonomi yang lesu. Data ini juga akan menjadi dasar pengambilan kebijakan suku bunga, pajak, dan lain sebagainya.
    5. Home Sales — Penjualan rumah, baik rumah baru maupun bekas, akan menunjukkan tingkat aktivitas di masyarakat. Pembelian rumah yang tinggi memberikan pandangan bahwa daya beli masyarakat masih tinggi. Data ini juga akan berpengaruh pada data-data lain, seperti ijin bangunan baru, kredit rumah, pegadaian, dan lain sebagainya.
    6. CPI (Consumer Price Index) — Data ini mengukut perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk ongkos transportasi, harga pangan, dan biaya kesehatan. Angka CPI seringkali digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya inflasi atau deflasi. Peningkatan tajam dalam beberapa waktu berturut akan menunjukkan adanya inflasi, dan sebaliknya penurunan tajam menunjukkan terjadinya deflasi.
    7. PPI (Producer Price Index) — Data PPI menunjukkan perubahan harga barang dan jasa dari produsen. Indeks ini akan memberikan pandangan ekonomi seperti CPI, namun dari sudut produsen dan penjual.
    8. PMI (Purchasing Managers’ Index) — Angka yang dirilis akan berperan sebagi indikator utama sektor manufaktur. Data ini akan meliputi jumlah pesanan, suplai, tingkat produksi, stok, dan juga ketenagakerjaan. Angka di bawah 50 akan menunjukkan kontaksi, dan angka di atas 50 akan menunjukkan terjadinya peningkatan di sektor manufaktur.
    9. Trade Balance — Perbedaan ekspor dan impor suatu negara juga merupakan salah satu indikator kesehatan ekonomi yang penting. Defisit yang besar akan berpengaruh pada anggaran negara.
    10. Inflasi — Laporan inflasi yang meningkat tentunya akan buruk bagi ekonomi suatu negara, dan berdampak pada kekuatan mata uang negara terkait. Bank sentral biasanya akan mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan peningkatan inflasi, level ideal yang biasanya ditarget oleh bank-bank sentral adalah sekitar 2% hingga 3%.

    Namun juga ada beberapa berita yang dirilis di luar jam-jam yang disebutkan di atas, namun frekuensinya sangat rendah. Pidato-pidato oleh petinggi-petinggi ekonomi juga terkadang dibawakan di luar jam-jam tersebut. Pejabat-pejabat ekonomi dari The Fed, ECB, BoE, dan berbagai bank sentral lainnya, biasanya mengadakan jumpa pers untuk mengklarifikasi kebijakannya, sekaligus memberikan pandangannya pada keadaan ekonomi, selain itu, mereka terkadang mengikuti konferensi-konferensi di negara lain atau menghadiri diskusi panel, pernyataan-pernyataan mereka seringkali menimbulkan optimisme dan pesimisme di kalangan investor dan berpengaruh pada pergerakan mata uang.



    Ditulis oleh surabayaforex.com
     

Share This Page