+ Reply to Thread
Results 1 to 3 of 3

Thread: Money Management - Risiko Trading Forex

Forum: Forex Trading untuk Pemula

  1. #1
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Surabaya, Indonesia, Indonesia
    Posts
    7,315
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default Money Management - Risiko Trading Forex

    Money Management - Resiko Trading Forex

    Saya berharap bisa mendapat untung yang besar dari trading forex. Dengan penuh keyakinan, saya masukkan $1000 ke dalam sebuah broker. Uang $1000 tersebut adalah hasil menabung saya selama setahun terakhir. Setelah membuka posisi pertama sebesar 3 lot, saya mendapatkan profit $500, “Hebat, sehari saja uang saya sudah bertambah 50%. Wah, kalau buka 5 lot, kan bisa lebih banyak nih.” gumam hati saya.

    Lalu, saya buka lagi 5 lot, grafik mulai bergerak berlawanan dengan kehendak saya. Dengan posisi floating minus yang cukup besar, saya lirik equity saya, wah tinggal $800… Sambil berkeringat dingin, hati saya berkata, “Tenang, tenang, sebentar lagi pasti grafik berbalik arah…” Namun, kenyataan berbicara lain, equity sekarang tinggal $450 saja. Badan mulai panas dingin, hati terasa kacau, makanan di atas meja tak lagi nikmat, dan bantal pun tidak empuk lagi.

    Akhirnya, momen kiamat tiba, account saya terkena margin call. Hasil kerja setahun kemarin, hilang begitu saja. Saya mulai cerita kepada teman-teman, “Broker saya penipu, scam. Mereka mengambil uang saya, berkali-kali requote saat saya mau profit besar, eksekusinya lambat, blah blah blah…” (memang kasihan bener kambing yang berwarna hitam). Hal itu adalah pelampiasan semata, di mana saya tidak sanggup menerima kenyataan bahwa uang yang saya peroleh dengan kerja keras, hilang begitu saja. Apa artinya? Apa yang saya pertaruhkan di sini terlalu besar, jauh lebih besar dari yang bisa saya relakan. Solusinya? RISK MANAGEMENT. Bermainlah di zona yang tepat bagi diri Anda.



    Kalau boleh saya definisikan, Risk atau Resiko, adalah sebuah kegagalan, sebuah ketidakberuntungan, atau kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada seseorang. Dan dalam dunia forex, resiko bisa diartikan sebagai hilangnya modal yang Anda tradingkan. So, Risk Management atau Managemen Resiko di dalam dunia forex adalah bagaimana Anda mengidentifikasikan resiko-resiko yang ada, menganalisa tingkat resiko yang sesuai bagi diri Anda sendiri, dan kemudian mengambil keputusan bagaimana Anda akan berinvestasi di forex.

    Dalam trading forex, loss adalah hal yang sangat mungkin terjadi, peluang menang-kalah adalah 50:50. Jadi, kemungkinan besar loss tidak dapat dihindarkan. Dengan manajemen resiko yang baik, kita bisa mengontrol modal kita dan meminimalisir kerugian saat loss, sehingga saat itu terjadi, kita tidak terlalu shock. Mungkin satu hal yang perlu ditanyakan sebelum membuka posisi, atau mungkin sebelum trading, kalau uang ini, atau sebagian dari uang ini habis, apa yang terjadi pada saya? Kalau jawabannya, “Wah, saya bisa-bisa ngga tidur 3 hari 3 malam” atau bahkan ekstrim “Arrrgghh, biarkan saya mati saja”, maka sebaiknya pikirkan lagi. Perkecil modal yang dimasukkan, sampai ke titik di mana Anda bisa menerima resiko. Kalau sampai berkali-kali mengurangi rencana modal yang hendak dimasukkan, namun masih juga berpikir demikian, maka investasi di dunia forex tampaknya tidak cocok dengan tingkat resiko pada diri Anda.

    Jika Anda sudah bisa menentukan, “Saya akan bermain dengan modal sekian”, apakah itu 1% dari total aset, 5% ataukah 10%, tidak menjadi soal, asal tingkat resikonya sesuai dan dapat diterima. Maka selanjutnya dari modal yang telah dimasukkan, berapa persen yang akan diresikokan jika terjadi loss? Untuk hal ini, disarankan tidak melebihi 5%.

    Selain loss, resiko lain yang mungkin terjadi adalah broker scam, atau agen menggelapkan dana Anda. Hal ini juga membuat kita kehilangan modal. Oleh karena itu, pastikan broker yang dipilih adalah broker baik yang bonafide, dan jangan percaya pada sembarang orang yang hendak membantu Anda berinvestasi di broker tertentu. Salah satu alasan SFX Club bekerja sama dengan FXInd/FXOpen adalah karena FXOpen merupakan sebuah perusahaan yang sangat solid, diregulasi oleh FSC Mauritius, dan salah satu broker terpopuler di Timur Tengah ini memiliki volume trading yang cukup besar, yakni sekitar $55 miliar (Rp 550.000.000.000.000 – fantastis, coba kita hitung jumlah nolnya – lima ratus lima puluh triliun Rupiah) per bulan, atau sekitar $3 miliar (Rp 30 triliun) per hari. Tentunya hal ini menahbiskan FXOpen sebagai salah satu broker terbaik di dunia. Volume trading yang besar menunjukkan bahwa banyak investor bergabung dan trading bersama FXOpen, dan banyaknya trader yang berminat terhadap FXOpen menunjukkan kualitas layanan yang top. (Untuk buktinya bisa klik di sini)

    Melihat pada peluang profit dan loss yang besarnya sama, 50:50. Maka kita bisa menarik kesimpulan, bahwa tidak mungkin kita akan terus untung, tanpa rugi 1 kali pun. Apabila ada yang menjual sesuatu yang menyebutkan profit 100% atau 99%, strategi tidak pernah kalah, dan lain sebagainya, apakah kita bisa mempercayainya? Tentunya sangat sulit mengubah 50:50 menjadi 100:0. Perlu kita cari informasi dengan seksama, membeli janji-janji yang belum jelas hasilnya juga termasuk sebuah kerugian, dan ini juga merupakan resiko yang bisa mengurangi modal kita. Kecermatan kita akan meminimalisir resiko dari hal-hal seperti ini.

    Inilah gambaran awal mengenai resiko utama forex, dan pentingnya manajemen resiko. Pada artikel selanjutnya saya akan coba memberikan beberapa tips mengenai apa saja yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir resiko, termasuk bagaimana menganalisa profil atau tingkat resiko Anda, sehingga trading akan menjadi lebih aman, nyaman dan menghasilkan. Trading forex bukanlah meraih untung sebesar-besarnya dalam waktu secepat mungkin, namun lebih pada bagaimana sebagian uang yang Anda investasikan mampu memberikan return yang memuaskan dengan resiko yang bisa ditoleransi.



    Ditulis oleh surabayaforex.com
    Last edited by p373r; 3 March 2010 at 17:47.

  2. Advertisement
  3. #2
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Surabaya, Indonesia, Indonesia
    Posts
    7,315
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default Money Management - Tips Manajemen Risiko

    Money Management - Tips Manajemen Risiko

    Usaha apapun yang digeluti oleh seseorang tidak akan pernah terlepas dari yang namanya resiko. Begitu pula dengan forex. Bagi kita semua yang telah maupun ingin terjun dalam dunia forex hendaklah menyadari sepenuhnya terhadap yang namanya resiko dalam trading. Resiko tidak dapat dihindari. Resiko tidak dapat dihilangkan. Resiko hanya dapat diminimalisir dan dikendalikan.



    Pada artikel sebelumnya telah dijabarkan tentang resiko utama forex dan di ulasan kali ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai tips-tips dalam manajemen resiko forex .

    1. Lakukan analisa terhadap pergerakan pasar

    Jangan asal membuka posisi tapi analisalah terlebih dahulu pergerakan pasar. Setelah itu barulah menentukan akan membuka posisi buy atau sell. Dasar membuka posisi bisa dari analisa teknikal (indikator) atau fundamental (berita atau event-event rutin di kalender ekonomi), jangan membuka posisi berdasarkan perasaan atau naluri atau merasa beruntung.

    2. Jangan serakah

    Pasang target profit Anda. Jikaposisi yang dibuka telah mencapai profit yang ditargetkan maka lakukan close posisi. Perlu anda ingat, trading forex bukanlah cara untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu singkat namun lebih pada bagaimana sebagian uang yang Anda investasikan mampu memberikan return yang memuaskan dengan resiko yang bisa ditoleransi.

    3. Gunakan Stop Loss / Cut Loss.

    Buatlah batasan sampai sejauh mana anda mampu menanggung kerugian, tentukan tingkat toleransi Anda. Gunakan fitur stop loss pada Meta Trader Anda. Cut Loss merupakan tindakan menutup posisi yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Stop Loss dan Cut loss sama-sama perlu dipertimbangkan, untuk membatasi kerugian yang terjadi sehingga tidak melebihi batas toleransi Anda.

    4. Persiapkan psikologi trading yang matang

    Nah, selain ketiga tips manajemen resiko forex di atas, anda juga perlu mengenali yang namanya psikologi trading. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan para trader selama trading adalah seperti terlalu ambisius, menaruh harapan terlalu tinggi, tidak memiliki trading plan yang paten, serakah, tidak memasang stop loss/tidak membatasi resiko yang bisa ditanggung, dendam, selalu menyalahkan pasar, overtrade dan mengambil keputusan tanpa menganalisa terlebih dahulu. Ingat, psikologi sangat mempengaruhi trading yang anda lakukan, oleh karena itu sebelum menghadapi pergerakan pasar hadapilah emosi anda terlebih dahulu. Ambil contoh yang paling sering, ketika trader membuka buy kemudian grafik turun dan menyentuh SL, maka ada pikiran “Wah mestinya sell nih…” dan kemudian klik sell dan SL lagi. Sebaiknya konsisten dengan strategi atau indikator Anda, sehingga jika strategi Anda belum mengatakan waktunya buka posisi, jangan melakukan trading.

    Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda meminimalisir resiko selama trading.



    Ditulis oleh surabayaforex.com

  4. #3
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Surabaya, Indonesia, Indonesia
    Posts
    7,315
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default Psikologi Trading

    Buka posisi … Loss … Langsung buka posisi lagi supaya bisa profit. Memang normal kalau sebagai manusia kita ingin langsung mendapatkan kembali apa yang baru saja hilang. Namun dalam dunia trading forex, hal ini sangat berbahaya. Buka posisi, loss, kemudian buka lagi, bisa jadi justru menjadi bumerang, di mana bukannya mendapatkan kembali modal yang hilang, justru semakin terjerumus dan mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

    Kesabaran menjadi kunci di sini, di mana kita harus bisa mengendalikan emosi, tetap tenang, dan menunggu kapan harus masuk pasar lagi. Nanti akan tiba waktunya bagi kita untuk melakukan regain atau mendapatkan kembali modal kita yang hilang. Ingat, bahwa dalam trading, kedisiplinan adalah hal yang sangat penting. Bagaimana kita merumuskan sebuah strategi dan kemudian menerapkan strategi tersebut dalam trading kita. Seringkali, akibat loss, apalagi beberapa kali mengalami loss beruntun, kita mulai “panas”, tenggelam dalam emosi, sehingga kedisiplinan tadi tidak lagi diperhatikan. Oleh karena itu, mental kita sebagai trader juga perlu dilatih, jika sudah terbiasa, maka dengan sendirinya kesabaran akan tetap terjada, dan imbasnya kita pun bisa tetap tenang dan disiplin walaupun loss. Mungkin cara yang paling baik, setelah loss, tinggalkan layar Anda sejenak, refreshing, kemudian kembali menganalisa atau tunggu besok saja. Perlu juga digaris bawahi, 2 atau 3 kali loss bukan berarti strategi kita salah, bisa jadi memang kondisi market sedang tidak sesuai dengan strategi yang diterapkan. So, lets wait for a while…

    Trader veteran pun tentunya tidak senang dengan yang namanya loss, hanya saja pengalaman dan kematangan mereka membuat mereka tahu dan tetap sabar menanti momen berikutnya. Mereka tidak membiarkan dirinya dipermainkan oleh pasar. Jadi, yang dapat disimpulkan, kita harus membuang jauh yang namanya amarah, apalagi yang namanya dendam. Karena yang satu ini akan membawa kita kepada perasaan “Oh, loss ya, oke saya buktikan kalo saya bisa profit” dan kalau kurang mujur, hal ini bisa melipatgandakan kerugian kita, yang seharusnya bisa dihindari kalau kita sabar.





    Ditulis oleh surabayaforex.com


 

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
free web page hit counter
Forexindo.com - Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi forex, belajar forex, trading forex online, robot trading/expert advisor analisa teknikal, analisa fundamental.
Address : 50th Floor Menara BCA - MH Thamrin 1, Jakarta
Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Client should make an independent judgments as to whether trading is appropriate for him/her in light of his/her financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.