+ Reply to Thread
Results 1 to 5 of 5
  1. #1
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Samarinda
    Posts
    132
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default Metode Perhitungan Quick Count

    Salam,
    Apakah Metode Perhitungan Quick Count yang selama ini digunakan beberapa lembaga survey dalam memprediksi hasil cepat dari pemilu, dapat di aplikasikan menjadi sebuah trading system. Sebagaimana kita ketahui, bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survey memiliki probabilitas yang tinggi. Bahkan penyimpangan yang terjadi dari hasil riil berdasarkan hitungan KPU, tidak lebih dari 1-2%. Apabila kita melihat sumber data yang di gunakan, adalah data yang telah dihitung oleh beberapa TPS secara partial.
    Apabila master-master, atau bro-bro ada yang paham metode ini agar dapat berbagi atau bahkan nantinya dapat dikembangkan menjadi sebuah trading system.
    Di tunggu sharingnya, trima kasih.

  2. Advertisement
  3. #2
    Join Date
    May 2009
    Posts
    103
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default

    Kayaknya gak bisa deh bro,
    Quick count adalah pengambilan sample......, kalau market gimana? karena harga belum terjadi.
    Yang saya masih penasaran apakah MASTER di THE MASTER bisa tau harga market yang akan terjadi di Perforexan ini...... (hehehehe... sory mod agak keluar jalur)

  4. #3
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Samarinda
    Posts
    132
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default

    Quote Originally Posted by patriajambi View Post
    Kayaknya gak bisa deh bro,
    Quick count adalah pengambilan sample......, kalau market gimana? karena harga belum terjadi.
    Yang saya masih penasaran apakah MASTER di THE MASTER bisa tau harga market yang akan terjadi di Perforexan ini...... (hehehehe... sory mod agak keluar jalur)


    Metode perhitungan kan dilakukan oleh para relawan di be2rapa TPS sebagai sample, jadi hasil sementara dari perhitungan di TPS tsb sebagai sumber data. di Pilpres kemaren tidak lebih dari 5 jam hasil tersebut sdh dirilis beberapa lembaga survey padahal di TPS-TPS lain masih melakukan perhitungan. Nah data yang partial tadi bisa dianggap sebagai data yang lampau, yang saya ingin tahu bagaimana data yang partial tsb diolah dan menjadi sebuah hasil yang mendekati perhitungan di KPU sendiri.
    Ini data Metodenya bro, dalam bhsa inggris. Ane rada blur juga kalau harus memahami tulisan dalam bhsa inggris, mungkin bro tertarik mempelajarinya.

  5. #4
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Samarinda
    Posts
    132
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default

    Nih filenya bri..
    Attached Files Attached Files

  6. #5
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Samarinda
    Posts
    132
    Credits
    0
    Points
    0 (0 Banked)

    Default

    PENGERTIAN SURVEY, EXIT POLL & QUICK COUNT
    Survey adalah cara untuk mengetahui trend pemilih pemilu dengan cara sampling. Sampel dipilih secara random dan diberikan beberapapoint pertanyaan, baik secara tertulis, lisan, langsung tatap muka maupun melalui telepon dan media interaksi yang lain.

    Exit Poll adalah cara untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara memberikan pertanyaan kepada pemilih yang baru saja keluar dari tempat pemungutan suara. Sama dengan survey, responden dan TPC dipilih secara acak dan kemudian diakumulasikan hasilnya, dibobotkan dan kemudian diumumkan.

    Quick Count adalah cara untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara sampling. Berbeda dengan survey dan exit poll, yang disampling dalam quick count ada TPS nya. TPS dipilih secara acak dan perolehan suara tiap kandidat diakumulasikan, dibobotkan dan kemudian diumumkan.

    BEDA ANTARA SURVEY vs EXIT POLL & QUICK COUNT
    Survey dilakukan sebelum adanya pemungutan suara, digunakan untuk mengetahui trend pemilih dan tingkat keterpilihan (electability) kandidat, jadi sifatnya adalah OPINI calon pemilih. Sedangkan exit poll dan quick count dilakukan setelah pemungutan suara dan sifatnya adalah FAKTA.

    MARGIN OF ERROR
    Margin of Sampling Error perlu diperhatikan untuk ‘membayar’ kesalahan selama proses berlangsung. Margin of Error ini berhubungan dengan jumlah sampel. Semakin besar jumlah sampel maka semakin baik dan akan memperkecil nilai margin of error.

    Berikut ini gambaran hubungan jumlah sampel terhadap margin of error pada tingkat kepercayaan 95%.

    Terlihat bahwa pada titik jumlah sampel 1000 responden nilai margin of error sudah mulai stabil pada angka +/-3%. Oleh karena itu kebanyakan lembaga survey mengambil sampe sebanyak 1250 responden dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut sudah representatif terhadap penduduk Indonesia.

    Jika tata caranya benar maka hasil yang keluar tidak akan jauh beda dengan hasil yang sebenarnya berdasar perhitungan rekapitulasi suara manual oleh KPU. Itulah hebatnya statistik. Namun demikian motode statistik tidak bisa mengcapture proses pemungutan suara sehingga tidak bisa digunakan untuk mengetahui adanya kecurangan selama proses.

    **sumber: modul lokakarya memahami angka dibalik survey dan quick count**

    Menurut kerangka dasarnya rasanya memungkinkan bahkan sangat bisa diterapkan sebagai sebuah teknis analisa berdasarkan statistik. Akumulasi dan pembobotan terhadap data yang di amati diharapkan mendapat sebuah hasil perhitungan yang dengan deviasi sekecil mungkin dan dicapainya probabilitas sebesar mungkin.


 

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
free web page hit counter
Forexindo.com - Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi forex, belajar forex, trading forex online, robot trading/expert advisor analisa teknikal, analisa fundamental.
Address : 50th Floor Menara BCA - MH Thamrin 1, Jakarta
Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Client should make an independent judgments as to whether trading is appropriate for him/her in light of his/her financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.