Pasar khawatir Yunani bakal mengalami gagal bayar, dan meninggalkan risiko bagi kawasan Euro. Sentimen itu berimbas pada surutnya permintaan terhadap aset negara berkembang. Rupiah tergerus seiring investor asing melakukan penjualan saham domestik sejumlah US$ 25 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka beli dalam tiga hari pertama di pekan ini.
Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir untuk hari keempat, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memangkas bantuan kepada Yunani sebesar 8 miliar euro. Mereka juga memperingatkan, Eropa akan menghentikan semua bantuan jika negara tersebut bertindak menentang rencana bailout yang disepakati pekan lalu.
Pada 7 Oktober lalu, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menegaskan, bank sentral akan menjual dollar jika dibutuhkan untuk memudahkan volatilitas nilai tukar. kemarin, Hartadi melaporkan, cadangan devisa negara sekitar US$ 114 miliar per akhir Oktober. (bb)



Categories Widget (Show All)
Section