Mengapa Gold akan turun ke level 1200 dan AUD/USD akan turun kembali dibawah level 1.0000 sampai pertengahan tahun 2013 ?

Ditulis oleh Halim di Berita Forex pada 31 January 2013 10:42



Forexindo, Jakarta : 1/31/2013 10:24 AM  WIB

ANALISA FUNDAMENTAL

Gold  dan Australia  mempunyai korelasi positip   dimana  dapat dikatakan bahwa Jika Gold  semakin berkilau maka AUD/USD juga akan naik harganya.  Australia sebagai  produsen emas terbesar didunia  mempunyai hubungan dengan deman permintaan  konsumen emas seperti China . Jika permintaan emas menurun maka juga menyebabkan  menurunnya harga emas  dan juga menurunkan daya pikat mata uang AUD/USD.  Selain dengan emas , Australia juga merupakan produsen tambang lainnya.  Sejalan dengan resesi ekonomi dunia yang masih berlangsung saat ini , khususnya di eropa , maka permintaan tambang juga nenurun  , sehingga menyebabkan  bertambahnya faktor pelemahan AUD/USD .

Gold juga mempunyai outlook yang akan semakin menurun harganya. Hampir semua  perusahaan hedge fund  terbesar di dunia sudah menurunkan target harga Gold untuk tahun 2013. Baru beberapa  hari yang lalu Citigroup  mengeluarkan  outlook Gold untuk tahun 2013 yaitu  harga Gold akan turun sebesar  4.2%  dibandingkan tahun 2012  menjadi USD$ 1.675 per troy ounce. Bank sentral  juga telah menurun pembelian Gold sebagai Reserve  sejak tahun 2009.  Posisi pembelian Gold di pasar Comex telah turun 50% sejak  Oktober 2012.

Meningkatnya harga komoditi  sejak 3 tahun terakhir menyebabkan  negara Australia menjadi sasaran investor  untuk mendapatkan gain.  Naiknya harga saham-saham perusahaan tambang dan bank , obligasi dengan yield tinggi  dan meningkatnya harga mata uang AUD/USD  semuanya merupakan  penyebab Australia sangat menarik  bagi investor.

Tetapi sekarang Australia  mempunyai outlook ekonomi  yang sedang melemah.  Masa  jaya-jayanya harga komoditi pertambangan sudah berakhir, dan sekarang  sedang melemah dengan cepat.

Australia telah menikmati  kekuatan ekonomi, konsisten dalam pertumbuhan ekonomi, rendahnya tingkat pengangguran  dan meningkatnya standart kehidupan . Keuntungan yang telah dimiliki Australia tersebut  merupakan akibat dari  meningkatnya tingkat kekayaan negara berkembang China dan India dalam dekade terakhir ini, terutama permintaan  barang komoditi.  Australia sangat tertolong  terhindar dari  menurunnya ekonomi  pada negara berkembang  lainnya karena  kebijakan  China :meningkatnya pengeluaran pemerintah ,  rendahnya suku bunga dan meningkatnya  kredit investasi .

Tetapi sekarang  pertumbuhan ekonomi di China , India dan negara berkembang lainnya  sedang menurun , bahkan jika level pertumbuhannya  masih diatas  rata-rata develop market  , perubahan komposisi antara investasi dengan konsumsi,  akan tetap  menggerus  permintaan terhadap komoditi.

Walaupun  Australia mengalami booming pertambangan , ternyata trade account  Australia  tetap negatif  selama beberapa tahun terakhir . Sejak 2001  , trade account rata-rata defisit  sekitar A$ 500 juta  per bulan. Berfluktuatif antara surplus A$ 3.4 billion  dan defisit A$ 3.2 billion.

Yang lebih parah lagi  ternyata , trade account  keseluruhan  defisit A$68 billion atau sekitar 6% dari  GDP.

Sekarang , Australia  memiliki current account  defisit  sekitar A$50 billion atau 3.7% dari GDP.  Kelihatanya akan meningkat sekitar 5% - 6% dari GDP  berdasarkan  semakin melemahnya  nilai export .

Dari sisi moneter  , bank sentral Australia sudah sedang melakukan kebijakan pemotongan suku bunga . Turunnya suku bunga  ditujukan untuk meningkatkan sektor perumahan  domestik, meningkatkan konsumsi  dan pada akhirnya menurunkan nilai Australia dollar. RBA ( The Reserve Bank of Australia ) telah menurunkan suku bunga sebesar 1.75% per annum , dan akan terus melakukan penurunan suku bunga sampai tahun 2014.

Yang mengagetkan  para investor yaitu pernyataan gubernur bank Australia  yang mengatakan "  saya berfikir  kami selalu bertanya : Kemana kami akan  memulai nya ".  artinya  kemana  kami akan menggantikan sektor pertambangan  yang telah redup untuk tetap tumbuh.

Penjelasan diatas secara  nyata dan jelas menyimpulkan bahwa Australia dalam kondisi ancaman yang besar untuk mengalami resesi keuangan dan ekonomi  , yang mungkin  terjadi sebagaimana krisis di Yunani sejak tahun 2010.

 

ANALISA  TEKNIKAL

Pada gambar diatas sengaja  di tampilkan   secara bersamaan  dalam satu grafik  pergerakan harga Gold dan  pair AUD/USD.   Ulasan ini  memberikan alasan  dari dua sudut  yaitu secara fundamental dan secara analisa teknikal.  Pembahasan dan analisa secara fundamental telah diuraikan diatas . Untuk memberikan  perkiraan  dampak  fundamental  secara  harga  yang presisi  maka perlu  diberikan secara analisa teknikal.

Pada grafik diatas  ada dua buah pergerakan harga yaitu pergerakan harga AUD/USD dan GOLD.  Grafik harga AUD/USD  berwarna candle pink - biru , sedangkan  grafik Gold berwarna  hijau. Pada Grafik chart AUD/USD  tergambar naik maka menunjjukan harga naik sebagaimana normalnya, sedangkan untuk grafik chart Gold  tergambar bergerak naik  maka menunjjukan harga justru turun.  Teknik penggunaan analisa teknikal seperti ini adalah untuk menentukan  dimana level kesetimbangan yang akan terjadi setelah kedua grafik ( Gold dan AUD/USD) mencapai level kesetimbangan maksimum.

Maka berdasarkan sifat alamiah pasar , khususnya hubungan korelasi antara Gold dan AUD/USD sepanjang tahun 2000 sampai sekarang , dimana mempunyai koefisien korelasi positip diatas 0.6, maka keduanya pasti akan mempunyai level kesetimbangan  yang sama pada waktu dan harga tertentu.

Berdasarkan teori kesetimbangan  ( Balance Theori )  dimana sejalan juga dengan kondisi fundamental yang akan terjadi  sebagaimana diterangkan diatas , maka dapat diperkirakan  :

1. Harga AUD/USD dalam kurun waktu sampai pertengahan tahun 2013 akan menuju harga Zone Kesetimbangan  yaitu antara harga 0.9000 sampai 0.8500.

2. Harga Gold sejalan dengan kondisi iklim investasi  global diperkirakan sampai pertengahan tahun 2013 juga akan turun menuju Zone kesetimbangan yaitu antara harga 1250 sampai 1100.

===============================================

Penulis ( Ir. Teuku Halim MBA, MM, CFA, CFT )  adalah lulusan Master Degree Internasional Finance specialist di bidang Financial Engineering of Derivative Market.  Pengalaman selama  lebih 12 tahun sebagai analis dan Fund Management di perusahaan Multinasional Hedge Fund.Mengajar di beberapa Universitas . Sebagai Konsultan dan Pengajar di PT. Edu Plus  dan Forexindo.

 



Berita Forex Terpopuler

Di Balik Keruntuhan Terbaru Aussie
Berita Forex - pada 23 April 2014 09:45 (23-04-2014) oleh Newswriter1
Morgan Stanley : Waspada terhadap short EUR, fokus minggu ini ada pada pidato Draghi
Berita Forex - pada 22 April 2014 22:51 (22-04-2014) oleh xerofmax120
EUR/USD: Level Resisten dan Support Hari Ini, Berdasarkan Volume dan Spread
Berita Forex - pada 22 April 2014 16:30 (22-04-2014) oleh Satrio
Saatnya USD Beraksi Untuk EUR, Sterling, AUD
Berita Forex - pada 22 April 2014 11:12 (22-04-2014) oleh Yodik
Kurs US Dollar - Rupiah Hari Ini - 22 April 2014
Berita Forex - pada 22 April 2014 10:12 (22-04-2014) oleh Xai Master
comments powered by Disqus

Iklan

Berita Terkini

Greenback Terseret Pelemahan Pasar AS
Berita Forex - 7 menit yang lalu

Minutes BoE Mengecewakan Sterling
Berita Forex - 12 menit yang lalu

Aussie Terpukul Oleh Data Inflasi
Berita Forex - 12 menit yang lalu

Indeks S&P 500 Hentikan Reli Enam Hari Atas Data & Earnings
Berita Forex - 42 menit yang lalu

Anjloknya Data Penjualan Rumah AS Bangkitkan Harga Emas
Berita Forex - 2 jam yang lalu

Minyak WTI Anjlok Seiring Cadangan Minyak AS Capai Level Tertinggi 83 Tahun
Berita Forex - 2 jam yang lalu