Advertisement

Setup Posisi Entri dan SL dengan RSI dan MACD

Ditulis oleh Satrio pada 24 August 2014 03:55


Forexindo - Ada banyak cara untuk men-setup posisi entri, dan artikel ini hanyalah salah satunya yang sering dipakai oleh trader profesional yang menyukai falsafah "trend is your best friend", dengan bantuan indikator RSI periode 5 dan MACD periode standar pada chart H4 atau grafik 4 jam. Jika anda cukup familiar dengan indikator Ichimoku, maka anda bisa mengganti MACD dengan Cloud Ichimoku, karena meskipun sama-sama trend follower, Cloud Ichimoku akan lebih tepat sasaran berkaitan dengan masalah price action. Namun sebagai langkah awal, tidak ada salahnya jika kita menggunakan MACD.

Caranya cukup mudah, kita hanya perlu memperhatikan MACD pada chart H4 sebagai indikator trend, sementara RSI periode 5 yang cenderung "bergerak lebih cepat" digunakan untuk men-setup range pada kondisi tertentu, untuk kemudian men-setting posisi entri "pending order Sell Stop atau Buy Stop" berikut dengan Stop Loss untuk meminimalisir kerugian jika ternyata setup tersebut tidak sesuai dengan trading plan yang sudah dirancang.

Mari kita mulai saja...

Langkah 1.
- Buka chart H4
- Pasang indikator MACD atau Ichimoku (sebaiknya "cloud"nya saja) periode standar
- Pasang indikator RSI periode 5

Langkah 2.
- Perhatikan bias trend
- Dalam kasus GBP/USD, terlihat cukup jelas, bias trend dalam skala H4 adalah BEARISH
- Tugas kita hanyalah menunggu RSI berada di atas level 60 (jika trend Bearish), atau menunggu RSI berada di bawah level 40 (jika trend Bullish). Jangan lupa bahwa kasus GBP/USD yang menjadi contoh dalam artikel ini adalah trend Bearish.
- Selama RSI di atas level 60, High dan Low pasti akan terbentuk
- Selama RSI di atas level 60, tugas kita adalah menandai High yang tertinggi dan Low yang terendah, dengan menggunakan garis horizontal
- Setelah dapat ditentukan, kita hanya perlu meletakkan pending order "Sell Stop" pada garis yang menandakan Low, dan SL pada garis yang menandakan High
- Target profit yang paling moderat adalah 50 pips. Jika lebih dari itu, sebaiknya anda berpikir untuk menggunakan Trailing Stop paling tidak 30 pips, agar jerih payah dan pengorbanan waktu untuk mensetting posisi entri ini tidak terbuang sia-sia apabila ternyata ada "serangan mendadak" yang bisa menjadi pertanda reversal.

Pada contoh kasus GBP/USD, setidaknya kita sudah berhasil mengumpulkan 150 pips dalam kurun waktu tiga minggu, dari tiga kali setup trading plan atau setup posisi yang sifatnya "trend follower".

Nah, rasanya tidak terlalu sulit bukan? Mensetup-nya memang tidak sulit, yang sulit itu justru tentang masalah kesabaran untuk menunggu situasi yang memungkinkan untuk mulai men-setup trading plan. Pada chart H4, moment tersebut umumnya cuma datang satu kali seminggu, kadang-kadang moment tersebut malah tidak ada sama sekali dalam satu minggu akibat trend yang begitu kuat sehingga tidak memberikan kesempatan sedikitpun agar indikator RSI bisa sejenak "menarik napas". Namun yang harus dicatat adalah, rasio win akan lebih besar ketimbang rasio loss, jika kita mampu untuk bersabar dan sedikit menahan emosi, untuk men-setup posisi entri yang "akrab dengan trend" seperti pada langkah 1 dan langkah 2 di atas.

Semoga berguna, setidaknya untuk menambah wawasan.

Catatan: Gambar di bawah ini adalah jika kita menggunakan Ichimoku sebagai indikator trend. Pada kasus trend bearish, maka setup dilakukan selama pergerakan harga masih berada di bawah "cloud".



Oleh: B. Satrio Lelono, Forexindo. Bahan: dari berbagai sumber


comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2017 Forexindo.com