Advertisement

Cost of Trade - Salah Satu Penyebab Utama Trader Selalu Rugi

Ditulis oleh white_tiger pada 16 April 2014 12:27


Forexindo - Trader yang belum profitable pada umumnya telah membaca dan mempelajari ribuan sistem trading dan strategi. Tidak dapat dipungkiri, trading forex adalah bisnis paling menarik dan profitable jika dilakukan dengan benar. Leverage dan ukuran pasar yang nyaris tidak terbatas adalah 2 hal utama yang membuat forex mampu memberikan profit yang aduhai dengan modal “seadanya”.

Namun setelah membaca ribuan strategi tersebut, trader kadang melupakan hal paling dasar dan paling penting yang menyebabkan cahaya profit belum juga dapat diraih, yakni COST OF TRADE

Trading, seperti bisnis lainnya tentu memiliki cost untuk menjalankan sebuah aksi yang berpotensi profit atau rugi. Ibarat kita membuka bisnis travel, kita akan memiliki beban biaya BBM (untuk kesederhanaan artikel ini, mari berasumsi kendaraannya pakai BBM :p)

Obviously untuk memaksimalkan profit dan meminimalkan beban, kita harus memilik kendaraan dengan biaya operasional semurah mungkin. Kalau Anda menggunakan Xenia + Pertamax Plus.. ya memang tidak salah, namun hal tersebut akan meng-akselerasi beban usaha yang berujung pada mengecilnya profit hingga merugi.

Sama seperti trading. Banyak trader masih memilih trade dengan spread selebar jalan tol (di luar negeri). Hei, jaman telah berkembang. Industri Forex makin hari makin kompetitif. Broker berlomba-lomba memberikan spread sekecil mungkin. Kenapa Anda mesti trade yang di spread besar?

Spread EURUSD di level institutional antar bank biasanya 0-0.2 pips pada saat prime time (sesi Eropa-Amerika). Sedangkan GBPUSD adalah 0-0.5. Nah bagaimana spread tersebut bisa jadi 2-3 pips ?

Spread institutional tersebut untuk supaya bisa Anda trade kan, memerlukan infrastruktur (termasuk perawatan server MT4, dll). Kira-kira biayanya 5-15 per mil (sekitar 1.5-5 USD per lot RT). Broker ECN biasanya ambil profit dari komisi, jadi mereka charge 2.5-3.5 USD per lot. Broker ECN paling murah untuk retail sejauh ini adalah FXOpen, dengan komisi paling kecil hingga 18 per mio (sekitar 5 USD per lot EURUSD). Dengan spread rata-rata 0.2 + komisi 5 USD per lot, maka cost per trade anda adalah 0.7 pips, atau sekitar 7 USD/lot.



Jika Anda trade EURUSD dengan spread rata-rata diatas 1 pip, maka saatnya Anda evaluasi.
Lalu bagaimana bisa sampai 2-3 pips ? Faktanya, sebagian besar dari spread itu masuk ke kantong IB. Broker dengan spread 3 pips memberikan rebate 1.5-2.5 pips kepada IB. Jadi salah besar kalau Anda IB itu “gratis”

Dalam prakteknya, kebanyakan IB membagikan kembali sebagian dari rebate nya itu kepada clientnya. Dalam kasus spread 3 pips tadi, bisa jadi rebate nya 1.5 pips. Sehingga cost per trade Anda jadi 1.5 pips. Benarkah?



Ya – dan tidak. Setiap broker memiliki policy dan peraturan yang berbeda-beda mengenai batasan trading dan “praktek”. Umumnya broker ECN yang baik tidak memiliki batasan trading/profit. Anda boleh buka posisi kapan saja dan menutup kapan saja, profit berapa aja. Tidak ada batasan profit news trading maksimal sekian %, atau posisi minimal harus sekian menit. Sangat absurd mendengar cerita profit trader di void karena lebih dari sekian % saat news; tapi ga pernah ada ceritanya loss nya di void karena kurang dari 5 menit :D

Restriksi yang mungkin ada adalah terkait jika balance Anda jadi negatif. Karena itu adalah mutlak kerugian dari broker.

Jika Anda mulai profitable, beberapa broker juga akan me-requote Anda, jadi bisa jadi spread Anda bukan lagi 3 pips, tapi bisa 4-6 pips tergantung broker mau kasih Anda harga berapa supaya trade Anda profitnya berkurang.



Jadilah trader yang realistis. Apakah Anda mau beli mobil yang punya batasan konyol seperti, maksimum jalan 10km dalam 1 jam ?. Broker ada banyak pilihan seperti juga mobil, cerai-kan saja dan trade dengan broker lain yang lebih baik.

Seberapa besar sih dampak cost of trade ini?

Trade#Volume (Lot)P/L PipsP/L USD
10.21020
20.32060
30.2-15-30
40.4-5-20
50.2-9-18
60.144
70.51050
80.3-56-168
90.5-35-175
100.4-39-156
110.3515
120.21938
130.348144
140.4-13-52
150.2-5-10
160.384252
170.454216
180.13232
190.1-59-59
200.21938
210.348144
220.4-13-52
230.4-5-20
240.254108
250.33296
260.4-59-236
270.1-20-20
280.14848
290.2-29-58
300.3-30-90
310.1-100-100
320.1-84-84
330.258116
340.3-8-24
350.435140
360.4-46-184
370.21938
380.348144
390.4-13-52
400.2-30-60
410.1-100-100
420.5-84-420
430.358174
440.51575
450.435140
460.3-39-117
470.2-12-24
480.32575
490.11010
500.33296


Ambil contoh 50 trade diatas, dengan total 13 lot, -141 pips total, dan loss 213 USD. Dengan spread 3. Jika Anda mendapat rebate 15 USD per lot, maka Anda akan mendapat 195 USD, IB biasanya dapat sisanya 5 USD per lot x 13 = 65 USD.

Dengan rabat kasihan, Anda jadi loss 213-195 = 18 USD.

Nah bagaimana kalau Anda trade di ECN dengan cost per trade 7 USD/lot ? Penghematan yang terjadi adalah 23 USD/lot, 23 USD x 13 lot adalah 299 USD. Yang berarti adalah profit 86 USD instead of loss 213 USD. 3 juta rupiah bukan uang kecil lho ;)

Itu penghematan dengan asumsi Anda tidak dapat requote/slippage di spread 3 pips. Kalau ada requote/slippage, maka potensi profit Anda yang hilang lebih besar lagi.

Well, kalau broker dengan spread rendah seperti ini lebih profitable buat trader, tapi kenapa jarang ada IB yang jualan? Penyebabnya adalah 2.

1. Komisi untuk IB dari model spread ketat seperti ini sangat kecil. Bisa 1-2 USD saja per lot, bandingkan 15-20 USD pada broker dengan spread 3 pips. Prioritas IB yang utama adalah keuntungan buat mereka sendiri, dan yang kedua adalah keuntungan buat Anda.

2. Trader yang belum cerdas masih termakan iming-iming rebate. Seperti orang pada umumnya, membeli baju seharga 500.000 tanpa diskon berasa lebih mahal daripada membeli yang harganya 1 juta sale 40% (padahal bajunya sama, merknya sama) (OK, mungkin yang sale sudah kuno modelnya). Tapi apakah smart membeli pertamax non plus dengan harga 30000 rupiah/liter dengan cash rebate 15000 rupiah, dibanding membeli Shell dengan harga 10000 rupiah/liter untuk bbm dengan jenis dan oktan yang sama/bahkan lebih bagus?

Selain cost of trade yang kelihatan jelas, masih ada potensi eksekusi yang hilang (misal seharusnya sudah TP, tapi karena spread besar, bid belum menyentuh TP, atau sudah SL padahal karena harga bid terlalu rendah karena markup). Saya akan jelaskan di artikel berikutnya...

Sekarang, cek lagi histori trading Anda yang sudah loss bertubi-tubi dan berturut-turut selama bertahun-tahun tersebut. Simulasikan jika Anda trade dengan cost of trade murah, berapa uang Anda yang sudah terbuang cuma-cuma? Berapa banyak yang di-void dengan alasan abusrd seperti trade terlalu singkat atau profit terlalu besar? Time for major change huh?




comments powered by Disqus
Advertisement

Advertisement

Berita Forex Terbaru

Kurs Dollar Hari Ini 24 Maret 2017
(24-03-2017)

Outlook Teknikal EUR/USD 23 Maret - ActionForex
(23-03-2017)

Dolar Stabil Setelah Data Jobless Claims AS, Market Menunggu Voting HealthCare AS
(23-03-2017)

Outlook Teknikal GBP/USD 23 Maret - Windsor Brokers
(23-03-2017)

Strategi Teknikal XAU/USD 23 Maret - iForex
(23-03-2017)

Dolar Fluktuatif, Rupiah Ditutup Menguat Tipis Hari Ini
(23-03-2017)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2017 Forexindo.com