Advertisement

Euro Jump : Kepentingan Mafia Kreditur Menekan ECB Draghi.

Ditulis oleh Halim pada 06 December 2013 10:59


Forexindo - Mafia Kreditur yang dipimpin oleh IMF di duga berhasil menekan presiden ECB , Mario Draghi untuk berkata "sedikit dovish" saja. Pesan ini di perlukan oleh kreditur mengingat adanya posisi terbuka pinjaman dan investasi dalam euro yang telah mereka tanamkan sejak 2011-12 sebesar lebih dari 500 billion USD. Sejak Pasar London , siang kemarin para sepekulan terlihat jelas telah melakukan order yang tidak biasanya sehingga berhasil menembus level 1.3622. Level ini wajib di tembus untuk memberikan informasi ke pasar bahwa telah banyak posisi seller di sekitar 1.3600-20 yang cut loss. Posisi order buyer spekulant saat pasar London sangat siknifikan sebesar 500 juta USD. Alasan kedua adalah, masih banyaknya posisi terbuka buyer sekitar level 1.3650 dengan nilai 150 juta USD. Alasan ketiga, di pasar derivative masih banyak yang menempatkan No Touch double option di harga 1.3850 dan 1.3250. Alasan keempat, Mafia Kreditur mengharapkan euro tidak terlalu cepat turun sebelum NFP nanti malam, karena sebagai mana di ketahui bahwa hasil ADP kemarin sebesar 215.000 yang kemungkinan memberikan gambaran positif terhadap hasil Non fram Payroll nanti Jumat malam. Kondisi tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik di takutkan oleh kreditur karena kemungkinan pelaksanaan tapering oleh FED semakin dekat. Selain data tenaga kerja yang bagus , ternyata hasil Gros Domestik Product Amerika Serikat tahunan naik tajam sebesar 3.6% dari sebelumnya 2.8% ( kenaikan terbesar selama awal 2012 ). Kedua indikasi ini sangat di takutkan oleh kreditur yang di pimpin IMF karena jika tapering di lakukan sementara posisi investasi mereka belum siap menghadapi tapering maka kerugian besar akan mereka telan di eropa.

Oleh karena itu mafia itu sangat takut jika Draghi akan mengatakan "dovish" yang mengatakan bahwa untuk memperkuat ekonomi dan daya saing mata uang eropa memerlukan suku buga di bawah nol persen dan melemahkan mata uang euro sebagaimana Draghi dan official ECB pernah memberikan pernyataan mengenai arah kebijakan seperti itu beberapa bulan yang lalu.

Selama sehari kemarin The euro menunjjukan keperkasaannya terhadap mata uang mayor lainnya di tengah-tengah bayang-bayang kredit macet dan ekonominya yang masih kolaps. Deflasi yang masih muncul selama beberapa bulan ini ( inflasi 0.7% ) menunjjukan belum adanya hasil terhadap usaha recovery di zone eropa. Euro telah menguat terhadap USD sebesar 3.6% sepanjang tahun ini , naik dari 1.2745 ke 1.3830. Di bandingkan dengan The FED , ECB lebih sedikit mengeluarkan bantuan stimulus moneter sejenis QE . Euro juga menguat tajam terhadap Swiss Franc sebesar 2.1%, juga menguat terhadap Pound Sterling dan Yen Jepang. Penguatan euro pada hari kemarin jika di lanjutkan akan merupakan penguatan paling besar selama 14 tahun berjalan .

Kemarin Euro lompat naik tajam mencapai level tertingginya selama 5 minggu terakhir di level 1.3677 , setelah Mario Draghi , Gubernur Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa memungkinkan memberikan bantuan stimulus lebih lanjut. ECB memutuskan kemarin mempertahankan suku bunga komersial perbankan sebesar 0.25%. Dia juga mempertahankan suku bunga deposito overnight sebesar nol persen untuk ke 17 bulan.

Selain kreditur juga ada Fund Manager besar yang berkepentingan agar euro menguat. Fund manager itu telah menempatkan pembelian euro sebesar 7 billioneuro terhadap USD sejak April yang lalu. Jumlah pembelian ini adalah pembelian trading euro terbesar selama sejak tahun 2012.

Penguatan euro ini tidak di sukai oleh para exportir eropa, karena merasa belum munculnya recovery ekonomi yang stabil akan membuat susah daya saing export eropa. Namun, penguatan euro justru di sukai oleh salah fund manager besar, Prudential Fixed Income, dimana telah melakukan pembelian euro sebesar 400 billion USD selama beberapa bulan ini.

Namun perlu juga di ingat bahwa justru ada posisi net jual euro berdasarkan Commodity Futures Trading Commission data, sebesar 73 million USD sejak tanggal 26 Nov, walaupun net jual ini telah berkurang 98% sejak terlemahnya pada Juni 2012 yang lalu.

Pergerakan euro masih di anggap rancu oleh beberapa fund manager sehingga mereka tidak menempatkan posisi sejak euro mencapai level 1.3700- 1.3800 beberapa hari yang lalu. Beberapa manager mengatakan bahwa euro adalah mata uang yang di hindari karena mereka selalu menjual euro saat posisinya menguat. Kemudian akan membelinya kembali saat kembali bounce back. Kenaikan euro ke level 1.37-1.38 masih dianggap sebagai fase bouncing saja sebelum akan kembali turun. Mereka lebih menyukai posisi seller dari pada membeli euro.
===========================
Penulis ( Ir. Teuku Halim MBA, MM, CFA, CFT ) adalah penyandang International Master Degree, dan speasialis di Financial Engineering of Derivative Market.
Lebih dari 14 tahun sebagai Analyst dan Fund Manager di perusahaan Hedge Fund Multinasional. Mengajar di beberapa universitas nasional. Consultant dan Head Master di PT EDU Plus Internasional dan Forexindo.



comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com