Advertisement

Isu Tapering Masih Laku : Menjelang NFP - Sejauh Mana Mayor Currency dan Index Saham bergerak ?

Ditulis oleh Halim pada 04 December 2013 14:01


Forexindo - Sebagaimana telah menjadi buah bibir di kalangan Fund Manager dan Spekulan bahwa sisa waktu 2 bulan menjelang akhir tahun akan di hiasi pengaruh utama yang bernama tapering. Tapering atau tidak tapering sebenarnya sudah di hembuskan ke dalam pasar uang dan saham di seluruh dunia sejak May 2013. Isu itu telah menjadi komoditi yang paling seksi bagi pelaku penggerak pasar. Secara tidak langsung sebenarnya The FED sedang bermain yoyo dengan kebijakannya yang tidak jelas arahnya tentang pemberlakuakn tapering atau pengurangan bantuan likuiditas ( QE ) sebesar 85 billion usd per bulan yang telah di kucurkan sejak akhir 2008 yang lalu. Tujuan utama QE oleh The FED adalah untuk membantu stimulus recovey ekonomi Amerika Serikat dan juga global. Namun ternyata sampai Oktober 2013 yang lalu indikasi pemulihan ekonomi belum terlihat dengan masih besarnya tingkat penggangguran di atas 7 % dan rendahnya inflasi di bawah 2 % di Amerika dan juga di beberapa negara besar lainnya seperti Eropa Zone, Inggris dan Jepang.

Oleh karena masih belum meyakinkan pertumbuhan di sektor makro dan mikro ekonomi maka para spekulan mencoba memanfaatkan dana murah itu untuk merekayasa pasar instrumen keuangan dengan menaikkan harga pasar saham dan melemahkan USD. Namun, tentunya dalam perjalanan reli kenaikan pasar saham perlu juga di warnai suatu taking profit , koreksi dan kembali membeli harga pada level yang murah. Maka karena itu isu tapering memang di ciptakan untuk proses koreksi suatu kenaikan harga. Sejak May 2013 yang merupakan awal isu tapering hangat di hembuskan telah terjadi penghembusan tapering sebanyak 5 kali ( awal Juni, pertengahan Aug, Akhir Sept, Awal Nov) , hembusan terakhir terjadi tadi malam , 3 Desember 2013, di tandai dengan terkoreksinya harga index S&P500 dari level tertingginya sepanjang masa di level 1812 turun ke level 1786, terkoreksi turun sebesar 925 poin...!

Dampak terbesar pada currency terlihat dengan turunnya USD/JPY dari level tertingginya 103.30 turun sebesar 140 poin ke level 101.96, hanya dalam waktu 18 jam saja. Penguatan USD terhadap JPY sangat di pengaruhi masuknya investor risk apetite ke pasar modal khususnya index Nikkei jepang. Keyakinan Investor itu di dukung dengan kebijakan stimulus The FED dan kuantitative easing yang terus du kucurkan oleh Bank of Japan . Isu tapering juga telah menghancurkan pasar saham index Nikkei Jepang dalam jumlah koreksi terbesar selama 2 bulan terakhir. Nikkei turun dari level tertingginya selama 8 bulan terakhir di level 15855 turun drastis ke level 15335.

Hembusan tapering di sebabkan ketakutan pelaku pasar akan kembali di berlakukan pengurangan bantuan pembelian obligasi sebesar 85 billion per bulan oleh The FED pada bulan Desember ini. Penyebab utama tapering adalah naiknya indikator Institute for Supply Management manufacturing index bulan November 57.3 dari 56.4 bulan Oktober. Non Farm Payroll di perkirakan akan lebih rendah dari bulan Oktober lalu sebesar 180000 tenaga kerja.

Para pelaku pasar juga melepas posisi aset beresikonya karena akan adanya pengumuman hasil Non Farm payrol dan Tingkat Pengangguran bulan November pada minggu ini , Jumat 6 Desember 2013 nanti. NFP Nov di perkirakan lebih rendah dari blan lalu sebesar 180000 tenaga kerja, Tingkat pengangguran di perkirakan akan sedikti turun menjadi 7.2%.

Isu tapering atau tetap berlanjutnya program QE sampai awal 2014 dalam waktu dekat kedepan akan sangat tergantung hasil laporan tenaga kerja tersebut. semakin baik hasil tenaga kerja Amerika Serikat maka pemberlakuan tapering akan semakin jelas sehingga akan kembali menjatuhkan harga saham dan akan kembali menguatkan mata uang US dollar di seluruh dunia.

Namun sebagian besar analis dan spekulan besar memperkirakan dan mengharapkan tapering akan di berlakukan secara bertahap paling cepat awal tahun 2014 sekitar bulan Februari - Maret 2014. Kemungkinan besar hasil tenaga kerja bulan November sampai Desember 2013 nanti masih belum mampu untuk mencapai penurunan tingkat pengangguran di bawah 6.5%. Jika terget itu telah tercapai , masih di perlukan waktu untuk mengatakan bahwa kondisi ekonomi telah mencapai tingkat stabilitas yang cukup aman untuk di berlakukannya tapering.

Di bawah ini di berikan perencanaan dan pemetaan pergerakan harga mata uang mayor currency , index saham dan Gold menjelang dan sesudah pengumuman tenaga kerja Amerika Serikat Jumat nanti. Semua instrumen investasi itu pasti akan sangat di pengaruhi respon pelaku pasar terhadap hasil tenaga kerja Jumat nanti.

PEMETAAN DAN REKAYASA PERGERAKAN UNTUK JANGKA 1-2 MINGGU BERJALAN
---------------------------------------------------
EUR/USD
========

Level harga EUR/USD saat tulisan ini di buat di 1.3580. EU pada minggu lalu gagal menembus level 1.3625 ., sehingga membuat keraguan pelaku pasar untuk menahan buying Euro terlalu lama. Penguatan Euro selama selama 4 minggu terakhir lebih banyak karena pengaruh tetap di berlakukannya program stimulus QE oleh The FED dan bantuan likuiditas oleh Bank sentral Eropa ( ECB) mengeluarkan program pembelian obligasi jangka pendek menengah dengan bunga tinggi oleh ECB.

Kondisi fundamental yang belum baik dan di tambah lagi terbukanya penurunan suku bunga ECB di bawah nol persen menyebabkan EUR/USD sulit untuk menembus level 1.3625.

Berdasarkan pemetaan kekuatan pelaku pasar yang telah masuk pasar sampai minggu ini, di perkirakan menjelang Jumat nanti level harga yang aman untuk melakukan transaksi dengan tingkat resiko yang paling kecil terutama bagi retailer bank adalah level 1.3550 -70. Oleh karena itu harga akan cenderung turun mendekati dan berkutat dalam level tersebut.

Jika isu tapering menjelang Jumat nanti masih terus kuat di hembuskan , maka harga akan mampu menembus 1.3550 untuk terus turun ke level 1.3510-00.

Namun kewaspadaan menjelang Jumat nanti terhadap arus masuk kembalinya risk apetite karena masih kuatnya bantuan likuiditas di pasar yang di tandai dengan berhasilnya EUR/USD menembus break high 1.3625 , maka spekulan akan menyambut aksi beli dengan antusias sehingga akan mampu mengangkat EURO ke level 1.3647.

Respon pasar setelah pengumuman nanti bisa terbelah dua. Jika hasil NFP dan tingkat pengangguran lebih baik dari perkiraan maka EURO akan mampu turun ke level 1.3485. Jika hasilnya signifikan lebih baik , maka sangat mungkin spekulan akan menekan lebih dalam menuju level 1.3450 - 1.3400.

Mengingat minggu ini adalah big even , maka juga perlu diperhatikan tingkat resiko volatilitas yang akan mengancam cukup tinggi. resiko yang perlu di persiapkan paling tidak sebesar 250 poin. Bisa saja terjadi harga berflutuasi naik dan turun dalam kondisi random menjelang dan sesaat setelah pengumuman NFP itu baik mencapi level 1.3650 lalu turun drastis menuju level 1.3400. Atau sebaliknya harga justru lebih dahulu turun ke level 1.3490 , lalu kembali naik drastis menuju level 1.3650.

Perlu di perhatikan , bahwa level-level harga yang telah tersebut di atas dalam kurun waktu 1-2 minggu berjalan ini pasti akan tersentuh atau terlewati atau mendekati dengan tingkat presisi 99% ( 1 % sisanya adalah kebenaran mutlak dalam genggaman tuhan yan maha mengetahui ).

Just Trust ..!

----------
GBP/USD

USD/JPY
======

S&P 500, NIKKEI
===========

GOLD
=====
==============================================================
Penulis ( Ir. Teuku Halim MBA, MM, CFA, CFT ) adalah penyandang International Master Degree, dan speasialis di Financial Engineering of Derivative Market.
Lebih dari 14 tahun sebagai Analyst dan Fund Manager di perusahaan Hedge Fund Multinasional. Mengajar di beberapa universitas nasional. Consultant dan Head Master di PT EDU Plus Internasional dan Forexindo.




comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com