Advertisement

Investasi Trading = Rugi is Kepastian, Profit is Harapan, Time is Penantian (3)

Ditulis oleh Halim pada 08 November 2013 15:56


Forexindo - ANALISA FUNDAMENTAL SENTIMEN EROPA ZONE

Saat analisa ini di buat harga EUR/USD di 1.3450 , satu jam sebelum pengumuman ECB interest rate dan satu hari sebelum pengumuman Non Farm Payroll US Oktober 2013. Kedua hal tersebut dan pernyataan dari gubernur bank sentral Eropa ,Mario Draghi 2 jam setelah tulisan ini akan ikut mempengaruhi isu tapering dan debt ceiling Amerika Serikat mendatang. Menurunnya inflasi Euro Zone di bawah 1% ( 0.7% bulan Oktober year to year ) menyebabkan kondisi yang buruk bagi Euro Zone dimana inflasi tersebut jauh di bawah target ECB sebesar 2 %.

Secara fundamental di lihat dari sisi makro ekonomi , sangat jelas bahwa Eropa masih mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. walaupun telah di bantu dengan kreditur , mulai IMF, World Bank, German dan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa Union ternyata dalam kurun satu tahun malah menunjjukan deflasi.
Sebagai mana sudah menjadi logika akademis bahwa deflasi harus di ikuti dengan penerapan sukubunga yang rendah, yang pada kenyataannya ECB tadi malam Jumat, 7 Oktober 2013 secara mengejutkan ( karena begitu cepatnya ) telah mengumumkan pemotongan suku bunga Euro Zone menjadi 0.25% dari sebelumnya 0.5%. Bagi pelaku pasar dan analis ,keputusan ECB ini sangat reaktif terhadap deflasi yang sedang mengancam Eropa sejak Oktober ini. Sebenarnya dalam beberapa waktu dekat yang lalu salah satu anggota gubernur bank Eropa telah memberikan sinyal perlunya euro di lemahkan agar tidak menggangu proses recoveri ekonomi dan keuangan di kawasan eropa sekaligus menguatkan export .

Akibat keputusan ECB ini harga EUR/USD terjun bebas 220 point dari 1.3527 ke 1.3293. Dampak deflasi sudah lebih dulu terjadi satu minggu yang lalu dimana euro telah turun dari level tertingginya selama 3 tahun terakhir di 1.3830 , kemudian turun 330 poin di level 1.3500.

Kondisi saat ini euro masih dalam tekanan sentimen yang sangat buruk . Fokus setelah ini adalah apakah ECB akan menerima konsekuensi turunnya tingkat deposito , operasi jangka panjang refinansing dan pelaksanaan quantitative easing , dimana kebijakan moneter tersebut pastinya akan melemah efektifitasnya karena valuation obligasi euro dalam grade yang tidak menarik lagi bagi investor.

Hasil Non Farm Payroll dan tingkat pengangguran US bulan Oktober nanti malam juga akan menentukan apakah euro akan lebih melemah lagi. Pastinya, jika hasil NFP lebih besar 195.000 dan tingkat pengangguran turun lebih kecil dari 7% , EUR/USD akan terjun lebih dalam ke level 1.2980 sampai 1.2680 untuk jangka menengah ke depannya. Kedua hasil indikator ekonomi yang membaik bagi US itu akan menghembuskan isu tapering secara dasyat ke pasar. Dampaknya tidak hanya melemahkan euro terhadap USD , namun di perkirakan harga saham akan terjungkal dan mata uang regional akan melemah dasyat terhadap USD.

( Bersambung )
-----------------------------------------------------------
Penulis ( Ir. Teuku Halim MBA, MM, CFA, CFT ) adalah penyandang International Master Degree, dan speasialis di Financial Engineering of Derivative Market.
Lebih dari 14 tahun sebagai Analyst dan Fund Manager di perusahaan Hedge Fund Multinasional. Mengajar di beberapa universitas nasional. Consultant dan Head Master di PT EDU Plus Internasional dan Forexindo.



comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com