Outlook Eur 14 September 2012

Ditulis oleh cg123 di Market Outlook dan Insight pada 14 September 2012 07:22

• Pertumbuhan ekonomi di zona euro diprediksi masih lemah dan “meningkatnya ketidakpastian” tengah menekan kepercayaan, demikian bank sentral Eropa (ECB) mengatakan dalam buletin bulanannya, dan menambahkan bahwa ekspektasi inflasi masih berlanjut naik. ECB mempertahankan suku bunganya di level rekor terendahnya 0.75% di pekan lalu, dan mengatakan bahwa ekonomi zona euro kemungkinan akan mengalami kontraksi yang lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya dalam tahun ini.

• Sementara itu lembaga riset ekonomi Jerman, IfW, memangkas proyeksi pertumbuhan 2012 sebesar 0.1% untuk negara terbesar perekonomiannya di Eropa menjadi 0.8% menyususl kondisi ekonomi global yang masih suram dan sejumlah perusahaan Jerman menghentikan sementara investasinya. IfW juga memangkas proyeksi pertumbuhan 2013 menjadi 1.1% dari 1.7% di bulan Juni lalu.

• Euro melanjutkan penguatannya terhadap dolar, mencapai level tertinggi 4 bulan setelah The Fed mengumumkan program stimulus agresif lainnya untuk mendorong pemulihan ekonomi. The Fed akan membeli $40 milyar kredit hipotek setiap bulan dan akan melanjutkan pembelian aset‐aset lainnya hingga terjadi perbaikan di sektor pasar tenaga kerja. Euro menembus di atas level $1.3, setelah mencatat intraday high di $1.3001, level tertingginya sejak awal Mei lalu, dan kemudian bergerak di sekitar $1.2986, naik 0.6% dari posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap yen, penguatan euro masih relatif terbatas setelah hanya mencatat intraday high di 100.75 yen.

• Partai pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte kembali menang pemilu di Belanda. Pemilu itu juga memenangkan secara telak partai‐partai pendukung pro integrasi Eropa, sekaligus jadi ajang kekalahan telak bagi para politisi yang menolak Uni Eropa maupun yang anti imigran. Menurut kantor berita Reuters, kubu Liberal kanan‐tengah pimpinan Rutte berhasil menduduki 41 dari 150 kursi di DPR (Majelis Rendah). Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) pimpinan Rutte itu unggul dua kursi dari Partai Buruh, yang berhaluan kiri‐tengah dan menduduki 39 kursi. Hasil ini sudah cukup membuat kubu Liberal menyatakan diri menang Pemilu, apalagi sudah ada ucapan selamat dari Pemimpin Partai Buruh, Diederik Samsom. Rutte berjanji bahwa hari ini segera menyusun kabinet baru. Dia belum memastikan partai‐partai mana saja yang akan jadi mitra koalisi di pemerintahan. Namun, tampilnya kubu Liberal dan Partai Buruh di urutan dua besar hasil Pemilu menandakan bahwa mayoritas rakyat Belanda masih mendukung integrasi negara mereka di Uni Eropa. Walau sejumlah negara Uni Eropa pengguna mata uang euro sedang krisis, para pemilih di Belanda masih yakin masalah itu bisa ditangani secara kolektif. Hasil Pemilu ini memukul kubu anti integrasi, maupun yang menolak program penghematan dan pinjaman darurat (bailout) yang diterapkan Uni Eropa.

(vaf)



Berita Forex Terpopuler

Kurs US Dollar - Rupiah Hari Ini - 21 April 2014
Berita Forex - pada 21 April 2014 10:04 (1 jam yang lalu) oleh Xai Master
USD/JPY Menguat Paska Trade Balance Jepang, Sentuh 102,70
Berita Forex - pada 21 April 2014 09:00 (21-04-2014) oleh IDForex
AUD/USD Menembus Lebih Rendah, Perjalanan Ke 0,93
Berita Forex - pada 21 April 2014 08:30 (21-04-2014) oleh Newswriter1
Yen Topang Kinerja Nikkei
Berita Forex - pada 21 April 2014 07:30 (21-04-2014) oleh Monexnews
EUR/USD: Dibutuhkan Break 1.3966 atau 1.3672 Untuk Keluar dari Wedge Pattern pada Chart Weekly
Berita Forex - pada 19 April 2014 22:54 (19-04-2014) oleh Satrio
comments powered by Disqus

Iklan

Berita Terkini

EUR/USD Masih Libur, Duduk Di Atas 1,3800
Berita Forex - 7 menit yang lalu

Outlook Mingguan Untuk CAD dan GBP - CIBC World Markets.
Berita Forex - 9 menit yang lalu

Suasana Libur Membuat Aussie Kian Terkikis
Berita Forex - 42 menit yang lalu

Bull USD/JPY Di Jalur Perang
Berita Forex - 47 menit yang lalu

Prospek USD/JPY Bullish Jangka Pendek - OCBC
Berita Forex - 52 menit yang lalu

Suga: Penyitaan Kapal Jepang Oleh China Sangat Disesalkan
Berita Forex - 1 jam yang lalu