Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 16 - 20 September 2019

Ditulis oleh Satrio pada 15 September 2019 22:48


Forexindo - Indeks Dolar sempat bergerak menguat beberapa saat setelah keputusan European Central Bank (ECB) untuk memangkas suku bunga deposito sekaligus serta meluncurkan program stimulus putaran terbaru demi memicu pertumbuhan Zona Euro.

Namun satu jam kemudian, Indeks Dolar berbalik melemah menyusul rebound mata uang Euro, setelah pasar menilai bahwa langkah ECB tersebut dinilai sudah cukup tepat dan diharapkan dapat menjadi pendorong agar bank sentral global juga ikut melonggarkan kebijakannya untuk melawan ancaman resesi akibat lesunya pertumbuhan ekonomi global.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya berakhir melemah 0.51 persen ke posisi 97.86 pada perdagangan Jumat (13/9/2019). Di sepanjang pekan, Indeks Dolar turun 0.16 persen, yang merupakan penurunan minggu kedua.

EUR/USD hanya naik 0.08 persen ke posisi 1.1072 pada perdagangan Jumat, setelah membukukan rebound tajam dan ditutup menguat 0.48 persen pada Kamis (12/9). Di sepanjang pekan, EUR/USD tercatat naik 0.43 persen.

Sementara, GBP/USD ditutup melonjak tajam 1.34 persen pada perdagangan Jumat, setelah mendapat dukungan dari informasi yang menyebutkan bahwa PM Boris Johnson sedang mempertimbangkan kompromi untuk membedakan regulasi antara Inggris dan Irlandia Utara, agar peraturan yang berlaku di Irlandia Utara pasca brexit dapat menyamai Uni Eropa.

Berdasarkan rumor ini, Irlandia Utara akan mengikuti aturan Uni Eropa mengenai pangan dan agri, serta perdagangan barang. Apabila hal itu terealisasi, maka perbatasan fisik dinilai tak relevan, sedangkan solusi backstop juga dapat dihindari.

Pimpinan partai DUP, Arlene Foster, membantah rumor tersebut. Namun, Poundsterling tetap menanjak versus Dolar AS. Sehingga, di sepanjang pekan, GBP/USD berhasil membukukan kenaikan sebanyak 1.68 persen.

Untuk pekan berikutnya, notulen FOMC yang akan diumumkan Kamis (19/9) akan menjadi fokus penting, dimana Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya dari 2.25 persen menjadi 2.00 persen.

Pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BoE) juga akan menjadi sorotan pasar. BoE diharapkan untuk tetap menjaga kebijakannya, meskipun data inflasi Inggris diluar dugaan mencatatkan kenaikan. Demikian pula laporan ketenagakerjaan Inggris yang menunjukkan outlook positif.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 16 September
- Industrial Production, Fixed Asset Investment, Retail Sales China

Selasa 17 September
- ZEW Economic Sentiment Jerman
- Industrial Production AS

Rabu 18 September
- CPI Inggris
- CPI Kanada
- Building Permits, Housing Starts AS

Kamis 19 September
- Pengumuman kebijakan moneter the Fed dan konferensi pers
- Laporan ketenagakerjaan Australia
- Pengumuman kebijakan moneter Swiss National Bank
- Pengumuman kebijakan moneter BoE
- Manufackturing Index Federal Reserve Philadelphia

Jumat 20 September
- Retail Sales Kanada

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-sept-16--20-1978188
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com