Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 19 - 23 Agustus 2019

Ditulis oleh Satrio pada 18 August 2019 21:54


Forexindo - Greenback bergerak lebih tinggi versus beberapa mata uang rival utamanya, meskipun berakhir dengan penguatan yang tipis jelang penutupan perdagangan Jumat (16/08/2019), setelah rilis beberapa data AS membukukan hasil yang cukup positif, antara lain data inflasi dan penjualan ritel.

Sementara itu, Euro terpukul oleh data-data yang menghasilkan angka mengecewakan, antara lain Economic Sentiment (versi ZEW) dan Industrial Production. Data-data tersebut semakin menumbuhkan spekulasi bahwa European Central Bank akan meluncurkan program pelonggaran moneter dalam skala yang masif.

Pada hari Kamis (15/8), Olli Rehn, gubernur bank sentral Finlandia yang juga termasuk anggota dewan kebijakan ECB, mengungkapkan sejumlah komentar mengejutkan. Menurutnya, perlambatan ekonomi global akan memaksa ECB untuk menggelontorkan stimulus baru yang mencakup program pembelian obligasi secara substansial dan memadai, sekaligus pemangkasan suku bunga acuan.

Kebijakan moneter longgar atau stimulus moneter dalam bentuk Quantitative Easing (QE) cenderung negatif bagi mata uang Euro. Pemangkasan suku bunga juga dapat melemahkan nilai tukar Euro, karena mendorong investor untuk memindahkan modalnya ke kawasan lain yang menawarkan suku bunga lebih tinggi.

Di sisi yang lain, data-data ekonomi Inggris terbilang cukup mengejutkan. Laporan ketenagakerjaan, data inflasi, serta penjualan ritel, diluar dugaan melebihi perkiraan, di tengah ketidakpastian Brexit yang masih membayangi pergerakan Poundsterling secara ketat.

Sterling kemudian membukukan rebound cukup tajam dalam dua hari terakhir, menyusul kabar yang menyebutkan bahwa sebagian anggota parlemen dari partai Labour dan Liberal Demokrat tengah bersekongkol untuk menyusun pemerintah baru, untuk menggeser PM Boris Johnson dari partai Konservatif. Langkah tersebut diharapkan dapat menggagalkan "No-Deal Brexit" yang kemudian disambut hangat oleh pasar.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, berakhir menguat tipis 0.05 persen pada perdagangan Jumat (16/8). Di sepanjang pekan, Indeks Dolar berhasil mencatatkan kenaikan 1.20 persen ke level 98.20.

Euro berakhir melemah 0.15 persen versus Dolar AS pada perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan, Euro tergerus hampir 1 persen ke posisi 1.1089.

Sementara, Poundsterling ditutup menguat 0.51 persen versus Dolar AS pada perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan, Sterling berhasil mematahkan pelemahan 4 minggu beruntun, dengan membukukan rebound hampir 1 persen ke level 1.2142.

Untuk perdagangan pekan berikutnya, FOMC Meeting Minutes dan pidato ketua The Fed Jerome Powell di simposiun bank sentral tahunan di Jackshon Hole, Wyoming, akan menjadi perhatian pasar untuk mencari petunjuk terbaru terkait suku bunga Federal Reserve.

Dari Zona Euro, data PMI serta ECB Monetary Policy Meeting Accounts juga akan diawasi secara ketat oleh pasar. Kemudian, dari Inggris, pasar akan terus memonitor perkembangan atau laporan terbaru situasi politik terkait Brexit.

Berikut di bawah ini adalah data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak tinggi mempengaruhi sentimen:

Senin, 19 Agustus
- Trade Balance Jepang
- Current Account dan Final CPI y/y Zona Euro

Selasa, 20 Agustus
- PPI Jerman
- Manufacturing Sales Kanada
- Pidato anggota FOMC Randal Quarles

Rabu 21 Agustus
- CPI Kanada
- Existing Home Sales AS
- FOMC Meeting Minutes

Kamis 22 Agustus
- Manufacturing dan Services PMI Zona EUro
- Jobless Claims dan Services PMI AS
- Jackson Hole Symposium

Jumat 23 Agustus
- Pidato ketua The Fed Jerome Powell
- New Home Sales AS
- Jackson Hole Symposium

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-aug-19--23-1957745
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com