Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 12 - 16 Agustus 2019

Ditulis oleh Satrio pada 11 August 2019 23:15


Forexindo - Greenback berakhir melemah tipis versus beberapa mata uang rival-rivalnya pada perdagangan Jumat (9/8), di tengah minimnya data ekonomi penting AS dan meredanya kekhawatiran pasar atas potensi perang mata uang AS-China. Kicauan Presiden Trump terkait dengan suku bunga Federal Reserve yang menurutnya harus diturunkan lagi, juga menghiasi berita utama, namun tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pergerakan Dolar AS.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan Greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, tercatat melemah 0.11 persen di posisi 97.32 pada penutupan perdagangan Jumat (9/8/2019). Di sepanjang pekan, Indeks Dolar melemah 0.52 persen.

Sementara itu, EUR/USD ditutup dengan kenaikan 0.18 persen ke posisi 1.1200 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan, Euro mampu membukukan penguatan 0.82 persen terhadap Dolar AS, meskipun dibayangi oleh buruknya data Industrial Production Jerman yang menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar atas ancaman resesi di Jerman.

Di sisi yang lain, jika Euro masih mampu membukukan penguatan, Poundsterling malah lesu dan terus melemah. GBP/USD ditutup dengan penurunan 0.78 persen ke posisi 1.2037 pada perdagangan Jumat, menyusul rilis data GDP Inggris yang mengecewakan. Di sepanjang pekan, Poundsterling tercatat melemah 0.93 persen terhadap Dolar AS. Ketidakpastian Brexit juga masih berkontribusi membebani permintaan terhadap Sterling.

Pekan lalu, pasar dikejutkan oleh putusan kebijakan bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand) untuk memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin, dari 1.50 persen menjadi 1.00 persen. Pasar memprediksi penurunan sebanyak 25 basis poin, menjadi 1.25 persen. Langkah RBNZ tersebut sontak menyebabkan Dolar Selandia Baru turus drastis hampir 2 persen ke level 0.6378 terhadap Greenback pada perdagangan Rabu (7/8), meski kemudian dapat mengikis sebagian pelemahannya hingga jelang akhir pekan.

Untuk pekan berikutnya, data inflasi (CPI) dan Retail Sales AS akan menjadi perhatian pasar, untuk mengukur outlook pertumbuhan inflasi dan penjualan ritel di tengah tekanan akibat perang dagang yang berlarut-larut dan lemahnya pertumbuhan global.

Dari Inggris, laporan ketenagakerjaan dan inflasi (CPI) akan diawasi oleh market. Sementara, dari Eropa, GDP Jerman dan Zona Euro, juga akan disimak oleh pelaku pasar, setelah rilis serangkaian data di sektor manufaktur dan jasa pekan lalu mengalami pelemahan.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen:

Senin 12 Agustus
- Pasar keuangan di Jepang libur

Selasa 13 Agustus
- Jobs Data Inggris
- ZEW Economics Sentiment Jerman
- Data inflasi (CPI) AS

Rabu 14 Agustus
- Fixed Asset Investment China
- Industrial Production China
- Retail Sales China
- Data inflasi (CPI) Inggris
- GDP Jerman
- GDP Zona Euro

Kamis 15 Agustus
- Retail Sales Inggris
- Retail Sales AS
- Indeks manufaktur Fed Phildelphia
- Indeks manufaktur Empire State (Fed New York)
- Produksi Industri AS
- Jobless Claims AS

Jumat 16 Agustus
- Building Permits AS
- Housing Starts AS
- Consumer Sentiment AS

Source: https://id.investing.com/news/forex-news/forex--prospek-periode-1216-agustus-2019-1907808
comments powered by Disqus

Advertisement 5

Advertisement 6

Berita Forex Terbaru

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 26 - 30 Agustus 2019
(25-08-2019)

Perang Dagang AS-China Berkobar Lagi
(24-08-2019)

USD/JPY Anjlok Tajam, Gold Melesat Naik
(23-08-2019)

Indeks Dolar Merosot Pasca Pidato Powell dan Cuitan Trump
(23-08-2019)

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat 24 Poin ke Level Rp 14.215 per Dolar AS
(23-08-2019)

Sempat Melemah, IHSG Berbalik Menguat 16 Poin
(23-08-2019)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com