Advertisement

Sempat Terjun Dekati Level 6.000, IHSG Ditutup Melemah 56 Poin

Ditulis oleh Satrio pada 06 August 2019 20:26


Forexindo - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (6/8/2019), seiring melemahnya mayoritas pasar saham di Asia. Aksi jual investor asing makin ramai hari ini, menyusul kekhawatiran investor atas konflik perdagangan AS-Chinayang makin memanas. Net sell investor asing membukukan angka Rp 2,07 triliun, yang merupakan hari ketiga berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mengikis sebagian pelemahannya dengan ditutup turun 0,91 persen atau 56,23 poin di level 6.119,47, setelah sempat terjun mendekati level 6.000.

Enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin aneka industri (-2,26 persen) dan finansial (-1,90 persen). Tiga sektor lainnya menetap di zona hijau, dipimpin sektor tambang yang naik 0,52 persen.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas ikut berakhir melemah, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing turun 0,44 persen dan 0,65 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,51 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melorot 1,56 persen dan 1,07 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong ditutup melemah 0,67 persen .

Aksi jual yang melanda pasar modal global mereda setelah China menetapkan kurs mata uangnya lebih kuat dari level 7 per dolar.

Pada perdagangan Senin (5/8), nilai tukar yuan ambrol hingga menembus level kunci ini terhadap dolar AS dan seketika memicu kemerosotan besar-besaran dalam pasar keuangan dunia. Indeks S&P 500 di Amerika Serikat (AS) sampai-sampai berakhir terjerembab 3 persen.

Sebagian investor melihat aksi tersebut sebagai pembalasan atas rencana pengenaan tarif 10 persen terhadap sisa impor China oleh pemerintah AS mulai 1 September. Presiden AS Donald Trump sontak meresponsnya dengan keras dan menyebut China sebagai manipulator mata uang.

Pada Selasa (6/8) pemerintah China kemudian menetapkan tingkat referensi yuan yang lebih kuat dari perkiraan analis. Bank Sentral China menyatakan menjual uang kertas berdenominasi yuan di Hong Kong.

PBOC juga menetapkan tingkat referensi harian pada 6,9683 per dolar, lebih kuat dari perkiraan level 6.9871 dalam survei Bloomberg terhadap 19 pelaku pasar dan analis.

Langkah China untuk menstabilkan yuan menawarkan sedikit kelegaan, meskipun terlambat menghindari pelabelannya sebagai "manipulator". Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun menyatakan bahwa pemerintah AS telah menentukan China memanipulasi mata uangnya.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan berhubungan dengan Dana Moneter Internasional untuk menghilangkan keunggulan kompetitif tidak adil yang diciptakan oleh tindakan terbaru China.

Source: https://market.bisnis.com/read/20190806/7/1133231/ihsg-masih-tertekan-aksi-jual-bersih-investor-asing-tembus-rp2-triliun
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com