Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 22 - 26 Juli 2019

Ditulis oleh Satrio pada 22 July 2019 02:38


Forexindo - Volatilitas yang cukup tinggi terjadi pekan lalu terhadap Greenback, Euro dan Sterling, menyusul beberapa rilis data ekonomi yang penting, termasuk pernyataan dovish Presiden Fed New York John Williams yang dinilai lebih agresif ketimbang testimoni pimpinan the Fed Jerome Powell pada pekan sebelumnya, terkait dengan kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan. Namun demikian, pasar masih tetap berhati-hati dan cenderung wait and see untuk menghadapi publikasi keputusan kebijakan the Fed di akhir Juli, yang menjadi fokus utama bulan ini.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, berakhir menguat 0.41 persen ke level 97.07 pada penutupan perdagangan Jumat (19/7), setelah sempat merosot tajam 0.52 persen pada penutupan perdagangan Kamis (18/7) menyusul pernyataan dovish Williams. Di sepanjang pekan, Indeks Dolar membukukan kenaikan 0.36 persen.

John Williams dalam pidatonya pada hari Kamis mengatakan bahwa langkah-langkah pencegahan untuk menghindari inflasi yang berpotensi semakin rendah perlu segera dilakukan. Williams juga menambahkan bahwa saat tingkat inflasi melemah, maka pembuat kebijakan tidak bisa terus mempertahankan pengetatan kebijakan dan menunggu kondisi ekonomi semakin memburuk.

Seorang pejabat perwakilan Fed New York kemudian mengklarifikasi dengan mengatakan bahwa pernyataan Williams hanya bersifat akademis, bukan tentang arah kebijakan langsung. Greenback dengan cepat pulih setelah klarifikasi tersebut. Meski begitu, investor tampaknya sudah terlanjur berekspektasi bahwa Federal Reserve akan memutuskan untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan FOMC di akhir bulan.

Di sisi lain, Poundsterling sempat melonjak versus Greenback pasca dovish Williams. Kenaikan yang tajam tersebut juga karena didukung informasi terbaru terkait Brexit yang cukup positif, ditambah lagi dengan rilis data Retail Sales Inggris periode Juni 2019 yang diluar dugaan membukukan peningkatan melebihi perkiraan.

Rilis data penjualan ritel ini sejalan dengan data inflasi Inggris yang dirilis Rabu (17/7). Dua data tersebut dinilai mampu memupus kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Inggris dalam waktu dekat.

GBP/USD berakhir turun 0.37 persen ke posisi 1.2502 pada perdagangan Jumat (19/7), setelah menanjak 0.93 persen pada hari Kamis. Di sepanjang pekan, Pound Inggris masih tercatat melemah 0.54 persen terhadap Greenback.

Euro juga sempat mengambil keuntungan dari pernyataan dovish Williams, namun senada dengan Sterling, mata uang tunggal di kawasan Uni Eropa (UE) itu akhir turun kembali mendekati support intraday-nya, setelah diterpa rumor bahwa ECB tengah mempelajari potensi merevisi target inflasi. Kabar tersebut juga menumbuhkan ekspektasi kemungkinan ECB memangkas suku bunga, pada publikasi putusan kebijakan moneter bank sentral UE yang dijadualkan Kamis (27/7). Meski begitu, beberapa analis berpendapat bahwa kemungkinannya kecil jika ECB akan menurunkan suku bunga pada hari Kamis, karena ECB akan memastikan lebih dulu kebijakan moneter bank sentral AS.

EUR/USD berakhir turun 0.49 persen ke posisi 1.1222 pada perdagangan Jumat, setelah menanjak 0.47 persen pada hari Kamis. Di sepanjang pekan, Euro tercatat melemah 0.43 persen terhadap Dolar AS.

Untuk perdagangan pekan berikutnya, 22 - 26 Juli, pengumuman keputusan kebijakan moneter European Central Bank akan menjadi fokus penting, termasuk rilis data GDP kuartal kedua AS.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/agenda fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 22 Juli
- Pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ)

Selasa 23 Juli
- AS melaporkan data Existing Home Sales dan Richmond Manufacturing Index

Rabu 24 Juli
- Zona Euro merilis data PMI sektor jasa dan manufaktur
- AS melaporkan data PMI sektor manufaktur dan New Home Sales

Kamis 25 Juli
- Pidato Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA)
- Publikasi putusan kebijakan moneter ECB, disusul konferensi pers Presiden ECB Mario Draghi
- AS merilis data Durable Goods Orders, Goods Trade Balance dan Jobless Claims

Jumat 26 Juli
- Jepang merilis data Core CPI y/y
- AS mempublikasi data Advance GDP kuartal kedua

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-july-22--26-1929532
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com