Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 1 - 5 April 2019

Ditulis oleh Satrio pada 31 March 2019 21:46


Forexindo - Dolar AS menguat hampir di sepanjang pekan 25 - 29 Maret, meskipun rilis beberapa data AS meleset dari perkiraan. Kecemasan investor atas lemahnya pertumbuhan ekonomi global tampaknya lebih mempengaruhi sentimen pasar yang membebani aset berisiko sekaligus mendongkrak permintaan terhadap Greenback.

Pasar menilai bahwa bank sentral lainnya cenderung lebih dovish ketimbang statement Federal Reserve pekan sebelumnya yang juga dovish. European Central Bank (ECB) telah mengungkapkan kekhawatirannya atas lemahnya outlook ekonomi Zona Euro, sehingga bank sentral itu memangkas perkiraan pertumbuhannya serta meluncurkan putaran baru Quantitative Easing (QE) untuk perbankan agar dapat mendorong aktivitas bisnis.

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) juga menyampaikan pernyataan yang kurang lebih senada, setelah memutuskan untuk menjaga tingkat suku bunga. RBNZ mengungkapkan kekhawatiran pada pertumbuhan global yang berdampak negatif bagi ekonomi, dan memberikan pernyataan tentang kemungkinan bank sentral untuk menurunkan suku bunga. NZD/USD langsung anjlok lebih satu persen setelah pernyataan RBNZ pada Rabu (27/3).

Di sepanjang pekan, Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, tetap melaju meskipun data GDP kuartal keempat AS (Kamis 28/3) merilis angka yang lebih kecil dari ekspektasi (2.2% VS 2.4%), dan kemudian ditutup menguat 0.72% ke posisi 96.84 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Untuk pekan berikutnya, 1 - 5 April 2019, beberapa data penting AS akan dirilis, antara lain Retail Sales, ISM Manufacturing PMI, Durable Goods Orders dan Jobs Data (Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate). Data-data AS tersebut akan disimak secara ketat oleh investor, untuk mendapatkan informasi terkini yang mencerminkan outlook ekonomi AS.

Dari China, Caixin Manufacturing PMI akan mendapat perhatian pasar. Sementara, dari Zona Euro, data CPI juga akan menjadi fokus investor untuk memperoleh gambaran terbaru atas pertumbuhan inflasi.

Selain itu, pembicaraan perdagangan tingkat tinggi AS-China juga akan tetap menjadi fokus dimana Wakil Perdana Menteri China Liu He bertandang ke Washington untuk bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Dari Inggris, berita atau laporan terkait Brexit tetap akan terus dipantau, di tengah kekhawatiran atas kemungkinan "No-deal Brexit" sebelum batas waktu 12 April, setelah proposal PM Theresa May untuk ketiga kalinya ditolak oleh Parlemen Inggris.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruh sentimen pasar:

Senin 1 April
- China merilis laporan Caixin Manufacturing PMI
- Zona Euro mempublikasi data CPI
- AS merilis data Retail Sales dan ISM Manufacturing PMI

Selasa 2 April
- Autralia merilis data Building Approvals
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan suku bunga
- AS merilis data Durable Goods Orders

Rabu 3 April
- Australia mempublikasi data Retail Sales dan Trade Balance
- Cina merilis laporan Caixin Services PMI
- Inggris merilis data Services PMI
- AS mempublikasi laporan ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI

Kamis 4 April
- ECB mempublikasi notulen meeting kebijakan moneter

Jumat 5 April
- Kanada melaporkan data Employment Change dan Unemployment Rate
- AS merilis data Average Hourly Earnings, NFP dan Unemployment Rate

Source: https://id.investing.com/news/forex-news/outlook--mingguan-forex-01--05-april-423015
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com