Advertisement

Dolar AS Lesu, Rupiah DItutup Menguat 12 Poin ke Level Rp 14.173

Ditulis oleh Satrio pada 26 March 2019 21:03


Forexindo - Rupiah berhasil rebound dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (26/3/2019). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir menguat 12 poin atau 0,08% di level Rp 14.173 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (25/3), rupiah ditutup melemah 22 poin atau turun 0,16% di level Rp 14.185 per dolar AS, yang menjadi pelemahan perdagangan hari kedua.

Rupiah mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka terapresiasi 7 poin atau 0,05% di level Rp 14.178 per dolar AS pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp 14.163 - Rp 14.178 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas justru melemah terhadap dolar AS petang ini, dipimpin yen Jepang dan baht Thailand, masing-masing sebesar 0,37% dan 0,36%.

Penguatan rupiah hanya diikuti won Korea Selatan dan rupee India yang terapresiasi 0,07% dan 0,13% terhadap dolar AS pada pukul 17.16 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama terpantau kembali turun 0,029 poin atau 0,03% ke level 96,537 pada pukul 17.06 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,067 poin atau 0,07% di level 96,499, setelah pada perdagangan Senin (25/3) ditutup turun 0,09% atau 0,085 poin di posisi 96,566.

“Mata uang Asia sebagian besar diperdagangkan dalam kisaran [sempit] dan jika sentimen untuk aset berisiko tetap stabil, kami pikir ini dapat berlanjut mendukung mata uang berimbal hasil tinggi,” ujar Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang di Nomura Holdings Inc., Singapura.

“Fokus pasar saat ini adalah pada berlanjutnya penurunan imbal hasil, yang tampaknya didorong oleh kombinasi data pertumbuhan yang lebih lemah serta sikap bank-bank sentral yang lebih dovish,” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg.

Kekhawatiran tentang kondisi ekonomi dunia meningkat pekan lalu setelah pernyataan dovish The Fed mengakibatkan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun merosot ke level terendah sejak awal 2018.

Pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengutarakan komentar yang mengindikasi rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut untuk menunda kenaikan suku bunga tahun ini.

Ini tampaknya mengkonfirmasi sikap dovish The Fed sekaligus mendatangkan kekhawatiran baru tentang perlambatan negara adidaya tersebut.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun AS tercatat pada posisi 1,9 basis poin di bawah suku bunga tiga bulan, setelah inversi yield terjadi untuk pertama kalinya sejak 2007 pada Jumat (22/3).

Kurva imbal hasil yang berinversi dipandang sebagai indikator bahwa resesi kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat.

Source: https://market.bisnis.com/read/20190326/93/904626/dolar-as-melemah-rupiah-sumringah
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com