Advertisement

Prediksi UOB: Emas berpotensi naik ke $1.350 per troy ounce pada kuartal kedua 2019

Ditulis oleh Satrio pada 26 March 2019 20:36


Forexindo - Proyeksi permintaan emas tahun ini diprediksi semakin mengilap menyusul pandangan pertumbuhan ekonomi global yang semakin suram dan keputusan The Fed yang tidak akan menaikkan suku bunga hingga akhir 2019.

Tim riset UOB (United Overseas Bank) yang dipimpin oleh Suan Teck Kin mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu pihaknya berpandangan negatif pada emas karena tingkat suku bunga The Fed yang terus menanjak.

Hingga pada kuartal terakhir 2018, Bank UOB berbalik netral terhadap emas dengan harapan, laju kenaikan suku bunga The Fed pada 2019 akan melambat.

"Mengingat saat ini adalah akhir dari siklus pengetatan suku bunga The Fed, sekarang kami meningkatkan proyeksi harga emas ke arah yang lebih positif," tulisnya seperti dikutip dari riset yang bertajuk Laporan Outlook Kuartal II/2019 UOB, Selasa (26/3/2019).

Jaminan yang berulang kali disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pihaknya akan lebih sabar dalam menaikkan suku bunga menghasilkan daya tarik yang menguntungkan bagi harga komoditas, khususnya logam mulia.

Tidak hanya itu, Powell juga menggarisbawahi bahwa The Fed akan melakukan penguranan neracanya pada akhir tahun merupakan sinyal yang sangat positif bagi emas. Sejak awal 2019, pasar dolar AS telah berubah menjadi lebih defensif, khususnya melawan sebagian besar mata uang negara berkembang dan Asia.

Akibatnya, setelah naik turun yang cukup dramatis sepanjang 2018, emas berhasil mengamankan posisinya di zona hijau dan pulih ke level yang lebih sehat hingga akhir 2019. "Persepsi investor global bahwa The Fed menahan kenaikan suku bunga, mampu mendorong signifikan reli emas sepanjang Januari dan Februari," papar mereka.

Emas berhasil melanjutkan reli dari kuartal empat 2018, naik dari US$1.280 per troy ounce hingga US$1.340 per troy ounce pada akhir Februari.

Namun, likuidasi penentuan jangka panjang ditetapkan dan emas kembali dijual menuju level di bawah US$1.315 per troy ounce menjelang penutupan kuartal pertama tahun ini. Hal tersebut tidak bertahan lama, munculnya potensi AS mengalami resesi pada akhir pekan lalu membawa emas kembali bergerak di atas US$1.320 per troy ounce.

Sinyal resesi tersebut berasal dari imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 3 bulan lebih tinggi dibandingkan dengan imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun. Inversi tersebut terjadi yang pertama sejak Januari 2017.

Investor yang memilih jaminan untuk instrumen jangka pendek tersebut menggambarkan proyeksi yang suram terhadap kondisi perekonomian dalam waktu dekat sehingga membuka peluang investor untuk melindungi nilai di komoditas emas.

"Sekarang kami harapkan kekuatan emas akan bertahan lebih lanjut. Kami memperkirakan emas akan naik lebih jauh ke US$1.350 per troy ounce pada kuartal kedua 2019," ujarnya.

Bank UOB memprediksi emas akan bergerak di level US$1.380 per troy ounce pada kuartal ketiga 2019, mencapai US$1.400 pada kuartal empat 2019, dan mencapai US$1.450 per troy ounce pada kuartal pertama 2020.

Source: https://market.bisnis.com/read/20190326/235/904621/emas-makin-moncer-di-kuartal-kedua
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com