Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 11 - 15 Maret 2019

Ditulis oleh Satrio pada 10 March 2019 23:34


Forexindo - Reli Greenback yang berlangsung sejak awal pekan atau Senin (4/3), mampu mencapai level yang tertinggi sejak 14 Desember tahun lalu, tapi kemudian penguatan Greenback terkikis setelah rilis Jobs Data AS periode Februari 2019 yang menunjukkan hasil beragam.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Jumat (8/3), bahwa data NFP (Non-Farm Payroll) hanya mencatatkan pertumbuhan sebanyak 20K pekerja. Angka ini jauh di bawah perkiraan (180K) setelah bulan sebelumnya memposting angka 304K.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) meningkat 0.4%, melebihi perkiraan (0.3%) setelah bulan sebelumnya naik 0.1%. Sementara, pengangguran turun ke angka 3.8%, di bawah perkiraan (3.9%) dan lebih kecil dari data bulan sebelumnya (4.0%).

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap enam mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), berakhir melemah 0.36% ke posisi 97.13 pada perdagangan Jumat, setelah naik menyentuh 97.71 pada hari Kamis (7/3), menyusul statement dovish ECB. Tapi meskipun terkoreksi pada hari Jumat, Indeks Dolar masih tetap membukukan penguatan 0.85% di sepanjang pekan.

“Aksi jual Dolar terjadi cukup moderat. Tidak terlihat buruk apabila Anda melihat detailnya,” kata Peter Ng, trader senior Silicon Valley Bank yang berlokasi di Santa Clara, California.

Sebagian besar kenaikan mingguan Greenback berasal dari aksi jual dramatis mata uang Euro pada hari Kamis saat ECB meluncurkan putaran baru pinjaman murah ke perbankan dan memundurkan kembali jadual untuk menaikkan suku bunga ke tahun 2020.

Euro mencatatkan recovery 0.44% ke level 1.1243 terhadap Greenback. Namun di sepanjang pekan, pasangan mata uang EUR/USD masih lebih rendah 1.17%.

Untuk perdagangan pekan berikutnya, 11 - 15 Maret, investor akan menyimak serangkaian data ekonomi AS yang penting, antara lain Retail Sales (Senin 11/3), data CPI (Selasa 12/3), dan Durable Goods Orders serta PPI (Rabu 13/3).

Angka inflasi (CPI dan PPI) akan diawasi secara ketat setelah Federal Reserve memberikan statement untuk "bersabar" menunggu data-data ekonomi yang masuk, sebelum menaikkan suku bunga.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan proposal anggaran 2020 pada hari Senin (11/3) setelah penundaan yang disebabkan oleh government shutdown, yang juga akan dimonitor market.

Di luar AS, Parlemen Inggris akan melakukan voting pada revisi kesepakatan Brexit pada hari Selasa (12/3). Jika kesepakatan itu ditolak parlemen, maka voting berikutnya pada hari Kamis (14/3) adalah untuk memberikan suara atas penundaan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, menjelang tenggat waktu 29 Maret.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa dari tanggal 11 hinga 15 Maret, yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 11 Maret
- Jerman merilis data Industrial Production dan Trade Balance
- AS mempublikasi data Retail Sales

Selasa 12 Maret
- Inggris mengumumkan data GDP dan Manufacturing Production
- Parlemen Inggris mengadakan voting atas proposal Brexit Perdana Menteri Theresa May
- AS merilis data inflasi harga konsumen (CPI)
- Pidato Guberner Fed Lael Brainard

Rabu 13 Maret
- Pemerintah Inggris merilis anggaran tahunan
- AS melaporkan data Durable Goods Orders dan inflasi harga produsen (PPI)

Kamis 14 Maret
- China mempublikasi data Fixed Asset Investment dan Industrial Production
- AS merilis data klaim pengangguran (Jobless Claims) dan New Home Sales

Jumat 15 Maret
- Bank of Japan (BOJ) mengumumkan kebijakan moneter yang disusul dengan press conference
- Kanada merilis data Manufacturing Sales
- AS merilis data Consumer Sentiment dan JOLTS Job Opening

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-march-11--15-1802921
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com