Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 25 Februari - 1 Maret 2019

Ditulis oleh Satrio pada 25 February 2019 01:59


Forexindo - Meski sempat ditutup menguat pada hari Kamis (21/2) setelah rilis notulen FOMC, Dolar AS berbalik turun pada perdagangan Jumat (22/2), di tengah munculnya harapan baru atas perkembangan pembicaraan perdagangan AS-China.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, ditutup melemah 0.10% di posisi 96.37 menjelang penutupan di akhir pekan. Di sepanjang pekan (18 - 22 Februari), Indeks Dolar tercatat mengalami penurunan 0.39%.

Sementara itu, Euro nyaris stagnan terhadap Dolar AS dalam tiga hari terakhir setelah bergerak sideways dengan range yang ketat, terbebani oleh serangkaian data ekonomi yang kurang menggembirakan sejak Januari 2019. Walaupun begitu, Euro masih membukukan penguatan 0.42% di sepanjang pekan, dengan harga yang ditutup ke posisi 1.1343 terhadap Dolar..

Di sisi yang lain, performance Poundsterling jauh lebih baik ketimbang Euro, didukung oleh pasar tenaga kerja yang ternyata masih cukup solid dengan indeks pendapatan yang sedikit meleset dari perkiraan namun masih tetap tumbuh stabil seperti periode sebelumnya. Di sepanjang pekan, GBP/USD tercatat ditutup lebih tinggi 1.16% ke posisi 1.3054.

"Pasar telah berpindah kembali ke risk on-mode yang memberikan tekanan pada dolar," kata Alfonso Esparza, analis pasar senior OANDA di Toronto.

"Saham dan komoditas telah bergerak naik karena melemahnya dolar dan optimisme bahwa meskipun pembicaraan perdagangan AS-China mendekati tenggat waktu 1 Maret, hal itu tidak akan segera memicu tarif baru," tambahnya.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat (22/2) mengatakan bahwa dia terbuka untuk memperpanjang batas waktu 1 Maret selama kemajuan sedang dibuat dalam negosiasi antara kedua belah pihak. Sebelumnya Trump mengatakan bahwa jika tak ada kesepakatan hingga 1 Maret, maka ia akan menaikkan tarif impor barang-barang China senilai $200 miliar menjadi 25%.

Sementara pembicaraan perdagangan AS-China tetap berlanjut, Trump dijadwalkan akan mengadakan pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari Rabu dan Kamis (27 & 28 Februari) di Hanoi.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (25 Februari - 1 Maret 2019), GDP AS kuartal keempat 2018 akan menjadi perhatian investor. Publikasi laporan ini tertunda akibat partial government shutdown selama 35 hari.

Data Core PCE Index, Personal Spending, ISM Manufacturing PMI dan Consumer Sentiment AS yang akan dirilis Jumat (1/3) akan disimak secara ketat, setelah data terbaru Durable Goods Orders yang mengecewakan.

Testimoni prospek ekonomi dan rencana kebijakan moneter oleh Ketua the Fed Jerome Powell pada hari Selasa dan Rabu (26 & 27 Februari) juga akan diawasi oleh investor. Notulen FOMC dari rapat Januari yang dirilis Kamis (21/2), menunjukkan bahwa bank sentra AS melihat peningkatan risiko penurunan pertumbuhan global, dan mempertahankan suku bunga untuk sementara ini masih dianggap langkah yang tepat.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 25 Februari
- New Zealand merilis data Retail Sales
- Pidato Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney

Selasa 26 Februari
- Testimoni BoE dan laporan outlook ekonomi Inggris di hadapan parlemen
- AS mempublikasi data Consumer Confidence
- Pidato pimpinan the Fed, Jerome Powell

Rabu 27 Februari
- Australia merilis data Construction work Done
- Pidato Presiden Bundesbank Jerman, Jens Weidmann
- Kanada melaporkan data inflasi (CPI)
- Pidato pimpinan the Fed, Jerome Powell

Kamis 28 Februari
- New Zealand merilis data Business Confidence
- Australia melaporkan data Private Capital Expenditure
- China merilis data PMI manufaktur dan non-manufaktur
- Jerman mengumumkan data inflasi (CPI)
- AS mempublikasi data GDP kuartal keempat 2018, Chicago PMI dan Jobless Claims

Jumat 1 Maret
- Pidato pimpinan the Fed, Jerome Powell
- China merilis data Caixin Manufacturing PMI
- Inggris melaporkan data Manufacturing PMI dan Net Lending to Individuals
- Zona Euro merilis data inflasi (CPI)
- Kanada mempublikasi data GDP
- AS merilis data Core PCE Index, Personal Spending, ISM Manufacturing PMI, Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-feb-25--mar-1-1788669
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com