Advertisement

Lesu Lagi, Rupiah Terdepresiasi 34 Poin ke Level Rp 14.068

Ditulis oleh Satrio pada 12 February 2019 19:34


Forexindo - Rupiah berlanjut lesu terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (12/2/2019). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 34 poin atau 0,24% ke level Rp 14.068 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (11/2), rupiah mengakhiri pergerakannya dengan pelemahan 79 poin atau 0,57% di level Rp14.034 per dolar AS.

Pelemahan rupiah berlanjut saat dibuka dengan penurunan 46 poin atau 0,33% di level Rp 14.080 per dolar AS pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp 14.040 - Rp 14.098 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau berbalik turun 0,042 poin atau 0,04% ke level 97,015 pada pukul 17.50 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka naik tipis 0,009 poin atau 0,01% di level 97,066, setelah pada perdagangan Senin (11/2) berakhir menguat 0,43% atau 0,420 poin di posisi 97,057.

Pelemahan rupiah hari ini adalah yang terdalam di Asia, sedangkan beberapa mata uang melemah tipis terhadap dolar AS, seperti ringgit Malaysia dan yen Jepang yang masing-masing terdepresiasi 0,1% pukul 18.00 WIB.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menuturkan pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS. Mata uang negeri Paman Sam ini menguat dalam skala global, baik terhadap mata uang utama maupun mata uang negara berkembang.

“Penguatan dolar dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan negosiasi sengketa dagang antara AS dengan China serta kegiatan ekonomi di Eropa dan global yang terus merosot," papar Nanang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Waluyo mengatakan BI tidak akan berkompromi pada stabilitas ekonomi dengan rupiah yang masih terlihat di bawah tekanan dari risiko perang perdagangan AS-China.

Di sisi lain, beberapa mata uang lainnya Asia justru mampu terapresiasi terhadap dolar AS petang ini. Rupee India membukukan penguatan terbesar yakni 0,55%, diikuti baht Thailand yang terapresiasi 0,3%.

Mata uang diperdagangkan beragam saat investor menantikan hasil putaran perundingan perdagangan terbaru antara AS-China. Pemerintah AS mengungkapkan Presiden Donald Trump masih memiliki keinginan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping demi upaya mengakhiri konflik perdagangan antara kedua negara.

Pernyataan ini menjadi tanda optimisme baru ketika para negosiator dari dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut melanjutkan perundingan perdagangan mereka di Beijing pekan ini.

Chief Executive Officer FPG Securities Co., Koji Fukaya mengatakan meskipun penguatan dolar AS menempatkan tekanan pada mata uang Asia, sentimen fundamental tidak selalu negatif karena Federal Reserve bersikap dovish.

“Pelemahan mata uang diperkirakan akan terbatas karena investor global mengalirkan uang masuk ke pasar negara berkembang dan tren ini diperkirakan tetap bertahan,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Source: https://market.bisnis.com/read/20190212/93/888043/rupiah-lesu-lagi-ini-kata-analis-soal-tekanan-dolar-as-
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com