Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 4 - 8 Februari 2019

Ditulis oleh Satrio pada 03 February 2019 23:48


Forexindo - Dolar AS berakhir flat pada perdagangan Jumat (1 Feb) meski sempat menguat di sesi Asia, menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan hasil beragam yang menambah pesimisme pasar terhadap prospek laju pengetatan moneter Federal Reserve.

Biro Statistik Tenagakerja AS melaporkan bahwa NFP meningkat 304K di bulan Januari 2019, melebihi perkiraan 165K. Bulan sebelumnya data ini memposting angka 222K.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa upah per jam naik 0.1%, meleset dari perkiraan untuk kenaikan 0.3%. Sementara, angka pengangguran meningkat menjadi 0.4%, melebihi perkiraan.

NFP yang meningkat tapi upah turun, cenderung memperkuat pendekatan "yang lebih bersabar" terkait prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS di tahun 2019, yang kemudian menahan atau membatasi penguatan Dolar.

Indeks Dolar yang mewakili USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, ditutup flat di level 95.30 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan (28 Januari - 1 Februari), Indeks Dolar ditutup melemah 0.17%.

Posisi Dolar sedikit berubah terhadap Euro dan Yen. EUR/USD berakhir di 1.1454 dan USD/JPY di 109.48 pada hari Jumat.

Risk Sentiment atau sentimen terhadap aset berisiko, tampaknya masih cukup kuat setelah delegasi AS pada hari Kamis 31 Januari, melaporkan "kemajuan substansial" selama dua hari pembicaraan perdagangan tingkat tinggi dengan China.

Greenback secara luas diperkirakan akan melemah di sepanjang tahun 2019, karena kebijakan Federal Reserve yang berubah menjadi lebih berhati-hati terhadap kenaikan tingkat suku bunga.

"Prospek terhadap aset AS menjadi relatif kurang menarik sehingga investor mengalihkannya ke tempat yang lain," ungkap Hans Redeker, kepala strategi FX global, Morgan Stanley London.

"Prospek pasar ekuitas AS yang lemah akan menjaga imbal hasil rendah dan mendukung Yen serta Krona Swedia," tambahnya.

Untuk pekan berikutnya (4 - 8 Februari), pernyataan sejumlah pejabat the Fed akan menjadi perhatian investor, setelah statement FOMC yang memutuskan bahwa bank sentral AS tetap menjaga tingkat suku bunga. Pasar akan menyimak pernyataan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester pada hari Senin (4 Feb) dan Presiden Fed St Louis James Bullard pada hari Jumat (8 Feb).

Investor juga akan menantikan pidato Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (5 Feb). Pidato itu awalnya dijadwalkan 29 Januari, tetapi ditunda karena penutupan sementara pemerintah. Trump tampaknya akan tetap menjaga "pressure" terkait pembangunan tembok perbatasan dan mungkin akan mengubah anggaran infrastruktur.

Pasar finansial di China akan ditutup selama sepekan dalam rangka perayaan liburan Tahun Baru Imlek, tapi investor masih akan mewaspadai perkembangan terbaru pembicaraan perdagangan antara AS dan China.

Bank of England diperkirakan akan tetap menjaga suku bunga pada pertemuan mendatang pada hari Kamis (7 Feb), di tengah ketidakpastian atas prospek Brexit.

Reserve Bank of Australia juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan kebijakan minggu ini dan kemungkinan akan tetap menjaga tingkat suku bunga hingga 2021 setelah terdampak perlambatan ekonomi China.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 4 Februari
- Pasar finansial China libur
- Australia melaporkan Building Approvals
- Inggris merilis data Construction PMI
- AS melaporkan data Factory Orders
- Pidato Presiden Fed Cleveland Loretta Mester

Selasa 5 Februari
- Pasar finansial China libur
- Australia merilis data Retail Sales dan Trade Balance
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan kebijakan moneter
- Inggris merilis data Services PMI
- Zona Euro melaporkan data Services PMI dan Retail Sales
- AS mempublikasi data ISM Non-Manufacturing PMI
- Pidato Presiden AS Donald Trump

Rabu 6 Februari
- Pasar finansial New Zealand libur
- Pasar finansial China libur
- Pidato Gubernur RBA, Philip Lowe
- Jerman merilis data Factory Orders
- Kanada melaporkan data Building Permits
- Pidato Ketua Fed Jerome Powell

Kamis 7 Februari
- New Zealand melaporkan Jobs Data (Employment Change dan Unemployment Rate)
- Bank of England mengumumkan kebijakan moneter dan merilis Inflation Report
- AS merilis data Jobless Claims

Jumat 8 Februari
- Jepang merilis data Average Cash Earnings, Current Account dan Bank Lending
- Pidato Presiden Fed St. Louis, James Bullard
- Kanada melaporkan Jobs Data (Employment Change dan Unemployment Rate)

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-february-4--8-1767580
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com