Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 28 Januari - 1 Februari 2019

Ditulis oleh Satrio pada 27 January 2019 21:22


Forexindo - Dolar AS merosot ke level terendah lebih 1 minggu pada perdagangan Jumat (25/1) setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan perjanjian tentatif untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintah AS yang telah berlangsung selama tiga pekan.

Perjanjian itu menyerukan tiga minggu pendanaan sementara, namun menurut pejabat senior Demokrat, pendanaan tersebut tidak termasuk uang yang diminta presiden untuk tembok perbatasan. Sebelumnya, Trump ngotot menginginkan anggaran 5.7 miliar dolar AS untuk membiayai pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

"Reaksi dolar AS tidak cukup kuat karena ketidakpastian masih tetap ada. Trump juga bersikeras bahwa solusi permanen harus dibuat terkait tembok perbatasan," kata Juan Perez, seorang trader senior, di Tempus Inc di Washington, Sabtu (26/01/2019).

Penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown) yang telah berlangsung selama 35 hari, berdampak bagi 800.000 karyawan pemerintah federal yang terpaksa harus cuti. Dampak lainnya adalah pembatalan atau penundaan ratusan penerbangan di wilayah New York dan Philadelphia.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, melemah 0.86% di posisi 95.46 pada hari Jumat (25/1). Sebelumnya pada Kamis (24/1), indeks sempat menanjak ke level tertinggi 3 minggu di 95.68. Di sepanjang pekan (21 - 25 Januari), Indeks Dolar tercatat melemah 0.55%.

Di sisi yang lain, Euro membukukan rebound pada hari Jumat pekan lalu, dengan ditutup menguat 0.96% di level 1.1415 terhadap Dolar. Sebelumnya pada hari Kamis, Euro melemah tajam dengan penurunan 0.66%, menyusul pernyataan Presiden ECB Mario Draghi setelah pengumuman suku bunga bank sentral Uni Eropa.

Draghi mengatakan bahwa risiko pertumbuhan Zona Euro sedang berada di sisi downside. Investor menilai pernyataan itu sebagai pertanda bahwa ECB kemungkinan akan menunda kenaikan suku bunga pertama yang rencananya dilakukan pada semester kedua tahun ini. Euro melemah secara luas setelah statement Draghi sehingga EUR/USD sempat turun menyentuh level 1.1286 pada hari Kamis.

Sementara itu, Pound Inggris membukukan reli ke level tertinggi lebih 3 bulan terhadap Dolar AS, menyusul pemberitaan The Sun yang menyebutkan bahwa Partai Persatuan Demokrat Irlandia Utara telah secara pribadi memutuskan untuk menawarkan dukungan bersyarat terhadap kesepakatan Plan-B Brexit Perdana Menteri Theresa May yang rencananya akan diputuskan minggu depan melalui voting parlemen Inggris.

GBP/USD membukukan kenaikan 1.04% ke posisi 1.3202 pada penutupan perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan, Sterling berhasil mencetak reli 2.71% terhadap Greenback.

Untuk perdagangan berikutnya (28 Januari - 1 Februari 2019), meeting Federal Reserve yang pertama di tahun 2019, serta update terbaru pertumbuhan AS di kuartal keempat 2018, akan diawasi ketat oleh pasar. Ini termasuk laporan ketenagakerjaan Januari. Perkembangan terbaru dari negosiasi perdagangan AS-China juga akan menjadi perhatian investor.

Delegasi Tiongkok dilaporkan akan tiba di Washington pada hari Rabu (30/1) untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan dengan AS yang bertujuan menyelesaikan perang dagang yang telah berlangsung lama antara kedua negara. Para pejabat memiliki waktu hingga 1 Maret untuk mencapai kesepakatan setelah itu Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bisa bergerak maju dengan tarif baru atas barang impor dari China.

Sementara itu, data GDP Kanada, Manufacturing PMI Inggris dan CPI Zona Euro, juga akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 28 Januari
- Pasar finansial Australia libur
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi
- Pidato Gubernur BoE Mark Carney

Selasa 29 Januari
- New Zealand melaporkan data Trade Balance
- AS merilis data CB Consumer Confidence

Rabu 30 Januari
- Australia merilis data CPI
- Jerman mempublikasi data CPI
- Inggris melaporkan data Net Lending to Individuals
- AS merilis data ADP Non-farm Employment Change

Kamis 31 Januari
- FOMC dan konferensi pers the Fed (dini hari pukul 02:00 WIB)
- Zona Euro melaporkan data GDP kuartal keempat 2018
- Kanada merilis data GDP bulanan
- AS merilis data Core PCE Price Index, Employment Cost Index, Personal Spending, Personal Income dan Chicago PMI

Jumat 1 Februari
- China merilis data Caixin Manufacturing PMI
- Inggris melaporkan data Manufacturing PMI
- Zona Euro mengumumkan data inflasi
- AS merilis laporan ketenagakerjaan (Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate) dan ISM Manufacturing PMI

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-jan-28--feb-1-1758821
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2020 Forexindo.com