Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 21 - 25 Januari 2019

Ditulis oleh Satrio pada 20 January 2019 22:05


Forexindo - Greenback berhasil mempertahankan penguatannya pada perdagangan Jumat (18/01/2018), meskipun rilis data Consumer Sentiment AS di bulan Januari mencatatkan penurunan ke level yang terendah sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden. Penguatan Greenback tersebut menyusul optimisme terhadap prospek positif negosiasi perdagangan antara China dan AS.

University of Michigan melaporkan bahwa Consumer Sentiment di bulan Januari 2019 merosot dengan indeks angka 90.7, jauh lebih rendah dari ekspektasi (97.0) setelah periode bulan sebelumnya menunjukkan indeks angka 98.3. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah karena penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown), dampak perang tarif, ketidakstabilan di pasar keuangan, perlambatan global, dan kurangnya kejelasan tentang kebijakan moneter.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, ditutup dengan penguatan 0.29% ke posisi 95.993 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan (14 - 18 Januari 2019), Indeks Dolar membukukan kenaikan 0.76%.

Sementara itu, mata uang Euro tak dapat berbuat banyak dan makin tertekan setelah pernyataan presiden ECB Mario Draghi pada hari Selasa (15/01) yang cenderung dovish dengan mengatakan bahwa pertumbuhan Zona Euro sedang melambat walaupun tidak mengarah pada resesi.

Euro melemah 0.24% di posisi 1.1371 terhadap Dolar pada perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan, EUR/USD tercatat turun 0.85%.

Poundsterling pun demikian, terpuruk menjelang akhir pekan, setelah beberapa hari sebelumnya sempat menanjak menuju level 1.3000 menyusul peristiwa politik dimana rencana Brexit PM Inggris Theresa May ditolak parlemen melalui voting, tapi kemudian May selamat dari mosi tidak percaya.

Rilis data Retail Sales Inggris yang mengecewakan, menjadi pemicu yang menghentikan reli Sterling terhadap Dolar. Pada hari Jumat, GBP/USD ditutup dengan penurunan 0.80% ke posisi 1.2882. Tapi di sepanjang pekan, Poundsterling masih mampu mempertahankan penguatan 0.26% terhadap Greenback.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (21 - 25 Januari 2019), investor akan terus memantau proses negosiasi perdagangan AS-China untuk melihat tanda-tanda kemajuan, sementara penutupan sebagian pemerintahan AS (partial government shutdown) yang saat ini masih sedang berlangsung, akan menunda rilis beberapa laporan ekonomi utama AS.

Pasar finansial AS akan ditutup pada hari Senin (21/01) memperpanjang liburan akhir pekan untuk menghormati tokoh legendaris Martin Luther. Investor kemudian akan mendapatkan update data penjualan rumah dan klaim pengagguran.

Laporan ekonomi utama lainnya adalah pertumbuhan PDB kuartal keempat China, laporan ketenagakerjaan Inggris dan data PMI zona Euro. Pertemuan bank sentral Zona Euro dan Jepang juga akan menjadi fokus, meskipun diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan moneter yang berarti.

Selain itu, perkembangan Brexit akan diawasi secara ketat. Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mengungkap "plan B"-nya di parlemen pada hari Senin menjelang pemungutan suara 29 Januari, setelah rencana awal Brexit ditolak oleh margin 230 suara dalam voting pekan lalu.

Pengamat pasar juga akan melihat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, yang akan dimulai pada hari Selasa. Forum ini tidak akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump atau perwakilan pemerintahannya sebagai akibat dari penutupan pemerintah. Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dikabarkan tidak akan hadir.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 21 Januari
- China merilis data GDP kwartal keempat, Fixed Asset Investment dan Industrial Production
- Pasar finansial AS libur Martin Luther King Day

Selasa 22 Januari
- Inggris mempublikasi laporan ketenagakerjaan dan Public Sector Net Borrowing
- ZEW Institute merilis data Economic Sentiment Jerman
- Kanada melaporkan data Manufacturing Sales
- AS merilis data Existing Home Sales

Rabu 23 Januari
- New Zealand merilis data CPI
- Bank of Japan mengumumkan kebijakan moneter
- Kanada merilis data Retail Sales

Kamis 24 Januari
- Australia mempublikasi laporan ketenagakerjaan
- Zona Euro merilis data PMI
- European Central Bank mengumumkan Main Refinancing Rate, disusul press conference
- As merilis data Jobless Claims

Jumat 25 Januari
- Ifo Institute melaporkan Business Climate Jerman

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-21-25-1751787
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com