Advertisement

Pertahankan Rebound, Rupiah Ditutup Menguat 14 Poin ke Level Rp 14.178

Ditulis oleh Satrio pada 18 January 2019 20:31


Forexindo - Nilai tukar rupiah mampu mempertahankan rebound terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pengujung perdagangan pekan ini, Jumat (18/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 14 poin atau 0,10% di posisi Rp 14.178 per dolar AS, dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (17/1), rupiah berakhir melemah 64 poin atau 0,45% di level Rp 14.192 per dolar AS, yang menjadi pelemahan hari kedua berturut-turut.

Nilai tukar rupiah mulai rebound terhadap dolar AS ketika dibuka terapresiasi 26 poin atau 0,18% di level Rp 14.166 per dolar AS pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp 14.155 - Rp 14.195 per dolar AS.

Seperti diberitakan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2018 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 6%. BI juga memutuskan suku bunga deposito tetap sebesar 5,25% dan suku bunga pinjaman sebesar 6,75%.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, keputusan tersebut konsisten dengan upaya bank sentral menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas yang aman serta mendorong daya tarik aset keuangan domestik.

“Ke depan kami lihat nilai tukar stabil dan menguat dipengaruhi oleh terus masuknya aliran modal asing,” ungkap Perry.

Rupiah juga mampu menjadi yang terkuat di antara mata uang lainnya di Asia hari ini. Menempati posisi terkuat selanjutnya terhadap dolar AS adalah baht Thailand yang terapresiasi 0,08% pada pukul 18.02 WIB.

Pada Kamis (17/1), Wall Street Journal melaporkan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin membahas mencabut beberapa atau seluruh tarif yang dikenakan terhadap impor China.

Munchin juga mengusulkan untuk menawarkan pengurangan tarif selama diskusi perdagangan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari, tulis Wall Street Journal, mengutip informasi sumber terkait.

Meski tak lama kemudian disanggah oleh Departemen Keuangan AS, kabar tersebut langsung memberi dorongan pada bursa saham AS dan global secara keseluruhan hari ini, karena sesuai dengan tanda-tanda terbaru lainnya bahwa negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia ini tengah berupaya meredakan konflik perdagangan mereka.

Kendati demikian, beberapa mata uang di Asia terpantau melemah terhadap dolar AS, dipimpin peso Filipina yang turun 0,28%. Nilai tukar yen Jepang juga melemah 0,15% ke level 109,43 yen per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama berbalik turun 0,028 poin atau 0,03% ke level 96,037 pada pukul 17.53 WIB.

Pergerakan indeks dolar AS sebelumnya dibuka dengan kenaikan 0,010 poin atau 0,01% di level 96,075, setelah pada perdagangan Kamis (17/1) berakhir naik 0,01% atau 0,006 poin di posisi 96,065.

“Laporan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mengurangi tarif China gagal memicu penguatan dalam [sebagian] mata uang Asia, pertanda bahwa ekspektasi kesepakatan perdagangan sudah diperhitungkan pasar,” kata Khoon Goh, kepala riset Asia di ANZ, Singapura.

“Kekhawatiran mengenai pertumbuhan menyusul berlanjutnya data ekspor yang lesu di kawasan ini agak membebani mata uang Asia, meskipun diimbangi oleh pelemahan dolar AS,” tambahnya.

Source: https://market.bisnis.com/read/20190118/93/880155/arus-masuk-modal-asing-makin-deras-rupiah-bangkit-lawan-dolar-as
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com