Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 14 - 18 Januari 2019

Ditulis oleh Satrio pada 14 January 2019 00:39


Forexindo - Dolar AS bergerak menguat dan berhasil mempertahankan rebound-nya pada perdagangan Jumat (11/1/2019), setelah rilis data inflasi (CPI) yang mengalami penurunan sesuai dengan perkiraan untuk periode Desember. Meski menguat, Greenback masih dibayangi keraguan setelah the Fed mengindikasi kehati-hatian terkait laju kenaikan suku bunga.

Biro Statistik Ketenagakerjaan AS melaporkan Jumat, bahwa Consumer Price Index (CPI) AS berada di level -0.1% pada bulan Desember 2018, turun dari angka 0.0% di bulan sebelumnya. Meskipun penurunan kali ini merupakan yang terendah dalam sembilan bulan terakhir, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi.

Sementara Core CPI AS bulanan yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, tumbuh 0.2% sesuai ekspektasi. Data CPI tersebut seolah ikut mengkonfirmasi pasar bahwa the Fed akan menghentikan laju kenaikan suku bunga di tahun ini.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap enam mata uang utama lainnya, berakhir dengan penguatan 0.14% di posisi 95.25 pada hari Jumat. Tapi di sepanjang pekan (7 - 11 Januari), Indeks Dolar tergelincir 0.51%. Ini adalah penurunan mingguan keempat berturut-turut.

Greg Anderson, kepala global strategi FX di BMO Capital Markets di New York, mengatakan prospek suku bunga the Fed sejauh ini hanyalah salah satu faktor yang membebani dolar di bulan Januari.

Ketua The Fed mengatakan pada hari Kamis (10/1) di sebuah forum Economic Club of Washington bahwa bank sentral AS bermaksud untuk memangkas neraca keuangannya lebih lanjut, menunjukkan bahwa ia belum akan melakukan pengetatan kebijakan moneter terlebih dulu.

Selain dari prospek suku bunga the Fed yang dovish, Shaun Osborne, kepala strategi FX Scotiabank di Toronto, mengatakan bahwa prospek kebijakan bank sentral relatif telah mencapai klimaks dalam hal memberikan dukungan terhadap Dolar AS. Defisit fiskal dan transaksi berjalan yang melebar diperkirakan akan membebani Dolar dalam jangka menengah.

Sementara itu, mata uang Euro tercatat melemah terhadap Greenback pada hari Jumat, dengan penurunan 0.27% di posisi 1.1469. Tapi di sepanjang pekan (7 - 11 Januari), EUR/USD masih membukukan kenaikan 0.64%.

Poundsterling malah berhasil mencatat penguatan terhadap Greenback pada hari Jumat, di tengah kekhawatiran investor atas ketidakpastan Brexit. Sterling mampu membukukan kenaikan 0.80% di posisi 1.2752. Di sepanjang pekan, GBP/USD tercatat naik 0.93%.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (14 - 18 Januari 2019), investor akan memperhatikan inflasi harga produsen (PPI) AS yang akan dirilis Selasa (15/1), untuk mengukur prospek pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini.

Jika data menunjukkan bahwa tekanan inflasi AS melemah, kekhawatiran atas prospek kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang, diperkirakan masih akan berlanjut. Sejumlah pejabat the Fed juga akan berpidato, kemungkinan memberi pernyataan tambahan untuk meyakinkan pasar bahwa mereka akan mengambil pendekatan yang "sabar" terhadap kebijakan moneter.

Parlemen Inggris akan mengadakan pemungutan suara untuk kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May pada hari Selasa (15/1) setelah upaya pertama yang ditunda bulan lalu.

Sementara itu, zona euro akan mempublikasikan data revisi inflasi pada hari Kamis (17/1) dan Inggris akan merilis data penjualan ritel pada hari Jumat (18/1).

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin, 14 Januari
- Pasar keuangan di Jepang libur
- China merilis data Trade Balance dan Foreign Direct Investment

Selasa, 15 Januari
- New Zealand merilis laporan NZIER Business Confidence
- AS merilis data inflasi harga produsen atau Producer Price Index (PPI)
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi
- Parlemen Inggris akan mengadakan upaya kedua untuk memberikan suara atas kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May

Rabu, 16 Januari
- Australia mempublikasi laporan Westpac Consumer Sentiment
- Testimoni Gubernur Bank of England Mark Carney
- Inggris merilis data inflasi

Kamis, 17 Januari
- KTT G20, hari pertama, di Tokyo Jepang
- Pidato Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, di acara KTT G20
- Zona Euro menerbitkan data inflasi (final)
- AS mempublikasikan laporan Jobless Claims dan Philly Fed Manufacturing Index

Jumat, 18 Januari
- KTT G20 hari kedua
- Inggris merilis data Retail Sales
- Kanada merilis angka inflasi
- Pidato Presiden Fed New York John Williams
- AS merilis data Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-14--18-1745411
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com