Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 7 - 11 Januari 2019

Ditulis oleh Satrio pada 07 January 2019 02:49


Forexindo - Dolar AS sempat menguat di awal perdagangan sesi New York Jumat (04/01/2019), setelah Jobs Data AS menunjukkan peningkatan upah dan NFP di bulan Desember 2018. Namun investor tampaknya masih terkesan ragu-ragu untuk mendukung Greenback menyusul data ISM manufaktur AS yang dirilis Kamis (03/01/2019) yang melambat ke level terendah sejak November 2016.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Jumat bahwa Non-Farm Payroll (NFP) naik dengan angka 312K di bulan Desember, merupakan kenaikan dengan angka yang tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Data ini bulan sebelumnya menunjukkan angka 176K.

Average Hourly Earnings atau upah per jam, pada bulan Desember naik 0.4% setelah bulan sebelumnya mencatatkan angka 0.2%. Laporan itu juga menyebutkan naiknya tingkat pengangguran menjadi 3.9%.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya berbalik melemah menjelang penutupan perdagangan pada hari Jumat dengan penurunan 0.09% di posisi 95.75. Di sepanjang pekan (31 Desember 2018 - 4 Januari 2019), Indeks Dolar mencatatkan pelemahan 0.22%.

Sementara itu, Euro yang sebelumnya tertekan, berbalik menguat terhadap Dolar dengan membukukan kenaikan tipis 0.04% ke level 1.1395. Tapi di sepanjang pekan, EUR/USD masih melemah 0.37%.

Poundstering malah unjuk gigi pada hari Jumat, dengan penguatan 0.81% di posisi 1.2730 terhadap Greenback. Di sepanjang pekan, GBP/USD naik 0.31%.

Dolar AS juga melemah terhadap Yen Jepang, dengan USD/JPY yang mencatatkan penurunan 1.63% di sepanjang pekan. Mata uang Yen menguat secara luas menyusul kekhawatiran pasar terhadap indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi global setelah Apple Inc. menurunkan proyeksi pendapatannya untuk periode 2019. Langkah Apple tersebut mengakibatkan pasar saham global tertekan dan investor cenderung memindahkan asetnya ke safe-haven Yen yang lebih likuid.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (7 - 11 Januari 2019), rilis notulen meeting FOMC 19-20 Desember yang lalu, akan menjadi perhatian market. Notulen FOMC diperkirakan akan kurang berdampak. Pasar akan lebih fokus pada pidato Powell dan data inflasi Desember y/y yang diperkirakan turun.

Pengumuman kebijakan moneter Bank of Canada, juga akan menjadi perhatian investor, dimana analis memperkirakan bahwa bank sentral Kanada akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 2.00%.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 7 Januari
- Zona Euro merilis data Retail Sales
- AS melaporkan data ISM Non-Manufacturing Index

Selasa 8 Januari
- Australia merilis data Trade Balance atau neraca perdagangan
- Jerman merilis data Industrial Production
- Kanada dan AS melaporkan data Trade Balance

Rabu 9 Januari
- Zona Euro merilis data Unemployment Rate
- Bank of Canada mengumumkan kebijakan moneter dan suku bunga, disusul konferensi pers

Kamis 10 Januari
- Statement FOMC (dini hari pukul 02:00 WIB)
- European Central Bank mempublikasi notulen meeting Desember
- AS merilis data Jobless Claims
- Pidato ketua the Fed, Jerome Powell

Jumat 11 Januari
- Australia merilis data Retail Sales
- Inggris merilis data GDP dan Manufacturing Production
- AS mempublikasi data inflasi konsumen (CPI)

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-7--11-1738468
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com