Advertisement

Aksi Jual Melanda Pasar Saham Global, IHSG Turun 28 Poin

Ditulis oleh Satrio pada 20 December 2018 19:46


Forexindo - Aksi jual bersih investor asing berlanjut pada perdagangan hari kelima beruntun, Kamis (20/12/2018), seiring dengan aksi jual yang melanda pasar saham global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai sekitar Rp 450,65 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari inii. IHSG ditutup turun 0,46% atau 28,22 poin di level 6.147,88, dari level penutupan perdagangan Rabu (19/12) ketika mampu rebound dan berakhir menanjak 1,55% atau 94,23 poin di posisi 6.176,09.

Indeks mulai tergelincir ke wilayah negatif dengan dibuka melemah 0,50% atau 31,16 poin di level 6.144,94 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.112,05 – 6.160,41.

Empat dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar (-1,31%) dan finansial (-1,12%). Lima sektor lainnya, dipimpin konsumer yang naik 0,57%, mampu menetap di teritori positif sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG pada akhir perdagangan.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga memerah sore ini, di antaranya indeks PSEi Filipina (-0,21%), indeks FTSE KLCI Malaysia (-0,31%), indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,26%), dan indeks SE Thailand (-0,68%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing bahkan berakhir anjlok lebih dari 2%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup melemah 0,90%.

Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite dan indeks CSI 300 masing-masing ditutup turun 0,52% dan 0,77%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong berakhir melorot hampir 1%.

Pasar ekuitas global kompak melemah setelah bank sentral AS Federal Reserve, melalui pernyataan kebijakan moneternya, memupuskan harapan investor atas prospek kebijakan yang lebih dovish bahkan ketika tanda-tanda tersendatnya pertumbuhan ekonomi global terlihat meningkat.

The Fed mengerek suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 2,25%-2,50% dalam pertemuan kebijakan moneter yang berakhir Rabu (19/12) waktu setempat (Kamis dini hari WIB).

Sementara itu, proyeksi terbaru yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan para pembuat kebijakan memperkirakan dua kali penaikan suku bunga pada 2019 dan satu kali penaikan pada 2020.

Keresahan atas langkah The Fed yang pada umumnya mempertahankan prospek kenaikan lebih lanjut selama dua tahun ke depan menjalari pasar finansial mulai dari Asia hingga Eropa. Indeks-indeks saham utama terjerembab dan investor beralih pada obligasi pemerintah yang dinilai relatif aman.

Bursa saham Eropa melorot 1,2%, dengan indeks saham di Jerman, Inggris, dan Prancis menyentuh level terendahnya sejak Desember 2016. Indeks ekuitas global MSCI pun turun ke level terendahnya sejak Mei 2017.

“Tampaknya pasar aset berisiko menginginkan 'lemparan' yang lebih kuat dari The Fed mengingat godaan resesi yang sedang berlangsung mengambil alih sentimen pasar,” kata Salman Ahmed, pakar strategi investasi global di Lombard Odier Investment Managers, seperti diberitakan Reuters.

Meski ikut terseret aksi jual saham global, IHSG berhasil menghapus sebagian pelemahan yang dibukukannya hari ini setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berakhir hari ini memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 6%.

RDG BI juga menahan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan keputusan tersebut konsisten dengan upaya bank sentral menurunkan defisit transaksi dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik, termasuk mempertimbangkan penyesuaian suku bunga global beberapa bulan ke depan.

Selain itu, Bank Indonesia mencermati perkembangan terakhir di global termasuk keputusan Fed tadi malam serta melihat pertumbuhan global melandai dan ketidakpastian global berlanjut.

"Bank Indonesia juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke arah 2,5% pada tahun depan," papar Perry.

Source: https://market.bisnis.com/read/20181220/7/871715/ihsg-terseret-aksi-jual-global-asing-lepas-saham-hampir-rp500-miliar
comments powered by Disqus

Advertisement 5

Advertisement 6

Berita Forex Terbaru

Analisa Teknis NZD/USD: Bear Targetkan 0,6700, Support Saluran Tren Naik
(25 menit yang lalu)

China: Rangkaian Data Desember Melegakan Dalam Jangka Pendek - TDS
(25 menit yang lalu)

Analisa Teknis NZD/USD: Bear Targetkan 0,6700, Support Saluran Tren Naik
(25 menit yang lalu)

China: Rangkaian Data Desember Melegakan Dalam Jangka Pendek - TDS
(25 menit yang lalu)

EUR/USD Menggoda Tertinggi Harian Di Sekitar 1,1390
(35 menit yang lalu)

EUR/USD Menggoda Tertinggi Harian Di Sekitar 1,1390
(35 menit yang lalu)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com