Advertisement

Jelang FOMC, Rupiah Ditutup Menguat 62 Poin ke Level Rp 14.439

Ditulis oleh Satrio pada 19 December 2018 19:27


Forexindo - Nilai tukar Rupiah melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS pada hari ini, Rabu (19/12/2018), seiring dengan melemahnya Indeks Dolar menjelang statement FOMC dan konferensi pers Federal Reserve yang akan digelar tengah malam nanti atau Kamis (20/12) dini hari.

Kurs rupiah hari ini ditutup menguat 62 poin atau 0,43% ke posisi Rp 14.439 per dolar AS. Dengan demikian, nilai tukar rupiah telah terapresiasi 142 poin dalam tiga hari.

Kemerosotan harga minyak mentah beserta permintaan investor untuk obligasi Indonesia diterangkan telah menopang penguatan nilai tukar rupiah

“Ada beberapa tanda-tanda arus masuk baru menuju akhir tahun, terutama ke dalam obligasi. Sementara itu, ekspektasi dari sikap dovish The Fed turut membantu,” kata Mitul Kotecha, pakar strategi senior di TD Securities.

“Investor melihat stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang rendah, bersama dengan langkah pre-emptive Bank Indonesia, sebagai alasan bagus untuk kembali masuk ke dalam pasar obligasi local,” lanjutnya.

Reny Eka Putri, Ekonom Bank Mandiri mengatakan dalam sepekan terakhir pasar mengekspektasikan kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga di tahun depan cenderung dovish. Awalnya, di September The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga AS berpotensi naik tiga kali di tahun depan.

Namun, dalam rapat FOMC malam ini, kemungkinan The Fed hanya menaikkan suku bunga paling banyak dua kali. "Kini tone-nya lebih ke statement yang dikeluarkan The Fed adalah time to pause high interest rates," kata Reny, Rabu (19/12).

Pendorong The Fed cenderung dovish adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melambat di tahun depan. Faktor ekonomi yang menahan kenaikan suku bunga AS diantaranya, yield US Treasury belum sampai di atas 3%, inflasi diproyeksikan masih dalam level rendah di 2,5%.

Reny menyimpulkan pertumbuhan ekonomi AS belum optimal di tahun depan sehingga belum ada alasan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga secara agresif di tahun depan. Rupiah pun berpotensi menguat.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah mendapat dukungan dari berbagai kebijakan BI yang mampu mengatasi pasar keuangan dalam negeri. Reny mencatat BI sudah menginjeksi likuditas sebesar Rp 2,8 triliun menjelang hari raya Natal dan libur akhir tahun. Selain itu kebijakan Domestic Non Delivery Forward (DNDF) juga memberi sentimen positif bagi rupiah.

Source: https://market.bisnis.com/read/20181219/7/871257/penguatan-rupiah-dorong-ihsg-bangkit-dari-tekanan
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com