Advertisement

Kurs di Asia Menguat, Rupiah Terapresiasi 79 Poin ke Level Rp 14.501

Ditulis oleh Satrio pada 18 December 2018 20:29


Forexindo - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, Selasa (18/12/2018), seiring dengan menguatnya mayoritas kurs di Asia dan melemahnya Indeks Dolar.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 79 poin atau naik 0,54% ke level Rp 14.501 per dolar AS, setelah mampu berakhir rebound tipis 1 poin atau 0,01% di posisi 14.580 pada perdagangan Senin (17/12).

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut saat terapresiasi 19 poin atau 0,13% dari penutupan perdagangan kemarin dan dibuka di posisi 14.561 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp 14.480 - Rp 14.561 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah bahkan sempat kembali menyentuh kisaran level 14.400 setelah Bank Indonesia (BI) pada pukul 08.30 WIB membuka lelang DNDF (Domestic Non Deliverable Forward) dengan metode Fixed Rate Tender selama 15 menit.

Bersama rupiah, rupee India yang terapresiasi tajam 1,57% memimpin penguatan mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS hari ini. Apresiasi kedua mata uang ini disusul yen Jepang dan dolar Singapura yang masing-masing menguat 0,51% dan 0,2%.

Dilansir dari Bloomberg, rupee India dan rupiah memimpin penguatan mata uang di Asia saat harga minyak anjlok dan kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi global membebani dolar AS.

Harga minyak WTI kontrak Januari 2019 hari ini terpantau terus tersungkur 2,63% ke level US$48,57 per barel pada pukul 18.46 WIB, setelah berakhir anjlok 2,58% di posisi 49,88 pada perdagangan Senin (17/12).

Adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Februari 2019 terjerembab 2,28% atau 1,36 poin ke US$58,25 per barel, setelah berakhir melorot 1,11% di posisi 59,61 kemarin.

Sementara itu, Indeks Dolar yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,383 poin atau 0,39% ke level 96,717 pada pukul 18.43 WIB.

Pergerakan Indeks Dolar sebelumnya dibuka di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,032 poin atau 0,03% di level 97,132, setelah pada perdagangan Senin (17/12) berakhir terkoreksi 0,35% atau 0,343 poin di posisi 97,100.

Pasar memperkirakan para pembuat kebijakan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini dalam pertemuan kebijakan (FOMC) yang digelar pada 18-19 Desember waktu setempat.

Kendati demikian, investor akan lebih menantikan petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS tersebut beserta prospek untuk ekonomi AS pada tahun depan.

“Mayoritas mata uang Asia kemungkinan akan melacak pergerakan dolar AS sebelum dan sesudah FOMC,” kata Maximillian Lin, seorang pakar strategi Asia di NatWest Markets, Singapura.

“Mengingat langkah penaikan yang dovish oleh The Fed dovish sudah diperhitungkan, kami pikir ada risiko FOMC tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi dovish pasar keuangan, sehingga menyebabkan dolar tetap kuat hingga akhir tahun.”

Source: https://market.bisnis.com/read/20181218/93/870820/rupiah-tambah-perkasa-di-hadapan-dolar-as-
comments powered by Disqus

Advertisement 5

Advertisement 6

Berita Forex Terbaru

Atlanta Fed: Perkiraan PDB AS Sekarang Untuk Q1-2019 Naik Menjadi 1,3%
(3 menit yang lalu)

AS: CB Consumer Confidence Index Turun Ke 124,1 Di Bulan Maret
(3 menit yang lalu)

Wall Street Dibuka Naik Tajam Didorong Oleh Selera Risiko Yang Kuat
(3 menit yang lalu)

EUR/USD Jatuh Ke Terendah Mingguan Di Dekat 1,1280
(8 menit yang lalu)

Penjualan Ritel (Tahunan) Meksiko: 0.9% (Januari) vs -1.3%
(18 menit yang lalu)

Indeks Manufaktur Richmond Fed Amerika Serikat Maret Meleset Dari Harapan 12
(18 menit yang lalu)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com