Advertisement

Sempat Melemah, Rupiah Ditutup Menguat Tipis 1 Poin ke Level Rp 14.580

Ditulis oleh Satrio pada 17 December 2018 20:44


Forexindo - Nilai tukar rupiah dan mayoritas mata uang di Asia berhasil bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (17/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot mampu rebound meskipun ditutup hanya dengan kenaikan 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp 14.580 per dolar AS, setelah berakhir melemah 84 poin atau 0,58% di posisi 14.581 pada perdagangan Jumat (14/12).

Rupiah sempat berlanjut melemah ketika dibuka dengan penurunan 22 poin atau 0,58% di posisi 14.603 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp 14.580 – Rp 14.626 per dolar AS.

Di antara mayoritas mata uang yang menguat di Asia malam ini, rupee India memimpin dengan apresiasi sebesar 0,48% terhadap dolar AS, disusul ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,17% terhadap dolar AS.

Hanya won Korea Selatan dan yen Jepang yang terpantau melemah masing-masing sebesar 0,06% dan 0,01% pada pukul 18.41 WIB.

Di sisi lain, Indeks Dolar yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,240 poin atau 0,25% ke level 97,203 pada pukul 18.31 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,013 poin atau 0,01% di level 97,430, setelah pada perdagangan Jumat (14/12) berakhir menguat 0,39% atau 0,379 poin di posisi 97,443.

Dilansir dari Bloomberg, rupee India menguat bersama mayoritas mata uang lainnya di Asia saat investor menantikan pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang akan digelar pekan ini.

Keputusan The Fed pada rapat kebijakan 18-19 Desember tersebut diharapkan dapat memberi petunjuk laju kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Para ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan otoritas moneter AS itu akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pekan ini. The Fed juga diperkirakan akan memperlambat kenaikan suku bunga pada tahun depan akibat meningkatnya risiko terhadap ekonomi AS.

“Pembicaraan The Fed baru-baru ini tampaknya mengindikasikan kemungkinan pergeseran dalam arahan The Fed dari retorika hawkish ke nada yang lebih rendah dan tampaknya ada tren bank-bank sentral berubah menjadi dovish,” kata Christopher Wong, pakar strategi senior valas di Maybank.

“Kesan dovish dari The Fed dapat menambah lesu dolar AS dan bahkan membantu memicu penguatan untuk aset-aset berisiko.”

Kendati terbantukan oleh sentimen ini, apresiasi yang dibukukan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif paling kecil di antara mata uang lainnya di Asia pascarilis data neraca perdagangan November 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hari ini bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit US$2,05 miliar pada November 2018 seiring besarnya defisit di neraca migas.

Source: https://market.bisnis.com/read/20181217/93/870416/neraca-perdagangan-november-defisit-rupiah-rebound-tipis
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com