Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 17 - 21 Desember 2018

Ditulis oleh Satrio pada 16 December 2018 22:52


Forexindo - Dolar membukukan level tertinggi yang baru di sepanjang 2018 pada perdagangan Jumat (14/12), terdongkrak oleh melemahnya Euro setelah pernyataan dovish Draghi serta melemahnya Pound Inggris yang masih dihantui ketidakpastian Brexit.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, naik menyentuh 97.70 yang menjadi level tertingginya sejak Mei 2017, sebelum turun ke 97.43 atau berakhir dengan penguatan 0.41% pada hari Jumat (14/12/2018). Di sepanjang pekan (10 - 14 Desember), Indeks Dolar terapresiasi 0.98%.

Sementara itu, Euro berada dalam tekanan setelah statement dovish ECB dan lemahnya data-data Zona

Euro. EUR/USD berakhir melemah 0.48% ke posisi 1.1305 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan, Euro tergerus 0.61% terhadap Dolar.

Di sisi yang lain, Pound Inggris juga masih dibayangi ketidakpastian Brexit setelah kegagalan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk memenangkan konsesi kunci dari Uni Eropa agar ia bisa menyelamatkan kesepakatan Brexitnya. Hal ini menambah kekhawatiran atas prospek "no-deal Brexit".

GBP/USD turun 0.41% ke posisi 1.2583, bertahan di atas level terendah 20-bulan Rabu (12/12) di 1.2476. Di sepanjang pekan, Pound Inggris merosot 1.06% terhadap Dolar.

Untuk perdagangan pada pekan berikutnya (17 - 21 Desember 2018), investor akan menyimak secara ketat kebijakan moneter Federal Reserve, Bank of England dan Bank of Japan.

The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak seperempat poin pada pertemuan hari Rabu dan juga akan memperbarui prospek ekonomi dan dot plot proyeksi suku bunga.

Konferensi pers oleh Ketua the Fed Jerome Powell akan menjadi fokus penting. Kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global bersama dengan ketegangan perdagangan dan volatilitas pasar telah mendorong ekspektasi investor atas kemungkinan menurunnya laju kenaikan suku bunga pada tahun 2019.

Bank of Englans (BoE) diperkirakan tetap menjaga kebijakan moneternya pada akhir pertemuan hari Kamis, di tengah meningkatnya ketidakpastian atas Brexit.

BoJ juga diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter pada hari Kamis karena inflasi masih belum dapat mendekati target dan ekonominya menyusut ke level terendah empat tahun pada kuartal ketiga.

Investor juga akan mengawasi perkembangan politik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan "shutdown" pemerintah, jika Kongres menolak meloloskan RUU anggaran yang mengalokasikan dana untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin, 17 Desember
- Zona Euro merilis data inflasi(CPI)
- AS melaporkan data Empire State Manufacturing Index

Selasa, 18 Desember
- Reserve Bank of Australia mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter
- Ifo Institute melaporkan data Business Climate Jerman
- AS merilis data Building Permits dan Housing Starts

Rabu, 19 Desember
- Inggris dan Kanada mempublikasi data inflasi
- AS merilis data Existing Home Sales

Kamis, 20 Desember
- Statement FOMC dan konferensi pers Federal Reserve
- New Zealand merilis data GDP dan Trade Balance
- Australia merilis laporan ketenagakerjaan
- BoJ (Bank of Japan) mengumumkan kebijakan moneter
- Inggris melaporkan data Retail Sales
- BoE mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter
- AS merilis data Jobless Claims dan Philly Fed Manufacturing Index

Jumat, 21 Desember
- Inggris melaporkan data GDP, Current Account dan Public Sector Net Borrowing
- Kanada merilis data GDP, Retail Sales dan BoC Business Outlook Survey
- AS merilis data GDP, Durable Goods Orders, PCE Price Index, Personal Spending dan Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-december-17--21-1722868
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com