Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 10 - 14 Desember 2018

Ditulis oleh Satrio pada 10 December 2018 02:17


Forexindo - Dolar berada di bawah tekanan setelah rilis laporan ketenagakerjaan AS (Jumat 7/12/2018) yang menunjukkan bahwa data upah dan NFP meleset dari ekspektasi. Sebelumnya, turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun AS pada hari Senin (3/12) yang jatuh ke level terendah 3 bulan di awal pekan telah membebani permintaan terhadap Dolar karena hal itu diperkirakan dapat menahan laju kenaikan suku bunga pada tahun depan (2019).

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, tercatat turun 0.30% di posisi 96.48 jelang akhir pekan. Di sepanjang pekan (3 - 7 Desember), Indeks Dolar melemah 0.74%.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat bahwa Non Farm Payroll (NFP) untuk bulan November 2018 naik sebanyak 155K, lebih kecil dari ekspektasi 200K, dan turun dari periode sebelumnya (237K). Sektor konstruksi adalah yang terbanyak menghambat NFP dengan mempekerjakan sedikit pekerja akibat gangguan cuaca dingin.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Upah Rata-Rata Per Jam (Average Hourly Earnings) berbasis bulanan naik 0.2%, lebih besar jika dibandingkan dengan data pada bulan sebelumnya di angka 0.1% (direvisi turun dari 0.2%), tetapi meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0.3%.

Sementara itu, tingkat pengangguran (Unemployment Rate) tak berubah di bulan November, masih di angka 3.7% seperti bulan sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan pasar. Level pengangguran ini adalah yang terendah dalam 49 tahun terakhir.

Sementara itu, Euro tak banyak mengambil kesempatan dari lemahnya data NFP AS, dengan EUR/USD yang ditutup menguat tipis 0.01% ke posisi 1.1379 jelang akhir pekan. Di sepanjang pekan, pasangan mata uang ini membukukan penguatan 0.53%.

Di sisi yang lain, Poundsterling masih tak berkutik terhadap Dolar, di tengah ketidakpastian politik menjelang voting Parlemen Inggris atas rencana Brexit PM Theresa May. GBP/USD berakhir melemah 0.25% ke posisi 1.2752 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan, pasangan mata uang ini mencatat penurunan 0.18%.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (10 - 14 Desember 2018), data inflasi dan Retail Sales AS akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur outlook ekonomi AS periode
November/Desember.

Investor juga akan menyimak voting Brexit dan pertemuan kebijakan moneter akhir tahun ini oleh Bank Sentral Eropa.

Pada hari Selasa (11/12) parlemen Inggris akan memberikan suara pada rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May. Jika kesepakatan itu gagal lolos, seperti yang diperkirakan secara luas, banyak kemungkinan akan terbuka, termasuk referendum kedua.

Pelaku pasar juga akan mengamati data GDP dan Retail Sales Inggris, yang akan dirilis pada hari Senin (10/12) dan Selasa (11/12).

Pada Kamis (13/12), ECB diperkirakan akan mengakhiri program stimulus moneternya yang besarannya senilai 2.6 triliun Euro, namun bank sentral itu diharapkan tetap menjaga tingkat suku bunga dimana pasar akan lebih memperhatikan petunjuk terbaru kebijakan ECB.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruh sentimen market:

Senin 10 Desember
- Inggris merilis data GDP, Manufacturing & Industrial Production

Selasa 11 Desember
- Inggris merilis laporan ketenagakerjaan
- ZEW Institute melaporkan data Economic Sentiment Jerman
- AS melaporkan data inflasi produsen (PPI)
- Voting Brexit di Parlemen Inggris

Rabu 12 Desember
- Zona Euro merilis data Industrial Production
- AS melaporkan data inflasi konsumen (CPI)

Kamis 13 Desember
- Swiss National Bank (SNB) mengumumkan kebijakan moneter
- European Central Bank (ECB) merilis notulen meeting kebijakan moneter, disusul
konferensi pers Presiden ECB Mario Draghi
- AS merilis data Jobless Claims

Jumat 14 Desember
- China merilis data Industrial Production dan Fixed Asset Investment
- AS melaporkan data Retail Sales

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-december-10--14-1715893
comments powered by Disqus

Advertisement 5

Advertisement 6

Berita Forex Terbaru

Atlanta Fed: Perkiraan PDB AS Sekarang Untuk Q1-2019 Naik Menjadi 1,3%
(33 detik yang lalu)

AS: CB Consumer Confidence Index Turun Ke 124,1 Di Bulan Maret
(33 detik yang lalu)

Wall Street Dibuka Naik Tajam Didorong Oleh Selera Risiko Yang Kuat
(33 detik yang lalu)

EUR/USD Jatuh Ke Terendah Mingguan Di Dekat 1,1280
(6 menit yang lalu)

Penjualan Ritel (Tahunan) Meksiko: 0.9% (Januari) vs -1.3%
(16 menit yang lalu)

Indeks Manufaktur Richmond Fed Amerika Serikat Maret Meleset Dari Harapan 12
(16 menit yang lalu)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com