Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 3 - 7 Desember 2018

Ditulis oleh Satrio pada 03 December 2018 01:47


Forexindo - Dolar bergerak lebih tinggi versus rival-rivalnya pada hari Jumat (30/11/2018) di tengah optimisme menjelang pertemuan antara Donald Trump dengan Xi Jinping, meskipun sebelumnya sempat tertekan oleh pernyataan ketua the Fed Jerome Powell yang disusul rilis notulen FOMC, yang dianggap dovish oleh pasar.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, ditutup menguat 0.44% ke posisi 97.12 pada perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan (26 - 30 November), Indeks mencatatkan penguatan 0.3%. Di sepanjang bulan November 2018, Indeks Dolar masih membukukan kenaikan 0.30%.

Di sisi yang lain, mata uang Euro berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, menyusul rilis data inflasi zona Euro yang lebih kecil dari ekspektasi (2.0% vs 2.1%). EUR/USD ditutup melemah 0.67% ke level 1.1318. Di sepanjang pekan, EUR/USD berakhir melemah 0.21%. Tapi di sepanjang bulan November, Euro masih mampu mempertahankan penguatan tipis 0.04%.

Poundsterling juga tertekan pekan lalu, dimana investor masih dihantui ketidakpastian meskipun PM Inggris Theresa May telah mencapai kesepakatan dengan para pemimpin Uni Eropa, terhadap draft awal Brexit. PM May masih harus bekerja keras untuk menghadapi voting Parlemen agar draft tersebut disetujui.

GBP/USD berakhir dengan pelemahan 0.30% ke posisi 1.2748 di perdagangan Jumat. Di sepanjang pekan, Pound Inggris tercatat melemah 0.47%. Namun di sepanjang bulan November, Poundsterling hanya mengalami pelemahan 0.10% terhadap Dolar AS.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (3 - 7 Desember 2018), pasar kemungkinan akan menyambut baik hasil pembicaraan perdagangan AS - China di KTT G20 yang digelar di Argentina, sambil menunggu indikasi terbaru tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve dan outlook pasar tenaga kerja AS.

Sebuah laporan dari G20 menyebutkan bahwa AS sepakat untuk tidak meningkatkan tarif sebesar 10% atas produk impor China senilai $200 miliar pada 1 Januari 2019, setelah pembicaraan di akhir pekan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Perselisihan hubungan perdagangan di antara dua ekonomi terbesar di dunia itu telah menggerus pasar keuangan global yang juga berdampak menghambat pertumbuhan global.

Sementara itu, ketua the Fed Jerome Powell dijadwalkan pekan depan untuk memberikan testimoni di hadapan kongres, terkait dengan prospek ekonomi. Pekan lalu Powell membuat pernyataan bahwa suku bunga berada sedikit di bawah tingkat netral. Pasar menganggap pernyataan itu sebagai indikasi bahwa the Fed dapat
memperlambat laju kenaikan suku bunga.

The Fed secara luas diharapkan akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya, pada pertemuan FOMC di akhir Desember. Federal Reserve juga memberikan indikasi kemungkinan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2019, namun pasar untuk sementara ini hanya berekspektasi satu kali kenaikan suku bunga di tahun depan.

Laporan ketenagakerjaan AS, termasuk NFP, akan menjadi fokus penting untuk pekan depan. Analis memperkirakan bahwa pertumbuhan pekerjaan akan melambat. sementara pertumbuhan upah sedikit meningkat.

Kenaikan upah akan membantu menggarisbawahi ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember.

Pasar juga akan mengawasi secara ketat perkembangan kesepakatan Brexit di Parlemen Inggris yang diperkirakan berpotensi menjadi penentu arah pergerakan mata uang Poundsterling.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 3 Desember
- Australia mempublikasi data Building Approvals dan Company Operating Profits
- Inggris melaporkan data PMI sektor manufaktur
- Beberapa pejabat the Fed akan berpidato, antara lain Richard Clarida, Randal Quarles dan Lael Brainard, termasuk Fed New York John Williams
- AS merilis data ISM Manufacturing PMI

Selasa 4 Desember
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan suku bunga
- Testimoni Gubernur Bank of England, Mark Carney
- Parlemen Inggris memulai debat 5 hari terhadap draft Brexit PM Theresa May, sebelum voting 11 Desember
- Inggris merilis data PMI sektor konstruksi

Rabu 5 Desember
- Australia merilis data GDP kuartal ketiga
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi di Frankfurt
- Inggris melaporkan data PMI sektor jasa
- Testimoni ketua the Fed Jerome Powell, di Washington
- AS merilis data ADP Non-farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI
- Bank of Canada (BoC) mengumumkan suku bunga

Kamis 6 Desember
- Australia merilis data Retail Sales dan Trade Balance
- Kanada dan AS melaporkan dat Trade Balance
- Pidato Gubenur BoC Stephen Poloz

Jumat 7 Desember
- Pidato ketua the Fed Jerome Powell
- Jepang merilis data Average Cash Earnings
- Kanada merilis laporan ketenagakerjaan
- AS mempublikasi data NFP, Unemployment Rate dan Average Hourly Earnings

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-december-3--7-1707496
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com