Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 12 - 16 November 2018

Ditulis oleh Satrio pada 11 November 2018 23:19


Forexindo - Dolar AS melanjutkan penguatannya pada hari Jumat (09/11) didukung oleh statement
hawkish the Fed yang memperbesar prospek kenaikan suku bunga di bulan Desember
2018.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya,
menguat 0.20% ke posisi 96.74 pada hari Jumat. Di sepanjang pekan (05/11 - 09/11),
indeks terpantau menguat 0.40%.

Sesuai dengan perkiraan, bank sentral AS mempertahankan suku bunganya
dalam pertemuan kebijakan moneter yang berakhir Kamis (8/11) waktu setempat.
Namun, The Fed tetap berada di jalur untuk melakukan pengetatan secara bertahap, ditopang outlook ekonomi yang hanya sedikit terganggu oleh penurunan pertumbuhan investasi bisnis.

Menurut data FedWatch, kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed
sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 75%.

Analis juga memperkirakan beberapa kali kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter
AS tersebut pada tahun depan.

“Kami mengantisipasi dua kenaikan lagi tahun depan (2019), yakni bulan Maret dan
Juni,” ujar Kevin Logan, kepala ekonom HSBC AS, dalam risetnya.

Para pembuat kebijakan di otoritas moneter AS tersebut telah menaikkan suku bunga
sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini dan diperkirakan akan melakukannya kembali
dalam pertemuan kebijakan berikutnya di bulan Desember 2018.

Di sisi yang lain, Poundsterling tersungkur 0.70% ke posisi 1.2971 terhadap Dolar
di perdagangan Jumat, mengabaikan rilis data GDP dan Produksi Manufaktur Inggris
menunjukkan angka positif. Di sepanjang pekan, GBP/USD melemah 0.23%.

Perkembangan negosiasi Brexit dan sentimen pasar terhadap Dolar diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang GBP/USD.

Sementara itu, mata uang Euro juga tertekan dan ditutup lebih rendah 0.25% ke posisi 1.1336 terhadap Greenback pada hari Jumat. Di sepanjang pekan, EUR/USD tercatat melemah 0.44%.

Euro berada di bawah tekanan setelah Komisi Eropa pada Kamis (08/11) memangkas proyeksi mereka terhadap pertumbuhan Italia. Komisi Eropa memperkirakan bahwa ekonomi Italia akan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan dalam dua tahun ke depan.

Hal ini pun mengarah kepada defisit anggaran jauh lebih besar dari yang diasumsikan oleh pemerintah. Selain itu, Komisi Eropa mendukung pandangan bahwa draft anggaran pemerintah Italia tahun 2019 telah melanggar aturan fiskal Uni Eropa.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (12 - 16 November 2018), rilis data inflasi setelah the Fed mengindikasi kenaikan suku bunga di bulan Desember tahun ini, akan menjadi perhatian pasar.

Investor juga akan menyimak pidato oleh Ketua the Fed Jerome Powell di Dallas pada hari Rabu, di mana dia diharapkan untuk membahas masalah ekonomi nasional dan global, serta penampilan beberapa pembicara Fed lainnya, termasuk Wakil Ketua Randal Quarles.

Di luar AS, negosiasi Brexit akan tetap menjadi fokus investor di tengah laporan yang menyebutkan bahwa Inggris dan Uni Eropa semakin dekat dengan kesepakatan draf Brexit. Pertumbuhan upah dan angka inflasi Inggris juga akan diawasi secara ketat.

Selain itu, Zona euro, Jerman dan Jepang akan merilis data estimasi awal GDP kuartal ketiga. Sementara itu, Italia dijadwalkan untuk menyerahkan rancangan anggaran terbaru ke Brussels, yang juga akan menjadi fokus pasar.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 12 November
- Jepang merilis data PPI dan Machine Tool Orders
- Pidato Presiden Fed San Francisco, Mary Daly

Selasa 13 November
- Australia merilis data Business Confidence
- Inggris mmpublikasi laporan ketenagakerjaan
- Zew Institute melaporkan Economic Sentiment Jerman
- Pidato Gubernur Fed Lael Brainard

Rabu 14 November
- Jepang melaporkan data estimasi GDP kuartal ketiga
- China merilis data Fixed Asset Investment dan Industrial Production
- Jerman dan Zone Euro melaporkan data estimasi GDP kuartal ketiga
- AS merilis data inflasi (CPI)
- Pidato Gubernur Fed Randal Quarles
- Pidato ketua the Fed, Jerome Powell, dan Presiden Fed Dallas, Robert Kaplan

Kamis 15 November
- Australia mempublikasi laporan ketenagakerjaan
- Inggris merilis data Retail Sales
- AS merilis data Retail Sales, Empire State Manufacturing Index dan Philly Fed Manufacturing Index
- Pidato ketua the Fed, Jerome Powell

Jumat 16 November
- Pidato Presiden ECB, Mario Draghi
- Kanada merilis data Foreign Securities Purchase dan Manufacturing Sales

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-november-12--16-1683286
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2019 Forexindo.com