Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 5 - 9 November 2018

Ditulis oleh Satrio pada 04 November 2018 22:37


Forexindo - Meskipun sempat lengser di perdagangan hari Kamis (01/10) dengan pelemahan 0.85% ke level 96.08, Dolar bangkit lagi dan berhasil ditutup menguat 0.27% ke posisi 96.34 pada hari Jumat (02/11), didukung oleh data NFP yang melebihi perkiraan. Sehingga di sepanjang pekan (29/10 - 02/11), Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap
beberapa mata uang utama lainnya, masih membukukan penguatan 0.22%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Jumat, bahwa Non-Farm Payrolls (NFP) di bulan Oktober mencatatkan penambahan pekerjaan melebihi ekspektasi (250K vs 134K). Bulan sebelumnya data ini menunjukkan angka 134K.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa upah per jam mencatatkan angka sesuai dengan perkiraan, demikian pula tingkat pengangguran.

Di sisi yang lain, Poundsterling terkoreksi di perdagangan Jumat, dengan pelemahan 0.34% ke level 1.2969 terhadap Dolar AS. Namun di sepanjang pekan, Poundsterling masih mempertahankan rebound dengan penguatan 1.10%, didukung oleh isu Brexit yang menyebutkan bahwa Inggris dan Uni Eropa dikabarkan telah berhasil mencapai
kesepakatan tentatif di sektor jasa finansial.

Sementara itu, mata uang Euro melemah 0.17% ke posisi 1.1389 di perdagangan Jumat, setelah menanjak 0.86% ke level 1.1409 pada hari Kamis. Di sepanjang pekan, EUR/USD tercatat melemah 0.14%.

Euro kurang mendapat dukungan meskipun data inflasi (CPI) pendahuluan (flash) Zona Euro yang dirilis Rabu (31/10) dilaporkan naik ke level tertinggi sejak Oktober 2017.

Untuk pekan berikutnya (5 - 9 November 2018) , pemilu parlemen AS yang akan digelar Selasa (06/11) dan hasil meeting kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Jumat (09/11) dini hari, akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Hasil pemilu parlemen atau pemilu kongres, akan menjadi penting karena dapat mempengaruhi kemampuan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk meloloskan reformasi pajak dan kebijakan tarif perdagangan.

Sementara itu, pasar mengantisipasi tidak ada perubahan kebijakan suku bunga the Fed di bulan November, menjelang kenaikan suku bunga yang diharapkan secara luas pada bulan Desember 2018.

Investor juga akan memantau data PMI non manufaktur oleh Institute of Supply Management (ISM) yang akan dirilis Senin (05/11), serta angka klaim pengangguran mingguan dan laporan Consumer Sentiment yang akan dilaporkan Jumat (09/11).

Di luar AS, data GDP Inggris terbaru yang diharapkan dapat memberikan gambaran outlook ekonomi Inggris yang akan dirilis Jumat (09/11), juga penting dan akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 5 November
- Inggris merilis data PMI sektor jasa
- Pidato Gubernur Bank of Canada (BoC), Stephen Poloz, di London
- ISM melaporkan data PMI non-manufaktur AS

Selasa 6 November
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan kebijakan moneter
- AS menyelenggarakan pemilu parlemen

Rabu 7 November
- New Zealand merilis Jobs Report dan Inflation Expectations
- Zona Euro melaporkan data Retail Sales
- Jerman merilis data Industrial Production

Kamis 8 November
- Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mengumumkan kebijakan moneter, disusul konferensi pers
- China merilis data Trade Balance
- AS melaporkan data klaim pengangguran mingguan

Jumat 9 November
- Statement FOMC
- Inggris melaporkan data GDP dan Manufacturing Production
- AS merilis data PPI dan Consumer Sentiment
- Pidato anggota FOMC, Randal Quarles

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-november-5--9-1673127
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com