Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 8 - 12 Oktober 2018

Ditulis oleh Satrio pada 07 October 2018 23:33


Forexindo - Dolar AS berada dalam tekanan yang menghambat reli dari tanggal 21 September, setelah Jobs Data AS menunjukkan hasil yang beragam dimana NFP meleset jauh di bawah perkiraan tapi angka pengangguran mencatat rekor baru dengan penurunan ke level terendah sejak 1969.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya, melemah 0.13% ke posisi 95.31 pada perdagangan Jumat (05/10/2018). Di sepanjang pekan (1 - 5 Oktober), Indeks masih mencatatkan penguatan 0.60%, didukung oleh ekspektasi kenaikan Fed's Rate berikutnya di bulan Desember
tahun ini.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan hari Jumat bahwa upah per jam atau Average Hourly Earnings naik 0.3% sesuai dengan perkiraan.

Non-farm Employment Change (NFP) yang menghitung pertumbuhan pasar tenaga kerja di luar industri pertanian, meningkat 134K. Angka ini meleset cukup jauh di bawah perkiraan untuk kenaikan 185K setelah bulan sebelumnya membukukan angka 270K.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa Unemployment Rate atau tingkat pengangguran, sukses membukukan rekor terendah yang baru (3.7% vs 3.8%).

Mata uang Euro yang sebelumnya melemah menjelang laporan ketenagakerjaan AS, berbalik menguat setelah data NFP yang mengecewakan, dengan EUR/USD yang berakhir lebih tinggi 0.08% ke posisi 1.1524. Di sepanjang pekan, EUR/USD masih tertekan dengan penurunan 0.73%.

Euro berada di bawah tekanan setelah pemerintah Italia mengumumkan rencana defisit anggaran 2.4% dari GDP untuk periode 2021 yang kemudian memicu kekhawatiran market karena hal itu melanggar aturan Uni Eropa. Euro makin tertekan setelah pernyataan anggota parlemen Italia yang mengatakan bahwa sebagian besar masalah keuangan negara akan dapat terselesaikan jika menggantikan Euro dengan mata uang nasional.

Tekanan terhadap Euro sedikit reda setelah Italia merevisi proyeksi anggarannya menyusul desakan dari Uni Eropa. Pemerintah Italia kemudian memproyeksikan defisit 2.4% dari GDP untuk tahun 2019, dan 2.2% dari GDP untuk tahun 2020. Untuk tahun 2021, defisit anggaran dipangkas lagi menjadi 2.0 persen dari GDP.

Sementara itu, Poundsterling sukses mempertahankan rebound-nya terhadap Dolar di perdagangan Jumat, dengan GBP/USD yang mencatat kenaikan 0.79% ke posisi 0.3123. Di sepanjang pekan, GBP/USD naik 0.64%.

Menguatnya Poundsterling terutama didukung oleh isu positif terkait permasalahan Brexit dimana dikabarkan bahwa PM Inggris Theresa May cukup optimis akan adanya kesepakatan yang dapat diselesaikan dengan baik oleh Inggris dan Uni Eropa.

Untuk perdagangan pekan berikutnya, GDP Inggris, notulen pertemuan kebijakan moneter ECB dan data inflasi AS, akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

- GDP Inggris, Rabu 10 Oktober pukul 15:30 WIB
Ini adalah laporan GDP bulanan untuk periode Agustus yang dapat memberikan banyak wawasan terhadap outlook kuartal ketiga atau Q3. Ekonomi Inggris tumbuh 0.3% di bulan Juli, bulan pertama Q3, dan pertumbuhan Agustus diproyeksikan melambat menjadi 0.1%, yang dapat dikaitkan dengan kekhawatiran atas Brexit. Pada saat bersamaan Inggris juga akan merilis data Manufacturing Production dan Goods Trade Balance.

- PPI AS, Rabu 10 Oktober pukul 19:30 WIB
Producer Price Index di bulan Agustus mencatat penurunan 0.1%. Core PPI juga turun 0.1%. Penurunan ini terjadi akibat perpanjangan periode setelah outpaced yang meningkat melebihi perkiraan. Baik PPI maupun Core PPI diperkirakan meningkat sebesar 0.2%.

- Pertemuan kebijakan moneter ECB, Kamis 11 Oktober pukul 18:30 WIB
Sebelumnya, ECB tidak membuat perubahan pada kebijakannya. Namun, Presiden ECB Mario Draghi mengejutkan pasar karena biasanya mengeluarkan statement dovish. Pernyataan atau komentar tentang pertumbuhan upah, inflasi, dan kebijakan moneter di masa depan akan diawasi secara ketat oleh investor.

- CPI AS, Kamis 11 Oktober pukul 19:30 WIB
Data ini mengecewakan di bulan Agustus, dengan Core CPI mundur ke 2.2% setelah mencapai puncak (2.4%) di bulan Juli. CPI dan Core CPI diprediksi akan naik 0.2% dalam angka bulanan (month-to-month).

- UoM Consumer Sentiment AS, Jumat 12 Oktober pukul 21:00 WIB
Pengukuran final sentimen konsumen untuk bulan September direvisi turun menjadi 100.1, akan tetapi angka tersebut masih merupakan peningkatan dari bulan Agustus. Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi mengimplikasikan meningkatnya pengeluaran oleh konsumen, tetapi korelasinya tidak selalu ada. Angka awal untuk Oktober diperkirakan 100.9.

Source: https://www.forexcrunch.com/forex-weekly-outlook-october-8-12-2/
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com