Advertisement

Dolar AS Menguat, Rupiah Tergelincir

Ditulis oleh Satrio pada 13 September 2018 19:20


Forexindo - Prospek putaran terbaru pembicaraan perdagangan antara AS dan China tak mampu mempertahankan penguatan nilai tukar rupiah hingga akhir perdagangan pada hari ini, Kamis (13/9/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi tipis 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp 14.840 per dolar AS, setelah mampu berakhir rebound 24 poin atau 0,16% di posisi 14.833 pada Rabu (12/9).

Rupiah sempat memperpanjang penguatannya hingga kisaran level 14.700 setelah dibuka menguat 23 poin atau 0,16% di posisi 14.810 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif pada level Rp 14.785 - Rp 14.841 per dolar AS.

Penguatan rupiah sebelumnya didukung optimisme investor seputar prospek pembicaraan perdagangan antara AS dan China, setelah pemerintah AS menyampaikan undangan untuk mengadakan diskusi perdagangan terbaru.

Meski demikian rebound dolar AS menahan penguatannya lebih lanjut. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,10% atau 0,096 poin ke level 94,895 pada pukul 17.32 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,034 poin atau 0,04% di level 94,833, setelah berakhir melemah 0,47% atau 0,450 poin di posisi 94,799 pada perdagangan Rabu (12/9).

“Saat sikap hati-hati tetap diperlukan sehubungan dengan perang perdagangan AS-China, kami melihat tanda-tanda bahwa aksi jual baru-baru ini pada mata uang AXJ (Asia ex Japan) dapat stabil,” ujar Christopher Wong, pakar strategi senior bidang valas di Maybank, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Langkah kebijakan dari kawasan itu termasuk komitmen dan prioritas Indonesia untuk menstabilkan valas dan kemungkinan langkah dari India untuk menstabilkan mata uang, seharusnya membendung sentimen [negatif] dan memperlambat laju depresiasi di kawasan itu.”

Lembaga pemeringkat Moody's menyatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih bisa mengatasi pelemahan rupiah.

Namun, jika pelemahan rupiah berlanjut semakin dalam, maka berpotensi menimbulkan dampak negatif yang lebih luas. Apalagi, pemerintah dan korporasi banyak bergantung terhadap pendanaan dari luar.

“Meski pelemahan rupiah sampai saat ini memiliki dampak terbatas terhadap kredit, tapi pelemahan lebih dalam bisa berpengaruh negatif secara lebih luas. Berlanjutnya depresiasi rupiah akan mengerek utang dan debt-servicing costs (biaya peminjaman utang), meningkatkan kerentanan eksternal, serta menambah tekanan inflasi,” paparnya dalam keterangan resmi.

Menurut Moody's, rupiah sudah terdepresiasi sebesar 9% sejak Februari 2018. Namun, pelemahan ini tidak sedalam mata uang negara-negara lainnya.

Beberapa mata uang lain di Asia ikut terdepresiasi, dipimpin yen Jepang yang melemah 0,42% pada pukul 17.42 WIB. Adapun rupee India memimpin apresiasi di antara mata uang lainnya dengan penguatan 0,71%.

Source: http://market.bisnis.com/read/20180913/93/838042/dolar-as-rebound-rupiah-tergelincir
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com