Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 10 - 14 September 2018

Ditulis oleh Satrio pada 09 September 2018 23:26


Forexindo - Dolar AS berbalik menguat terhadap mata uang rival-rivalnya di perdagangan Jumat (7/9/2018), menyusul laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang menunjukkan hasil positif melebihi perkiraan pada data Upah dan NFP. Data-data tersebut menggarisbawahi prospek Federal Reserve menaikkan suku bunga di bulan September dan Desember tahun ini.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan (Jumat 7/9) bahwa tingkat upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) naik 0.4% pada bulan Agustus 2018, lebih tinggi dari perkiraan untuk kenaikan 0.2% setelah bulan sebelumnya naik 0.3%.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa NFP (Non-Farm Employment Change) mencatatkan tenaga kerja sebanyak 201K di bulan Agustus, lebih tinggi dari perkiraan (191K) dan lebih besar dari bulan sebelumnya (157K).

Sementara itu, tingkat pengangguran (Unemployment Rate) meleset dari perkiraan (3.9% vs 3.8%), atau masih sama seperti bulan sebelumnya (3.9%).

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya tercatat menguat 0.41% ke posisi 95.38 hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan. Di sepanjang pekan (3 - 7 September), Indeks Dolar terapresiasi 0.26%, setelah sempat melemah di hari Rabu (5/9) dan Kamis (6/9).

Euro merosot cukup dalam setelah laporan ketenagakerjaan AS, sebelumnya kemudian ditutup dengan penurunan 0.59% ke level 1.1553. Di sepanjang pekan, EUR/USD tercatat turun 0.41%.

Di sisi yang lain, Poundsterling sempat melompat tinggi terhadap Dolar, hingga menyentuh level psikologis 1.3000, menyusul adanya berita yang menyebutkan bahwa juru runding Uni Eropa, Michel Barnier, menyatakan siap untuk menyederhanakan perjanjian Brexit dan terbuka untuk membicarakan permasalahan perbatasan Irlandia.

Tapi kemudian Sterling meluncur turun setelah laporan ketenagakerjaan AS dan berakhir dengan pelemahan 0.10% ke posisi 1.2916 terhadap Dolar. Di sepanjang pekan, GBP/USD masih membukukan kenaikan tipis 0.02%.

Untuk perdagangan pekan berikutnya (10 - 14 September 2018), keputusan kebijakan moneter Bank of England (BoE) dan ECB akan menjadi fokus pasar. Data inflasi (CPI) dan Retail Sales AS juga akan diawasi secara ketat oleh investor.

Investor juga akan terus memantau perkembangan terbaru dari konflik perdagangan antara AS - China, setelah AS tidak secara resmi mengumumkan penerapan tarif impor terhadap barang-barang China senilai $ 200 miliar. Trump mengatakan bahwa bea impor tambahan senilai $ 267 miliar sudah dalam pengerjaan.

Berikut di bawah ini adalah data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen:

GDP Inggris, Senin 10 September, pukul 15:30 WIB
Ini akan menjadi laporan GDP bulanan kedua dan yang pertama yang berdiri sendiri, tanpa angka kuartalan yang menyertainya. Ekonomi tumbuh sebesar 0.1% pada bulan Juni dan sekarang kita akan mendapatkan pembacaan pertama untuk Q3, dimulai Juli. Akan menarik untuk melihat apakah kekhawatiran Brexit telah berdampak pada kegiatan ekonomi. Analis memperkirakan data ini naik 0.2%.

Jobs Report Inggris, Selasa 11 September, pukul 15:30 WIB
Pasar tenaga kerja terlihat bagus dengan hanya 4% pengangguran di bulan Juni. Namun, upah tidak berjalan cepat dengan kenaikan 2.4%, hampir tidak mengikuti inflasi. Analis memperkirakan kenaikan 2.5% terhadap data ini dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah pada angka 4%. Klaim pengangguran naik 6.2K pada bulan Juli, lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis memperkirakan berada di angka 3.6K di bulan Agustus.

PPI AS, Rabu 12 September, pukul 19:30 WIB
Producer Price Index (PPI) atau inflasi produsen, melambat pada bulan Juli setelah beberapa bulan meningkat lebih cepat. Headline PPI tetap flat sementara Core PPI naik hanya 0.1% m/m. Angka-angka untuk Agustus akan berfungsi sebagai pemanasan sebelum data CPI yang lebih penting. Baik PPI maupun Core PPI diperkirakan meningkat sebesar 0.2%.

Jobs Report Australia, Kamis 13 September, pukul 08:30 WIB
Pasar tenaga kerja Australia mengecewakan di bulan Juli dengan hilangnya 3.900 pekerjaan. Pengangguran tetap rendah di angka 5.3%. Laporan untuk bulan Agustus kemungkinan meningkat. Dolar Australia membutuhkan pasar tenaga kerja yang optimis agar dapat keluar dari tekanan. Jumlah pekerjaan diperkirakan akan meningkat 18.4K dan tingkat pengangguran diperkirakan tidak akan bergerak dari angka 5.3%.

Kebijakan Moneter BoE, Kamis 13 September, pukul 18:00 WIB
Bank of England (BoE) telah menaikkan suku bunga ke 0.75% pada bulan Agustus, dalam keputusan yang disertai dengan Laporan Inflasi Triwulanan. BOE menanggapi kenaikan inflasi tetapi dengan suara bulat untuk mengubahb suku bunga. Namun Gubernur Mark Carney dan rekan-rekan pejabat BoE tetap ragu-ragu mengingat tingginya tingkat ketidakpastian Brexit. MPC cenderung akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan ini dan mungkin yang berikutnya sampai ada beberapa kejelasan terkait Brexit atau perubahan signifikan dalam lintasan ekonomi. Pemungutan suara kemungkinan akan sekali lagi disepakati. Setiap suara untuk kenaikan tambahan berpotensi mendukung pound Inggris.

Kebijakan Moneter ECB, Kamis 13 September, pukul 18:45 WIB
Kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB) akan disusul dengan konferensi pers oleh Mario Draghi, Presiden ECB. Bank Sentral Eropa telah mengurangi skema pembelian obligasi pada akhir bulan menjadi €15 miliar dari €30 miliar sejauh ini. Itu bermaksud untuk mengakhiri program QE pada akhir tahun ini. Draghi tidak mungkin membuat pengumuman apa pun. Namun, penurunan inflasi dan kekhawatiran konflik perdagangan baru-baru ini dapat mendorong mereka untuk ebih dovish. Setiap peningkatan atau penurunan peringkat inflasi dan prakiraan pertumbuhan dapat menjadi indikasi langkah selanjutnya oleh bank sentral. Tidak ada perubahan besar pada ekspektasi, tapi jika Draghi mengatakan bahwa risiko penurunan telah meningkat, itu bisa lebih berdampak.

CPI AS, Kamis 13 September, pukul 19:30 WIB
Inflasi inti (Core CPI) AS mencapai angka 2.4% y/y di bulan Juli, mendukung kondisi kenaikan suku bunga. Pada basis bulanan, inflasi meningkat 0.2% baik data CPI maupun Core CPI. Data CPI diperkirakan naik sebesar 0.3% sementara Core CPI diperkirakan naik 0.2%.

Retail Sales AS, Jumat 14 September, pukul 19:30 WIB
Konsumen AS meningkat sekitar bulan Juli. Total volume penjualan naik 0.5% dan penjualan inti naik 0.6%. Meskipun ada beberapa revisi ke bawah, gambaran keseluruhan terlihat cukup optimis. Kenaikan lebih lanjut diperkirakan terjadi di bulan Agustus, tetapi laju yang lebih lambat barangkali dapat terlihat. Ritel Sales diprediksi meningkat sebesar 0.4% dan Core Retail Sales sebesar 0.5%.

Consumer Sentiment AS, Jumat 14 September, pukul 21:00 WIB
Laporan final Universitas of Michigan AS (UoM) untuk bulan Agustus mencapai 95.3 poin, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Di sisi lain, ukuran paralel oleh CB (Conference Boar) melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2000. Kita akan mendapatkan pembacaan awal UoM untuk bulan September. Akan menarik untuk melihat apakah perang dagang berdampak pada konsumen Amerika, dengan perkiraan atau ekspektasi di angka 96.9.

Source: https://www.forexcrunch.com/forex-weekly-outlook-sep-10-14-double-feature-thursday/
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com