Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 3 - 7 September 2018

Ditulis oleh Satrio pada 02 September 2018 22:43


Forexindo - Dolar AS bergerak naik menyusul kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya tensi perang dagang AS - China pada hari Kamis (30/8) setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar US$ 200 miliar terhadap produk dari China.

Sentimen pasar juga terbebani oleh rumor pada Jumat (31/8) bahwa negosiasi NAFTA antara AS - Kanada akan berakhir tanpa kesepakatan, yang ternyata rumor itu benar terbukti.

Meningkatnya tensi hubungan perdagangan antara AS dengan Uni Eropa ikut menekan sentimen pasar terhadap aset berisiko setelah Trump pada hari Jumat dikabarkan menolak usulan Uni Eropa untuk membatalkan penetapan tarif impor mobil.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang lainnya terpantau menguat 0.43% ke posisi 95.05 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Penguatan ini berhasil mengurangi pelemahan beberapa hari sebelumnya sehingga di sepanjang pekan (27 - 31 Agustus) Indeks Dolar hanya mencatat penurunan tipis 0.01%.

Euro mendapat tekanan terhadap Dolar dengan pelemahan 0.55% ke level 1.1602 jelang akhir pekan setelah Trump mengatakan bahwa proposal Uni Eropa dianggap "tidak cukup baik".

Dari zona emerging markets, Lira Turki rebound di hari Jumat setelah otoritas keuangan mengumumkan langkah-langkah baru yang ditujukan untuk menopang mata uang, yang berada di jalur penurunan bulanan terbesar sejak krisis ekonomi 17 tahun yang lalu.

Peso Argentina juga mencatatkan rebound setelah jatuh ke rekor terendah pada hari Kamis. Peso berada dalam tekanan setelah Presiden Argentina Maurico Macri meminta IMF untuk mempercepat pencairan dana bailout, sehingga hal ini menyebabkan investor kehilangan kepercayaan atas ekonomi negara itu.

Untuk pekan berikutnya (3 - 7 September 2018), tensi perdagangan dan gejolak emerging markets akan tetap menjadi perhatian investor, menjelang rilis Jobs Data AS pada hari Jumat (7/9).

Di luar AS, meeting kebijakan moneter bank sentral Kanada dan Australia akan menjadi fokus pasar. Investor juga akan memperhatikan testimoni Gubernur Bank of England tentang inflasi.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 3 September
- Australia merilis data Retail Sales dan Company Operating Profits
- Pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ)
- Inggris merilis data PMI manufaktur
- Libur pasar finansial AS dan Kanada

Selasa 4 September
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan suku bunga
- Pidato Gubernur RBA
- Inggris merilis data PMI di sektor konstruksi
- Testimoni Gubernur Bank of England (BoE) di hadapan parlemen
- AS merilis laporan ISM Manufacturing PMI

Rabu 5 September
- Australia mempublikasi data GDP kuartal kedua
- Inggris merilis data PMI di sektor jasa
- Kanada melaporkan data Trade Balance dan Labor Productivity
- Bank of Canada mengumumkan kebijakan moneter

Kamis 6 September
- Australia mempublikasi data Trade Balance
- AS merilis laporan ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI

Jumat 7 September
- China merilis data Trade Balance
- Kanada mempublikasi emploment report
- AS merilis Jobs Data (Average Hourly Earnings, NFP dan Unemployment Rate)

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-september-3--7-1595141
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com