Advertisement

Outlook Mingguan & Data Fundamental 30 Juli - 3 Agustus 2018

Ditulis oleh Satrio pada 29 July 2018 22:12


Forexindo - Dolar AS tampak lesu terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di perdagangan Jumat (27/7) meskipun data estimasi GDP kuartal kedua AS mencatatkan akselerasi yang terkuat dalam 4 tahun terakhir.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.11% ke posisi 94.47 hingga jelang penutupan perdagangan di akhir pekan. Di sepanjang pekan (23 - 27 Juli 2018), Indeks Dolar membukukan penguatan 0.24%, didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali lagi di semester kedua tahun ini.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Jumat (27/7) bahwa Gross Domestic Product (GDP) berbasis tahunan di kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan 4.1%. Angka ini jauh di atas perkiraan ekonomi Reuters dan menguat pesat dari revisi pertumbuhan 2.2% di kuartal pertama.

Data GDP AS tersebut menggarisbawahi ekspektasi terhadap prospek Federal Reserve melanjutkan rencananya untuk menaikkan suku bunga sebanyak dua kali lagi di paruh kedua tahun ini.

Meski demikian, beberapa pengamat mengungkapkan bahwa pembacaan estimasi GDP berikutnya akan sulit untuk mendekati angka 4.1% karena konflik perdagangan bisa berdampak membalikkan keadaan di paruh kedua tahun 2018, dimana tarif impor dapat mengurangi consumer spending dan menghambat investasi bisnis.

Sementara itu Euro bergerak lebih tinggi terhadap Dolar AS di perdagangan Jumat (27/7) dengan kenaikan 0.13% ke posisi 1.1657. Di sepanjang pekan (23 - 27 Juli 2018), Euro masih melemah 0.52%, terbebani oleh pernyataan Draghi yang mengatakan bahwa ECB masih akan menjaga tingkat suku bunga hingga musim panas 2019. Kondisi ini menyoroti kembali tentang divergensi kebijakan moneter antara the Fed dengan ECB.

Di sisi yang lain, Sterling tak banyak bergerser terhadap Greenback di perdagangan Jumat (27/7), dengan pelemahan tipis 0.02% ke level 1.3106. Di sepanjang pekan (23 - 27 Juli 2018), Sterling melemah 0.30% versus Greenback, dimana ketidakpastian Brexit dan komentar dovish Gubernur BoE pekan sebelumnya, masih membebani permintaan terhadap GBP.

Pekan berikutnya (30 Juli - 3 Agustus 2018), akan menjadi hari-hari tersibuk bagi investor. Bank of Japan (BoJ) akan mengumumkan kebijakan moneternya. Kemudian berlanjut dengan notulen FOMC dan publikasi kebijakan moneter Bank of Englan (BoE). Laporan ketenagakerjaan AS (termasuk NFP) juga menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 30 Juli
- Jerman merilis data inflasi (CPI)
- Inggris melaporkan data Net Lending to Individuals

Selasa 31 Juli
- China merilis data PMI (manufaktur & non manufaktur)
- New Zealand mempublikasi laporan ANZ Business Confidence
- BoJ mengumumkan kebijakan moneter, disusul konferensi pers
- Zona Euro merilis data inflasi (CPI) dan GDP
- Kanada melaporkan data GDP dan inflasi
- AS merilis data Core PCE Price Index, Personal Spending, Personal Income dan Chicago PMI

Rabu 1 Agustus
- New Zealand mempublikasi laporan employment
- Inggris merilis data Manufacturing PMI
- AS merilis laporan ISM Manufacturing PMI

Kamis 2 Agustus
- AS mempublikasi notulen FOMC dan suku bunga the Fed
- Australia merilis data Trade Balance
- Inggris merilis ata Construction PMI
- BoE mempublikasi kebijakan moneter, disusul konferensi pers Gubernur BoE Mark Carney

Jumat 3 Agustus
- Australia merilis data Retail Sales
- Inggris melaporkan data Services PMI
- Kanada merilis data Trade Balance
- AS melaporkan data ketenagakerjaan (Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate) dan Non-manufacturing PMI

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-july-30--aug-3-1550151
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com