Advertisement

Rupiah Berakhir Melemah 53 Poin Setelah Sempat Terpuruk 103 Poin

Ditulis oleh Satrio pada 20 July 2018 19:38


Forexindo - Rupiah mampu mengikis sebagian pelemahannya dan bertahan di kisaran level 14.400 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (20/7/2018).

Rupiah ditutup melemah 53 poin atau turun 0.37% ke posisi Rp 14.495 per dolar AS, yang menjadi pelemahan hari ketiga berturut-turut, setelah dibuka dengan depresiasi 35 poin atau turun 0.24% di posisi Rp 14.477 per dolar AS.

Rupiah sempat tertekan atau turun hingga 103 poin sekaligus menembus level Rp14.540 pada pukul 11.31 WIB. Namun, pelemahannya terkikis dan berhasil kembali naik ke kisaran level Rp 14.400 di akhir perdagangan.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di antara Rp 14.474 - Rp 14.545 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Kamis (19/7), rupiah berakhir melemah 28 poin atau 0.19% ke posisi 14.442 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah membukukan pelemahan mingguan keenamnya setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakannya yang berakhir kemarin.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRRR) tetap di 5,25%, seperti yang diprediksi oleh 25 dari 28 ekonom dalam survei Bloomberg.

Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps) dalam kurang dari dua bulan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sikap kebijakan BI tetap hawkish dengan fokus bank sentral pada stabilitas ekonomi.

Sementara itu, mata uang lainnya di Asia bergerak variatif petang ini, dengan peso Filipina yang menguat 0,28% memimpin apresiasi di antara sejumlah mata uang Asia. Bersama rupiah, yuan offshore China yang melemah 0,37% memimpin depresiasi beberapa mata uang Asia.

Meski melemah, yuan mampu mengikis sebagian pelemahannya seiring kabar bahwa sebuah bank China terlihat membuat penawaran besar untuk menjual dolar.

Pelemahan yuan sebelumnya terbebani langkah bank sentral China yang menurunkan tingkat referensi harian untuk mata uangnya dengan jumlah terbesar dalam dua tahun.

Mayoritas mata uang di Asia yang sempat terseret turun pelemahan yuan pun ikut mampu mengikis sebagian ataupun membalik pelemahannya.

Adapun, pergerakan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lanjut turun 0,04% atau 0,034 poin ke level 95,130 pada pukul 17.45 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka turun 0,037 poin di posisi 95,127, setelah berakhir menguat 0,08% atau 0,079 poin di level 95,164 pada perdagangan Kamis (19/7).

Dilansir Bloomberg, indeks dolar AS melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah Amerika Serikat akan mencegah mata uangnya menguat seiring merebaknya tensi perdagangan dengan China.

Seperti diberitakan, pada Kamis (19/7) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengomentari kebijakan suku bunga The Fed. Rupanya Trump justru tidak merasa antusias dengan kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS.

Padahal, sebagian besar ekonom percaya jika tingkat inflasi tertinggi dalam tujuh tahun dan pengangguran terendah dalam 40 tahun memberi alasan bagi kenaikan suku bunga AS beserta penguatan dolar AS akhir-akhir ini.

Namun, Trump malah khawatir mengenai potensi dampak kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS terhadap ekonomi Negeri Paman Sam dan daya saing perusahaan Amerika. Ia khawatir jika pelemahan mata uang China dan penguatan dolar AS menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan.

Source: http://market.bisnis.com/read/20180720/93/818960/rupiah-pertahankan-level-rp14.400-jelang-akhir-pekan
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com